Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Hak Nelayan Harus Dibela, kata Misionaris

Sri Paus Kecam Kekerasan di Media Massa

Warga Kremil Memperingati Kenaikan Yesus

Tokoh Ekumenikal: Penginjilan Tidak Boleh Menyebabkan Kebencian

Salib – Masih Kebodohan Bagi Banyak Orang






Lintas Berita: Hak Nelayan Harus Dibela, kata Misionaris


Glorianet -
Seorang misionaris yang bekerja dengan para nelayan di Taiwan mengadakan kunjungan ke pusat-pusat bahari di Indonesia untuk memupuk hubungan yang lebih baik.

Berbicara pada sebuah pertemuan misionaris global yang diadakan di Indonesia bulan lalu, Rev Zaidarzhauva menekankan pentingnya kerjasama internasional untuk membantu nelayan karena banyak masalah yang sering dihadapi nelayan di perairan asing.

Ia kemudian mengunjungi Bali dan Jakarta, dan bertemu dengan sebuah organisasi maritim untuk mendiskusikan permasalahan bahari di Indonesia.

Nelayan Taiwan sering menangkap ikan di perairan Indonesia. Terdapat hukum yang mengatur di mana nelayan setiap negara boleh menangkap ikan secara legal dan nelayan yang menyimpang dari wilayah yang telah ditentukan.

Banyak kapal yang tidak sengaja melewati batas, kadang kapten kapal mengambil resiko, dan ada kasus dimana bajak laut mengejar kapal penangkap ikan sehingga melewati batas.

Menurut Council for World Mission, denda membawa penghasilan yang lumayan bagi pihak Indonesia, sementara kapten dan krunya beresiko ditahan. Umumnya kru kapal kemudian dibebaskan.

Kunjungan Zaidarzhauva ke Papua mempertemukan dia dengan gereja-gereja lokal, gereja-gereja Cina dan pusat-pusat bahari setempat. Dia juga bertemu dengan penduduk setempat di Bitung. "Kami ingin punya hubungan yang kuat dengan mereka," katanya. "Kita harus membagi informasi tentang tahanan dan bagaimana kita dapat membantu mereka."

Sampai sekarang tidak ada hubungan khusus antara pusat bahari di Indonesia dan di Taiwan. "Namun kita harus sering mengadakan kontak dengan pusat-pusat bahari di negara lain," tambahnya. (GCM/Kristianipos-Council for World Mission)