|
|
|
Lintas Berita: Seminar The Impact of Theology for Spiritual Life
Glorianet - Pada hari Senin, 20 Agustus 2007 di kampus baru STT
Amanat Agung di jalan Kedoya Raya No. 18, Jakarta Barat diadakan
peresmian kampus baru dan seminar The
Impact of Theology for Spiritual Life dengan mengundang Prof. Rev. Simon Chan, Ph.D dari Trinity Theological College (TTC)
di Singapura. Prof. Simon
Chan adalah dosen Teologi Sistematika dan juga mengajar mata kuliah
Liturgical Education. Buku beliau yang sudah diterjemahkan yaitu Spiritual
Teologi oleh Andi Offset, Jogjakarta. TTC adalah salah satu STT
terbaik di Singapura selain SBC (Singapore Bible College) dan FEBC (Far
Eastern Bible College). TTC didirikan oleh 3 denominasi gereja yaitu
Presbyterian, Anglican dan Protestant.
Seminar yang bertema Dampak Teologi bagi Kehidupan Rohani ini diikuti oleh
lebih kurang 220 orang peserta hamba Tuhan, aktivis, dan mahasiswa teologi
dari berbagai gereja dan denominasi. Fenomena
Menarik
Yang
menarik adalah Prof. Simon Chan mengaku bahwa beliau sendiri dari latar
belakang denominasi Assembly of God hingga kini (di Indonesia dikenal
dengan GSJA: Gereja Sidang Jemaat Allah). Namun beliau mempelajari dan
mengajarkan pentingnya Liturgi dalam Ibadah Kristen. Menurut Prof Chan,
beberapa gereja Pentakosta dan Karismatik di Amerika dan beberapa Negara
Eropa kini sudah mulai kembali kepada ibadah bersifat Liturgi. Acara
yang dibuka oleh Rektor STT Amanat Agung (STTAA), Yohanes Adrie Hartopo, Ph.D
ini memberi wawasan baru bagi para peserta tentang Dampak belajar Doktrin
yang bersumber dari Kebenaran Alkitab bagi kehidupan sehari-hari. Diadakan
juga pameran buku dalam seminar ini yang diikuti oleh penerbit Momentum,
Gloria Graffa, STTAA, dan PPA. Gedung kampus baru ini berdiri cukup megah
dan nantinya diharapkan para mahasiswa dan dosen dapat menempati dan
belajar di Gedung yang baru ini. Gedung lama di daerah perumahan
Grenville. Penulis sempat memperhatikan perpustakaan Kampus Baru ini.
Meski jumlah koleksi buku sudah cukup banyak, namun masih dalam tahap
dirapikan penataannya. Dengan tiga sesi yang cukup
padat, terlihat antusiasme para peserta dengan banyak penanya yang
bertanya di akhir sesi 3. Khotbah atau seminar sesi 2 dan 3 ini
diterjemahkan oleh Pdt. Paulus Kurnia yang juga dosen STTAA. Gaya beliau
yang kocak dan kadang kurang tepat dalam penerjemahan membuat suasana
seminar menjadi hidup dan penuh kekeluargaan. Seusai acara penulis sempat
berbicara dengan beliau dan banyak peserta yang juga saling berkomunikasi
atau sharing antar peserta baik di sela makan siang maupun Tea Time. Beberapa
STT pilihan bagi Calon Hamba Tuhan
Bagi para calon hamba Tuhan yang ingin mengenyam pendidikan Teologi
yang Alkitabiah, beberapa STT berikut bisa jadi masukan yaitu: GITS
(Graphe International Theological Seminary) yang mempunyai motto Singing
is the Queen and preaching is the King, STT Amanat Agung yang saat
ini dikelola SAAT yang didirikan oleh Gereja Kristus Yesus (GKY dulu
GKJMB), STTRII (Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia). Ketiga
STT ini berada di Jakarta. Selain itu yang sudah sangat lama berdiri yaitu
SAAT Malang dapat menjadi pilihan bagi para calon mahasiswa Teologi yang
menerima panggilan Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan. Untuk diketahui pada
tanggal 30 Oktober-2 November nanti, SAAT Malang akan mengadakan RETREAT
DOKTRINAL dalam rangka mengingat 750 tahun REFORMASI yang dilakukan Martin
Luther. (GCM/dede wijaya)
|