”A husband, a father, a writer. A beast touched by Belle.”

Arie Saptaji, lahir di Ambarawa, 5 Juli 1969. Pernah kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS IKIP Yogyakarta (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta). Saat ini ia melayani sebagai penatua di GBI Generasi Baru, Yogyakarta, menangani bidang pengajaran dan publikasi, serta menjadi kontributor tetap Renungan Harian (Yogyakarta) dan Blessing (Surabaya). Selain menulis, ia cukup aktif menerjemahkan dan sesekali menyunting. Sampai pertengahan 2009, ia telah menulis 2 kumpulan cerpen dan 1 novel remaja, 11 karya nonfiksi, dan 10 kumpulan humor yang dibukukan oleh sejumlah penerbit.

Ia menikah dengan Rina Herdiana, dikaruniai dua anak, Lesra Ariel Herdiaji dan Ruth Tirza Arina. Mereka berdomisili di Yogyakarta.

Untuk menghubunginya, bisa melalui email Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya atau Facebook. Blog pribadinya Notes of 40+.

  • PDF
  • Cetak

Doa Sebelum Tidur

Penilaian Pengunjung: / 20
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 03 November 2010 11:06
  • Ditulis oleh Arie Saptaji
sebuah syafaat buat yogya

bulan meradang di atas kaliurang, bulan kedinginan
ceritakanlah kabut: mengetuk-ngetuk jendela ruang tidur
dengan sejuta dongeng dari pojok-pojok bimasakti
purba sekali -- melintas antara kawah merapi dan
tugu, tugu dan keraton, keraton dan laut kidul

Selanjutnya: Doa Sebelum Tidur

  • PDF
  • Cetak

Lebih Banyak Nonton daripada Belajar

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 18 Februari 2010 15:22
  • Ditulis oleh Arie Saptaji

Diet ternyata tak cuma berurusan dengan makanan. Konsumsi media pun perlu diatur. Lebih dini, lebih baik.

Menurut Salman Faridi, koordinator Aksi Hari Tanpa Televisi 2009 di Yogyakarta, waktu yang dihabiskan anak-anak untuk menonton televisi mencapai 1.500 jam per tahun (kira-kira 4 jam per hari).

Selanjutnya: Lebih Banyak Nonton daripada Belajar

  • PDF
  • Cetak

Amadeus Aaron, Sahabat Kecil Kami

Penilaian Pengunjung: / 43
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 20 Januari 2010 10:31
  • Ditulis oleh Arie Saptaji

“Terima kasih, Tuhan, telah memberi kami anugerah untuk bersama dengan Amadeus Aaron selama lima jam,” bisik saya ketika menggendongnya menuju rumah duka.

Tidak banyak orang yang dilimpahi cinta Tuhan dengan cara yang seistimewa ini. Dan, di antara yang sedikit itu, betapa bersyukurnya kami karena tangan kemurahan-Nya memilih kami.

Selanjutnya: Amadeus Aaron, Sahabat Kecil Kami

  • PDF
  • Cetak

Seruan Dalam Gelap

Penilaian Pengunjung: / 8
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 16 Desember 2009 13:33
  • Ditulis oleh Arie Saptaji
Tuhan
aku tak tahu
hidup yang dari Engkau
aku buta
aku mati
aku hati batu

Selanjutnya: Seruan Dalam Gelap

  • PDF
  • Cetak

Menaati Sebuah Mimpi

Penilaian Pengunjung: / 9
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 04 Desember 2009 10:05
  • Ditulis oleh Arie Saptaji

Pernikahan kalian tinggal beberapa bulan lagi. Kalian saling mencintai. Kalian menganggap satu sama lain sebagai sahabat terbaik untuk menghabiskan sisa hidup bersama. Kalian juga tahu menjaga diri, tidak bertingkah aneh-aneh sebelum ikatan pernikahan dibuhulkan secara sah.

Tetapi, pada suatu pagi yang cerah, tanpa isyarat, tanpa aba-aba, tunangan Anda mengaku bahwa dirinya hamil. Bagaimana perasaan Anda?

Selanjutnya: Menaati Sebuah Mimpi

Halaman 1 dari 4