Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Presiden Perintahkan Tingkatkan Pengamanan di Palu

Polisi sudah Identifikasi Pelaku Pengeboman Gereja di Palu

Tasum Tak Ingin Tersingkir

Sekolah Kristen Setia dengan Ciri Khas

Insiden Penembakan dan Peledakan di Palu, Kapolda Akui Kecolongan






Lintas Berita: Polisi sudah Identifikasi Pelaku Pengeboman Gereja di Palu

GloriaNet
- Polisi telah mengidentifikasi ciri keenam pelaku pengeboman Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Immanuel di Jl Mesjid Raya dan penembakan di Gereja Anugerah Masomba di Jl Tanjung Manimbaya, keduanya di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (12/12).

''Setelah kami memeriksa 15 orang saksi, akhirnya kami berhasil memperoleh gambaran ciri-ciri pelaku dalam dua insiden tersebut, yaitu bertubuh besar, berwajah hitam, berusia muda, dan bertubuh ramping dengan menggunakan sepeda motor dengan pelat nomor terbuat dari tripleks di Gereja Imanuel. Pelaku penembakan di Gereja Anugerah Masomba juga mengendarai sepeda motor,'' kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulteng Brigjen Aryanto Sutadi, kemarin.

Dalam aksinya, para pelaku menggunakan senjata laras panjang jenis M-16 dan amunisi buatan PT Pindad. Sembilan selongsong peluru dan serbuk lain telah dikirimkan ke laboratorium forensik Mabes Polri.

Untuk menghindari pelarian para pelaku, empat pintu keluar Kota Palu dijaga ketat oleh aparat. Sementara itu, aktivitas masyarakat di kedua gereja tersebut tetap berlangsung seperti biasa. Mereka tidak khawatir akan adanya aksi susulan.

Seperti diketahui, Minggu sekitar pukul 19.05 Wita dua gereja telah menjadi sasaran peledakan bom dan penembakan. GKST Immanuel dibom, sedangkan Gereja Anugerah Masomba diberondong tembakan. Akibatnya, tiga orang terluka. Bintin Jaya, 61, satpam GKST Immanuel, kini dirawat di RS Bala Keselamatan. Dua korban lain adalah Rada Sane, 40, dan Novri, 18, yang terkena tembakan di Gereja Anugerah dirawat di RS Undata.

Akibat peristiwa itu, Kapolda Sulteng langsung mencopot Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Palu AKB Noman Siswandi dan menggantinya dengan Kapolres Banggai, Sulteng, AKB Guntur Widodo. Pemberhentian Noman berdasarkan telegram rahasia Kapolda Sulteng 1.051/XII/2004 dan Surat Keputusan Kapolri No 902/XII/2004, keduanya tertanggal 12 Desember 2004.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga telah memanggil Menko Polhukam Widodo AS dan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar untuk meminta laporan terakhir situasi keamanan di Palu.

Menurut Menteri Sekretaris Kabinet (Mensekab) Sudi Silalahi seperti dituliskan Media Indonesia, Presiden memerintahkan Menko Polhukam dan Kapolri untuk meningkatkan keamanan di Palu dan beberapa kota rawan menjelang perayaan Natal 2004 dan Tahun Baru 2005.

''Kota-kota itu antara lain adalah Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar,'' kata Sudi, kemarin.

Wapres Jusuf Kalla menyatakan teror yang terjadi di mana-mana merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk diatasi.

''Kita selalu berusaha mengatasi. Misalnya, semua mengejar Dr Azahari di Jawa atau Osama bin Laden yang dikejar-kejar di dunia internasional,'' kata Wapres di Jakarta, kemarin. (GCM/MI-HF/Has/X-8)