|
|
|
Lintas Berita: Rayakan Pergantian Tahun secara Sederhana
Glorianet - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault meminta dengan sangat kepada hotel-hotel dan panitia-panitia acara malam tahun baru untuk menyelenggarakan acara pergantian tahun secara sederhana. Hendaknya juga diselipkan acara doa dan perenungan bagi rakyat yang tertimpa musibah di Aceh dan Sumatera Utara.
"Jika masih saja ada anggota masyarakat kita yang merayakan malam pergantian tahun dengan pesta besar-besaran, maka dia sudah dapat dikategorikan sebagai manusia-manusia tanpa hati nurani," kata Adhyaksa dalam pertemuan dengan organisasi massa kepemudaan dan kemahasiswaan serta masyarakat olahraga, di Jakarta, Rabu
(29/12) dilansir oleh Suara Pembaruan.
Khusus kepada ormas kepemudaan dan kemahasiswaan serta masyarakat olahraga untuk tidak merayakan malam pergantian tahun dengan pesta besar-besaran, tetapi dengan cara doa bersama di masjid-masjid, gereja-gereja, kuil-kuil, vihara-vihara, dan tempat-tempat peribadatan lainnya agar bangsa Indonesia dijauhkan dari bencana-bencana yang besar.
Bertempat di Posko untuk bantuan kemanusiaan Aceh di Kantor KNPI, obat-obatan senilai Rp 275 juta diserahkan oleh PT Tempo Scan Pacific Tbk untuk selanjutnya disalurkan ke Aceh.
Ketua Umum KNPI Idrus Marham di sela-sela acara penyerahan bantuan itu mengatakan, peristiwa mengenaskan di Aceh ini dapat dijadikan momentum untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia ini satu.
Pada acara pertemuan antara jajaran Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga dengan masyarakat olahraga dan organisasi kepemudaan itu juga diserahkan bantuan dari masyarakat Tenggarong untuk korban Aceh senilai Rp 237 juta.
Adhyaksa juga meminta kepada seluruh eksponen kepemudaan untuk menjadi relawan-relawan yang berangkat ke Aceh guna membantu penguburan masal karena di daerah tersebut kekurangan tenaga manusia.
Doa Bersama
Gelombang simpati dan doa terus mengalir di mana-mana. Di Jakarta, tepatnya di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Rabu malam terlihat sekitar 200 warga Ibu Kota yang turut bergabung dalam doa bersama untuk warga Aceh dan Sumatera Utara yang terkena bencana.
Sambil memegang lilin yang menyala di tangannya masing-masing, wakil-wakil dari komunitas Kong Hu Chu, Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, agama Hindu, Budha, Katolik, Protestan dan Islam memanjatkan doa untuk warga yang tertimpa bencana.
Sebagian di antara peserta doa bersama terlihat keluar dari Plaza Indonesia lalu menyeberang menuju Bundaran HI. Mereka tampaknya secara spontan bergabung dengan para penggagas aksi doa bersama dari Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Korban Gempa dan Tsunami.
Sejumlah artis, seniman, mahasiswa, pekerja sosial dan para aktivis hingga pengamat ekonomi Faisal Basri tampak larut dalam kesedihan. Leonardus, seorang mahasiswa asal Papua malah tampil di atas mobil sambil menyatakan, duka warga Aceh adalah duka rakyat Papua juga.
(GCM/SP-henry.s)
|