![]() |
|
|
|
|
|
|
Lintas Berita: Banyak Sekolah di Sleman Butuh Guru Agama Katolik Untuk memenuhi pelayanan pendidikan palajaran agama itu, terpaksa sejumlah guru agama katolik negeri di Sleman mengajar di sejumlah sekolah. "Meski begitu, pemenuhan pelayanan pendidikan mata pelajaran itu belum tercukupi, di Sleman banyak pula tenaga guru agama katolik tidak tetap yang mengajar di sekolah negeri," ujar Kasi Bimmas Katolik Kantor Departemen Agama Sleman, AG Sukardi, Jumat (9/12). Malah, ada seorang guru agama katolik di SD mengajar mengajar di lima SD lainnya. Semula, kata Sukardi, mereka tidak mengeluh, tetapi sejak adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 Oktober 2005, banyak yang mengeluh karena biaya transportasi pulang pergi mengajar meningkat. Di Sleman ada 21 sekolah negeri, terdiri dari enam SD, delapan SMP dan tujuh SMA, yang sangat membutuhkan guru agama katolik negeri. Karena ke 21 sekolah tersebut memiliki banyak siswa katolik, tetapi belum memiliki guru agama katolik. Soal ini sudah dilaporkan ke Kanwil Depag DIY maupun ke Bupati Sleman. "Sebenarnya banyak sekolah di Sleman yang belum memiliki guru agama katolik negeri, namun yang kami nilai mendesak membutuhkan ke 21 sekolah itu," kata Sukardi. Menurut AG Sukardi, di Sleman juga masih banyak lembaga yang belum memiliki tenaga penyuluh atau pendamping agama katolik. Padahal di sejumlah lembaga itu ada sejumlah orang beragama katolik. (GCM/mediaindo-Ant/OL-02)
|