Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Kedewasaan Beragama Diwujudkan Lewat Sikap Toleransi

Polisi Siap Amankan Lembah Karmel

Indonesia Akan Alami Banyak Pencurahan Roh Allah

Gereja Batak Pertama di Jakarta

Paus Tunjuk Kepala Baru Kantor Dialog Muslim






Lintas Berita: Kedewasaan Beragama Diwujudkan Lewat Sikap Toleransi


Glorianet -
Aksi massa memprotes kegiatan ziarah di Lembah Karmel merupakan bentuk ketakutan yang berlebihan. Ketakutan itu adalah ungkapan ketidakdewasaan dalam beragama.

"Kedewasaan dalam beragama itu terwujud dalam sikap toleransi dan menghargai," kata mantan Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Syafii Maarif kepada SP di Jakarta, Senin (23/7), ketika dimintai pendapatnya terkait aksi yang dilakukan sekelompok massa terhadap kegiatan pertemuan umat Katolik Internasional di Lembah Karmel, Cianjur, Jawa Barat.

Menurut Buya, demikian tokoh Muhammadiyah kharismatik ini biasa dipanggil, seharusnya aparat penegak hukum berani mengambil tindakan tegas terhadap upaya yang mengarah kepada kekerasan, apalagi dengan menggunakan simbol-simbol keagamaan. "Islam adalah agama damai dan kasih. Tidak sepantasnya dijadikan pembenaran untuk menentang atau tidak menyukai sesuatu dengan cara-cara membuat orang takut. Apalagi hal itu digunakan kepada saudara sebangsa dan setanah air," ujar Syafii.

Seperti diketahui, sekitar 2.000 orang dari Cianjur, Bandung, Tasikmalaya, dan Jakarta mendatangi lokasi Lembah Karmel di Kampung Babakan Hilir, Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi, Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Mereka memprotes rencana Konferensi Tritunggal Mahakudus di pusat ziarah keagamaan tersebut, 24-29 Juli 2007 mendatang.

Aksi massa tersebut dimulai dengan konvoi yang dilakukan dari Masjid Siti Hajar sekitar satu kilometer dari lokasi Lembah Karmel usai salat Jumat. Massa tidak berhasil menembus lokasi karena diadang polisi yang berjaga di pintu gerbang. Di tempat tersebut, massa melakukan orasi memprotes pelaksanaan konferensi tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Benny Susetyo Pr mengatakan, massa mempersoalkan izin kegiatan. Padahal tempat ziarah Lembah Karmel sudah berada dan berkegiatan di Cikanyere sejak lama. Menurut dia, isu yang diyakini massa, Karmel menjadi pusat penginjilan di Asia sangat tidak benar. Padahal, tempat tersebut untuk pertapaan dan retret yang biasa digunakan untuk berdoa dan menenangkan diri.

Dia mengatakan, masyarakat yang tinggal dekat Lembah Karmel tidak terganggu dengan kegiatan ziarah. Bahkan masyarakat menolak jika tempat ziarah itu ditutup. (GCM/SPembaruanWeb-E-5)