|
|
|
Lintas Berita: Orang-orang Kristiani Disarankan untuk Mendoakan Kaum Muslim Selama Bulan Ramadan
Glorianet - Orang-orang kristiani disarankan untuk mendoakan kaum
Muslim selama Ramadan, bulan suci umat Islam, yang dimulai pada hari Rabu di beberapa negara.
Selama bulan Ramadan, kaum Muslim di seluruh dunia akan menjalani puasa, berdoa, beramal, dan berusaha sebaik mungkin menjalankan ajaran agama Islam. Dari subuh hingga senja, kaum Muslim diwajibkan untuk tidak makan, minum, dan bersetubuh. Mereka juga berusaha untuk mengelola emosi, misalnya kemarahan, keinginan, keserakahan, nafsu, sikap kasar, dan kebiasaan bergosip dalam upaya mengendalikan diri sendiri.
"Dengan adanya topik tentang Islam di berita yang disiarkan hampir setiap malam, sekarang saatnya kita mulai berdoa semoga kaum Muslim semakin dekat kepada-Nya," tulis Greg Yoder, direktur eksekutif Mission Network News, yang mengatur upaya doa bagi umat Muslim.
Sammy Tippit, seorang penginjil yang berkonsentrasi untuk menjangkau kaum Muslim, menjelaskan arti penting mendoakan kaum Muslim selama bulan Ramadan.
"Saat di mana orang-orang mencari sesuatu yang bermakna adalah ketika mereka berpuasa dan terdorong menuju segala hal yang berbau rohani," kata Tippit menurut versi MNN. "Dan sesuatu yang bermakna itu adalah Tuhan--rasa lapar dan haus akan Tuhan. Dan selama masa Ramadan ini, kebanyakan orang akan memimpikan Yesus."
Beberapa mantan orang Muslim yang tinggal di daerah yang belum tersentuh orang kristiani dan tidak memiliki kesempatan untuk mendengar tentang Injil berkata bahwa mereka bermimpi dan mendapatkan penglihatan akan Yesus. Hal itu mendorong mereka untuk mencari informasi lebih banyak tentang Yesus Kristus, yang akhirnya membuat mereka memutuskan untuk menjadi kristiani.
"Seorang suami bermimpi tentang Yesus. Ia beberapa kali memimpikan Yesus. Kemudian, pada suatu malam anak laki-lakinya mendekatinya dan berkata, 'Ayah, Tuhan memberitahuku kalau Yesus adalah Anak Allah.' Ayah itu langsung berlutut dan menyerahkan hidupnya kepada Kristus," kenang Tippit.
Menurut Brother Andrew, pendiri pelayanan kristiani "Open Doors" dan penulis buku yang segera terbit "Secret Believers: What Happens When Muslims Believe in Christ" [Orang Percaya yang Tersembunyi: Apa yang Terjadi Ketika Kaum Muslim Percaya kepada Kristus], bagaimanapun ada tantangan yang harus dihadapi orang kristiani dewasa ini, berupa "citra musuh" yang diberikan kepada orang Muslim yang mereka ciptakan sendiri.
"Kami mengkhawatirkan para fundamentalis. Kami takut dengan konsekuensi bahwa negara Islam mengembangkan penggunaan senjata nuklir. Kami khawatir dengan emigrasi orang-orang Muslim ke negara Barat, mengambil alih lingkungan kita, dan memaksakan hukum syariah. Bukankah itu yang membuat kita takut terhadap mereka?" ia mengungkapkannya saat jumpa pers di kantor Open Doors, Inggris Raya hari Kamis yang lalu.
"Atau mungkin alasan sesungguhnya kita takut terhadap kaum Muslim adalah karena kita belum mau mengatakan bahwa 'Allah mengasihimu,'" lanjut Brother Andrew. "Apakah kita memandang para anggota al-Qaeda atau Hamas berpotensi sebagai Bait Roh Kudus? Mereka tidak akan menjadi Bait Roh Kudus jika kita tidak mendoakan mereka dan jika seseorang yang telah memiliki Kristus dalam hatinya tidak mendekati mereka."
Brother Andrew telah memanggil orang-orang percaya untuk bergabung dalam kelompok "jihad" yang baru--kelompok yang berpegang teguh pada pengampunan, kasih yang radikal, dan doa yang pantang menyerah.
"Kita harus berkomitmen untuk ikut serta dalam perang rohani ini, yang dimulai dengan berperang dalam medan pertempuran doa," demikian ia memaparkan buku barunya yang akan segera terbit.
Bagi kaum Muslim di beberapa negara, seperti Libya, bulan Ramadan dimulai hari Rabu. Sedangkan kebanyakan negara Timur Tengah (Mesir, Iran, Arab Saudi, Yordan, Kuwait, Lebanon, Qatar, dan Uni Emirat Arab) akan memulai bulan Ramadan mereka pada hari Kamis. Afghanistan juga menyatakan kalau mereka akan mulai bulan suci tersebut pada hari Kamis.
(GCM/Christianpost-Jennifer Riley/Eric Young)
|