|
|
|
Lintas Berita: William, si Peraih Emas yang Hobi Baca
GloriaNet - Tidak seperti umumnya bocah pintar, khususnya pintar dalam ilmu sains yang cenderung malu-malu dan pendiam, William peraih medali emas dalam IJSO yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia kelihatan lincah dan periang.
Bocah berkacamata minus dan tubuh yang gemuk, siswa kelas VI SD Dr Sutomo, Medan, Sumut ini tidak pernah menyangka bila ia akan meraih medali emas. Maklum, selain baru pertama kali ikut dalam event sejenis, juga lantaran ia melihat banyak pesaingnya dari negara lain. Namun, kegigihannya untuk tetap menyelesaikan soal yang dibuat oleh juri menjadikan putra tertua dari dua bersaudara dari Sudharma, ini berhak atas medali itu.
Menurut William, ujian pada hari pertama dijalaninya dengan tenang. Hari kedua, dirasakannya lebih mudah, namun ketika memasuki tes hari ketiga ia agak terlambat. Soalnya sudah diajarkan, tetapi waktu yang disediakan kurang sehingga menjelang pengerjaan soal selesai ia baru bisa mengumpulkan jawaban tanpa sempat memeriksa hasilnya kembali. Karena kondisi itu pulalah sempat muncul keraguan dalam benaknya tentang kemungkinan ia berhasil meraih medali.
"Saya agak sedikit ragu, sebab waktunya tak cukup," katanya seperti
ditulis Media Indonesia, sembari menjelaskan bahwa untuk ujian itu juri menyediakan waktu 1,5 jam untuk ujian teori pilihan ganda, 1,5 jam untuk ujian essey dan 3,5 jam untuk ujian eksperimen.
Mengenai kepintaran yang ada pada anak sulungnya ini, Sudharma mengungkapkan bahwa William sudah menonjol sejak ia berumur tiga tahun. Pada waktu itu, ia sudah pandai membaca peta, mampu mengetahui banyak hal karena ia sudah bisa membaca buku-buku pintar.
Dan yang lebih unik lagi ia mampu menghafal lagu hanya dengan sekali dengar. "Kita sering dibuat kaget, ia tiba-tiba bisa nyanyi, padahal kita tidak ajarkan, katanya ia dengar lagu itu kemarin," ujar sang ayah.
Kemampuannya itu tidak terpantau lagi manakala ia mulai besar. Ketika ada perlakuan khusus terhadap William menyebabkan kepandaian yang dimilikinya akhirnya mulai tenggelam. Apalagi William juga tidak mendapat perhatian khusus dari sekolahnya.
"Akibatnya, kemampuannya yang menonjol itu pun hanya terlihat biasa-biasa saja," kata sang ayah.
Namun yang sangat menyenangkan buat ayahnya, William tidak terlalu suka jalan-jalan. Ia sangat gemar membaca, terutama buku-buku pintar. Ia juga sangat rajin belajar. Bahkan tanpa disuruh ia sering belajar hingga larut malam.
Di sekolah, William tetap menjadi andalan sekolah, maklum, meski tidak selalu menjadi juara umum di sekolahnya, ia kerap meraih juara kelas. Salah satu hal yang membuatnya bisa terpilih menjadi peserta IJSO ini adalah hobi membacanya yang luar biasa.
(GCM/MI-Hru/B-1)
|