|
|
|
Lintas Berita: Tokoh Agama: Sambut Natal, Fragmen Sinterklas Perlu Dikaji Ilmiah
Glorianet - Tidak lama lagi umat Kristiani merayakan Natal. Namun
menurut tokoh agama Katolik Sulawesi Utara Pastor Fred Tawaluyan, fragmen
sinterklas di daerah itu perlu dikaji secara ilmiah.
"Seperti di daerah kita saat ini fragmen sinterklas menjadi ajang
untuk memberi kado kepada anak-anak sambil menakut-nakuti anak kecil. Yang
perlu dicermati saat ini apakah hal ini mempunyai nilai pedagogis yang
mendewasakan? Untuk itu perlu dikaji secara ilmiah, namun sebagai wacana
memberi warna tertentu dalam suasana Natal tentu bisa diterima,"
katanya, Kamis, Harian Komentar memberitakan.
"Memang kalau kita cermati saat ini sebagai bentuk kasih sayang
kepada anak-anaknya, biasanya orang tua memberikan hadiah lewat sinterklas
dan untuk menasehati agar tidak nakal serta bandel kepada orang
tuanya," ucapnya.
Menurut Ketua Mabag Sulut, Yan Sumakul, umat Kristiani melakukan puasa dan
lebih banyak mendekatkan diri kepada Tuhan, apalagi perayaan Natal bukan
suatu pemborosan tetapi sebagai pesta kesederhanaan dan kerendahan hati.
"Jangan kita memaknai Natal dengan pemborosan tetapi dengan
kesederhanaan dan lebih kepada pendekatan iman karena, sesungguhnya Natal
adalah pesta iman yang diungkapkan dengan berbagai bentuk dan cara serta
perayaan manusiawi yang menonjolkan persiapan jasmani /lahiriah,"
katanya.
Ia mengatakan dimana Tuhan ingin lahir dalam pembaharuan iman dan sikap
iman yang konkret, karena itu Natal haruslah real, konkret dan aktual.
Bukan liturgi saja tetapi, Natal adalah kelahiran baru setiap saat di
setiap tempat, kegiatan dan suasana.
"Untuk itu kita atur sedemikian rupa kehidupan kita. jangan banyak
melakukan sifat hura-hura tetapi, lebih ke hal yang bersifat kesederhanaan
dan hemat," kata Sumakul.
Sebab, kesederhanaan dan hemat lebih banyak nilai positif ketimbang
negatif, katanya. (GCM/Kristianipos)
|