|
Turut Mencicipi Kesenangan Tuhan
Oleh: Derek Prince
Betapa
berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung
dalam naungan sayap-Mu. Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di
rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.
Mazmur 36:7-8
Betapa indahnya
gambaran yang diberikan di sini mengenai kemurahan dan kebaikan
Tuhan terhadap kita, umat-Nya! Mula-mula kita datang kepada-Nya
karena adanya suatu kebutuhan yang perlu dipenuhi. Kita
menghampiri-Nya untuk mendapat perlindungan karena kita dalam
keadaan susah dan tidak dapat mengatasi sendiri masalah-masalah
kita. Kita berlindung di bawah naungan sayap-Nya. Namun sesudah
berada di bawah naungan-Nya, kita mendapati bahwa Ia ternyata telah
menyediakan bagi kita lebih daripada sekedar perlindungan. Ia telah
menyediakan kelimpahan untuk kita. Kita berpesta dan mengenyangkan
diri dengan “lemak”
kelimpahan yang terdapat di rumah Tuhan.
Tetapi bukan itu
saja, Ia juga memberi kita minum dari “sungai kesenangan”-Nya.
Perhatikanlah hal-hal yang tercakup di dalamnya. Tuhan tidak memberi
kita minum dari “sungai kesenangan” kita sendiri, melainkan
“sungai kesenangan”-Nya. Ia membagikan kepada kita hal-hal yang
menjadi kesenangan-Nya. Ada perbedaan yang amat besar antara hal-hal
yang menyenangkan diri kita dengan hal-hal yang menyenangkan Tuhan.
Hal-hal yang menyenangkan Tuhan itu selalu bersifat suci,
menguatkan, memperbaiki dan benar-benar baik. Di lain pihak ada
banyak hal yang berbahaya dan merugikan yang justru dinikmati dan
didambakan oleh “daging” kita. Salah satu contoh yang nyata
adalah kebiasaan merokok. Begitu banyak orang mendapatkan kenikmatan
dari merokok, tetapi sekarang kita tahu bahwa hal itu sangat
berbahaya untuk kesehatan, karena dapat menimbulkan kanker dan
penyakit jantung.
Kesenangan-kesenangan
Tuhan sama sekali tidak ada sisi negatifnya. Semuanya baik
semata-mata. Tidak ada unsur-unsurnya yang merugikan. Makin banyak
kita minum dari kesenangan Tuhan makin banyak hal-hal baik yang akan
kita peroleh.
Tuhan mengundang kita
untuk menikmati kelimpahan dan kesenangan-Nya. Betapa menyedihkan
jika kita menolak tawaran-Nya itu dan lebih menyukai
kesenangan-kesenangan daging yang akhirnya akan merugikan diri kita
sendiri! Marilah kita menumbuhkan dan mengembangkan selera akan
perkara-perkara yang menjadi kesenangan Tuhan.
Tanggapan Iman:
Tuhan,
kumohon agar Engkau menyucikan seleraku, supaya aku juga dapat
menikmati hal-hal yang merupakan kenikmatan bagi-Mu.
Derek
Prince
|