|
|
|
Lintas Berita: 1.000 Guru di Aceh Hilang
Glorianet - Gempa bumi dan gelombang tsunami yang melanda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) delapan hari lalu telah menyebabkan hilangnya sekitar 1.000 guru dan 500 unit gedung sekolah. Hancurnya sarana pendidikan ini yang terparah terjadi di Kota Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Aceh Besar.
Demikian penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Anas M Adam kepada
Sinar Harapan, Selasa (4/1), di Banda Aceh. Ia mengakui, data sementara yang diterima menyebutkan 126 sekolah rusak di Banda Aceh dan diperkiraan 600 guru meninggal berdasarkan tempat tinggal. ”Kerugian fisik dan buku mencapai Rp 500 miliar,” kata Anas yang juga kehilangan belasan keluarganya di Banda Aceh itu.
Kepala Dinas Pendidian Aceh itu membenarkan kerusakan sekolah terbesar untuk sementara waktu terjadi di Banda Aceh (126), Pidie (28) dan Lhokseumawe (7). Namun menyangkut kerusakan sekolah, guru atau murid hilang di kawasan Aceh Barat, Anas menyatakan belum menerima laporan.
Anas mengharapkan, musibah ini tidak menjatuhkan semangat belajar. Karena itu, pihaknya sudah menyurati Kepala Dinas Pendidikan Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi dan kabupaten di Aceh yang gedungnya tidak rusak, untuk menerima murid titipan dan pindahan dari Banda Aceh atau kota lainnya yang mengalami tsunami. ”Anak saya sendiri saya titip di Medan karena sekolahnya rata dengan tanah,” ucap Anas yang menjadikan rumahnya yang tidak tertimpa tsunami sebagai posko guru.
Dalam jangka panjang, kata Anas, agar keterpurukan pendidikan tidak anjlok maka akan diadakan guru bantu dan memberikan insentif kelebihan jam mengajar kepada guru, memberikan santunan kepada guru yang meninggal, serta merehabilitasi rumah guru yang hanyut dan rusak.
Sedangkan untuk masa darurat, memberikan bantuan masa panik Rp 500.000 per jiwa, sembako serta memfasilitasi penampungan sementara kepada guru. ”Februari ini, sekolah mulai aktif lagi. Di wilayah yang tidak mengalami musibah, aktivitas berjalan normal,” sebutnya bersemangat.
(GCM/SH-zal/ksa)
|