Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Tokoh Agama: Sambut Natal, Fragmen Sinterklas Perlu Dikaji Ilmiah

Berteologi dengan Spirit dan Nalar

Orang-orang Kristiani Disarankan untuk Mendoakan Kaum Muslim Selama Bulan Ramadan

Harvard Kembalikan Lonceng Biara Moskow

41 Terdakwa Kasus Malang Divonis Lima Tahun Penjara






Lintas Berita: Tokoh Agama: Sambut Natal, Fragmen Sinterklas Perlu Dikaji Ilmiah


Glorianet -
Tidak lama lagi umat Kristiani merayakan Natal. Namun menurut tokoh agama Katolik Sulawesi Utara Pastor Fred Tawaluyan, fragmen sinterklas di daerah itu perlu dikaji secara ilmiah.

"Seperti di daerah kita saat ini fragmen sinterklas menjadi ajang untuk memberi kado kepada anak-anak sambil menakut-nakuti anak kecil. Yang perlu dicermati saat ini apakah hal ini mempunyai nilai pedagogis yang mendewasakan? Untuk itu perlu dikaji secara ilmiah, namun sebagai wacana memberi warna tertentu dalam suasana Natal tentu bisa diterima," katanya, Kamis, Harian Komentar memberitakan.

"Memang kalau kita cermati saat ini sebagai bentuk kasih sayang kepada anak-anaknya, biasanya orang tua memberikan hadiah lewat sinterklas dan untuk menasehati agar tidak nakal serta bandel kepada orang tuanya," ucapnya.

Menurut Ketua Mabag Sulut, Yan Sumakul, umat Kristiani melakukan puasa dan lebih banyak mendekatkan diri kepada Tuhan, apalagi perayaan Natal bukan suatu pemborosan tetapi sebagai pesta kesederhanaan dan kerendahan hati.

"Jangan kita memaknai Natal dengan pemborosan tetapi dengan kesederhanaan dan lebih kepada pendekatan iman karena, sesungguhnya Natal adalah pesta iman yang diungkapkan dengan berbagai bentuk dan cara serta perayaan manusiawi yang menonjolkan persiapan jasmani /lahiriah," katanya.

Ia mengatakan dimana Tuhan ingin lahir dalam pembaharuan iman dan sikap iman yang konkret, karena itu Natal haruslah real, konkret dan aktual. Bukan liturgi saja tetapi, Natal adalah kelahiran baru setiap saat di setiap tempat, kegiatan dan suasana.

"Untuk itu kita atur sedemikian rupa kehidupan kita. jangan banyak melakukan sifat hura-hura tetapi, lebih ke hal yang bersifat kesederhanaan dan hemat," kata Sumakul.

Sebab, kesederhanaan dan hemat lebih banyak nilai positif ketimbang negatif, katanya. (GCM/Kristianipos)