|
|
|
Lintas Berita: Gereja Korban Pengeboman Dibuka Kembali
Glorianet - Dua gereja yang menjadi sasaran aksi penembakan dan peledakan bom oleh orang tak dikenal di Palu, Sulawesi Tengah, sejak dua hari terakhir ini sudah dibuka kembali menjadi tempat pelaksanaan ibadah.
"Sejak Rabu (15/12), pihak aparat telah membuka police line dan mengizinkan umat kristiani melaksanakan ibadah," kata Pendeta Hengky Ompi STh, pimpinan Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Immanuel Palu kepada
Antara dan dilansir Gatra, Jumat.
Ia mengatakan, akibat aksi tindak kekerasan orang tak dikenal pada Minggu malam (12/12), sebagian kaca dan tembok depan gereja yang terletak di Jalan Masjid Raya Palu itu hancur berantakan.
Insiden yang terjadi saat ibadah raya berlangsung mengakibatkan Satpam gereja, Bintijaya (61) cidera berat di kaki kanan dan tangan kiri.
Hingga kini, korban yang mantan anggota TNI itu, masih dirawat di RS Bala Keselamatan Palu.
Ketenganan senada disampaikan Pendeta Arnold Nyawa STh, pimpinan GKST Anuegerah Masomba yang terletak di Jln Manimbaya Palu.
Pendeta Nyawa mengatakan, polisi telah mengizinkan gereja dipergunakan kembali untuk tempat melaksanakan ibadah, sebab proses olah tempat kejadian perkara oleh tim Labfor Mabes Polri sudah selesai.
Sekalipun aparat sudah mengizinkan, namun pihak gereja dalam melaksanakan ritual agama tetap berhati-hati, sebab tidak menuntup kemungkinan para penembak misterius beraksi kembali.
Mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan kembali muncul, Satgas internal gereja setiap malam melakukan penjagaan dibantu sejumlah aparat dari Polda Sulteng dan Polresta Palu.
Akibat aksi penembakan yang terjadi di GKST Anugerah Masomba, dua jemaat mengalami luka tembak yakni Rada Krisna Sane (40) dan Novri (17).
Kedua koban luka tembak itu masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu.
Pasca-penembakan dan peledakan bom di dua gereja di Kota Palu itu, seluruh gereja dan fasilitas vital di ibukota provinsi mendapat pengawasan dan penjagaan ekstra ketat pihak aparat.
(GCM/gatra-TMA,ant)
|