Jonathan Goeij

Jonathan Goeij lahir, tumbuh, dan besar di kota Surabaya. Ia dibesarkan dalam keluarga yang agnostik--antara percaya dan tidak pada Tuhan.

Pada usia 10 tahun, ibunya meninggal dunia dan seorang kerabat kemudian tinggal beberapa bulan bersama mereka untuk membantu merawat ia dan saudara-saudaranya. Oleh kerabatnya inilah ia setiap minggu diajak ke gereja untuk mengikuti Sekolah Minggu.

Singkat cerita, pada saat ia sedang menjalani masa kuliah, ayahnya menderita penyakit kanker paru-paru. Dengan berat hati, ia mengambil keputusan untuk meninggalkan kuliah dan bekerja untuk menopang biaya hidup keluarga. Sepeninggal ayahnya, ia tak kembali mengecap bangku kuliah.

Tahun 1998, ia mengambil keputusan untuk pergi ke Amerika untuk menikmati kehidupan yang tenang dan merasakan suasana yang demokratik. Di negara ini ia menerima gemblengan yang luar biasa dari Tuhan. Banyak perombakan yang dilakukan, terutama sekali keakuan dan sifat feodal yang umumnya ada pada diri orang Indonesia, dikikis habis-habisan. Semua pengalaman berharga itu nantinya akan ia tuangkan secara berkala dalam tulisan-tulisan kolom di Gloria Cyber Ministries.

Di Amerika, ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Ia sekaligus mengambil dua jurusan, Business Real Estate untuk menunjang bisnis di sana, dan Political Science agar sedikit mengetahui tentang politik dan agar tidak selalu menjadi kambing hitam.

  • PDF
  • Cetak

Wan-nien-li

Penilaian Pengunjung: / 16
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:55
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij

Tiongkok kuno adalah sebuah negara agraria, ekonominya berlandaskan pada agrikultur. Suatu hal yang penting sekali bila petani dapat tahu terlebih dahulu kapan salju akan mencair dan pengaruhnya pada ketinggian permukaan air sungai dan kanal, kapan awal dan akhir musim penghujan. Pengetahuan seperti ini membuat para petani mampu menanam tanaman mereka pada saat yang tepat. Sebuah system calendar yang dapat dengan tepat memberi tahu masa pergantian musim menjadi sangat vital. Pada masa itu penyusunan calendar menjadi hak danjuga kewajiban pemerintah, karena calendar juga berdasar pada pergerakan putaran benda-benda angkasa, ilmu astronomy menjadi berada dalam kontrol kerajaan.

Selanjutnya: Wan-nien-li

  • PDF
  • Cetak

Kebebasan Beragama

Penilaian Pengunjung: / 6
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:54
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Kebebasan beragama bukanlah diberikan oleh pemerintah, melainkan merupakan anugerah Tuhan untuk semua umat manusia.

            Demikianlah pernyataan Pdt. DR(HC) Stephen Tong dalam menjawab pertanyaan salah seorang pengunjung yang menanyakan tentang kebebasan beragama di Indonesia dalam sesi tanya jawab pada hari ketiga Kebaktian Kebangunan Rohani di Los Angeles yang diadakan dikota Artesia tanggal 25-27 Oktober barusan. Dengan jawabannya ini, Pdt. Tong mengartikan bahwa kebebasan beragama merupakan hak asasi setiap manusia yang sudah melekat pada dirinya sejak lahir, bukannya diberikan oleh pemerintah yang merupakan kemauan politik.

Selanjutnya: Kebebasan Beragama

  • PDF
  • Cetak

Mata

  • Sabtu, 18 April 2009 12:54
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Mataku terpaku menatap gadis itu. Gadis itu berambut panjang, melangkah lebar disepanjang trotoar jalan. Lincah dan gesit, cepat sekali jalannya, aku harus mempercepat langkahku untuk bisa mengikutinya. Gadis itu sebenarnya tidaklah cantik, gemuk malah setidaknya menurutku. Tetapi mataku seakan terpaku melihatnya, dan tanpa sadar aku mengikuti ayunan langkahnya. Ditangan gadis itu ada sebuah tongkat aluminium, pada ujung tongkat ada sebuah bola kecil berwarna merah. Ya betul, mata gadis itu buta.

Selanjutnya: Mata

  • PDF
  • Cetak

Arnold, Calon Presiden, dan HIV

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 12:53
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
“Arnold punya keberanian”, kata John Wuo kepadaku saat kami ngobrol-ngobrol sambil berdiri dipekarangan dalam rumah Dr. Irawan. John Wuo adalah mantan mayor (walikota) Arcadia, sekarang menjabat sebagai City Council. John Wuo adalah salah seorang dari para imigran Asia yang mengabdikan diri melayani kepentingan masyarakat, dan merupakan salah seorang pejabat favoritku. Kami kongkow-kongkow dengan bebas sekali tanpa jarak, jauh sekali bedanya bila dibandingkan dengan para pejabat Indonesia.

Selanjutnya: Arnold, Calon Presiden, dan HIV

  • PDF
  • Cetak

The Passion, Pemilu, dan Aedes Aegepty

  • Sabtu, 18 April 2009 12:52
  • Ditulis oleh Jonathan Goeij
Film The Passion of The Christ telah diputar beberapa minggu lamanya, tetapi gaung pembicaraan tentang film ini tak kunjung pudar. Sekilas menurut berita AOL News film ini telah meraup US$350 million hanya sampai perputaran minggu ketiga dan tentu masih akan meraup lebih banyak lagi uang pada minggu-minggu berikutnya, mungkin sampai sekian tahun lagi tidak akan ada film yang mencapai sukses The Passion. Dunia perfilman di Hollywood gempar, rasa-rasanya - demikian dugaanku -segera akan menyusul berbagai produksi film yang bertema keagamaan. Sayangnya film ini kelihatannya tidak akan diputar di Indonesia, tetapi VCD dan DVDnya sudah banyak beredar dan bisa disewa diberbagai video rental, hal yang ajaib sekali karena di Los Angeles bahkan di Blockbuster yang biasanya paling cepat menyewakan DVD baru film ini belum ada disana, betapa kreatifnya orang-orang Indonesia. Sementara dana kampanye Presiden Bush yang dikumpulkan selama sekian tahun seperti yang diberitakan KTLA 5 baru mencapai jumlah $110 million, hanya sekitar sepertiga perolehan The Passion yang hanya tiga minggu lamanya. Apalagi kalau dibandingkan dana kampanye John Kerry sang calon presiden dari partai Democrat yang hanya sebesar $3 million.

Selanjutnya: The Passion, Pemilu, dan Aedes Aegepty

Halaman 1 dari 10