|
Autumn In My Heart
Oleh: Grace Suryani
Hihihi … Judulnya kayak drama serial
Korea
yah Guys : D Emberr … Sekarang ini emank lagi autumn, alias musim
gugur. Dari semua musim, saya emank paling suka musim gugur. Bukan
karena sok romantis guys tapi karena alasan-alasan yang logis dan
rasional! Ceillaaa …
Pertama
musim gugur tuh hawanya passs bgt. Angin sepoi-sepoi, dingin-dingin
empuk gitu lohhh … Musim-musim laen saya ngga suka, musim
dingin, kedinginan. Musim panas, kepanasan. Musim semi pun saya ngga
suka. Masih dingginnn trus sering ujan : (( Kedua, pas musim
gugur malem bisa tidur tanpa AC, dan tanpa heater *hemat listrik*
tapi tetep pake selimut. Soalnya hawanya ademm … ketiga duit yg
biasa buat bayar listrik bisa dialokasikan ke bagian laen, belanja
bajuuuu!!! Hahahaha. Saya suka banget baju-baju musim gugur. Karena
modelnya keren, anggun, berkelas en ngga buka-bukaan. Gila kali org
yang masih pake you can see di musim gugur!!
Tapi
sayangnya guys, bersamaan dengan daun-daun yang berguguran, begitu
pula serpihan hati saya bertaburan *wueeekk … saya ngga cocok
nulis yang romance2 begitu hahahaha* Saya juga bingung, kenapa
justru di saat musim yang paling saya suka, saya selalu patah hati!
Kenapa ngga pas musim panas gitu loh … biar sekalian kalau mau
emosi. Huehehe. *Tuhan, tahun depan semester musim gugur itu
semester terakhir saya di
China
loh … so kalau boleh biarkan saya menikmati musim kesukaan saya
dengan hati yang riang gembira situasi yang aman damai tenteram
dan bukan dengan penuh serpihan kayak tahun ini dan tahun lalu.
Pleeeaseee donk Tuhan ; D*
Tahun
kemaren, pas musim gugur juga (pas bulan-bulan begini juga), saya
patah hati. Tahun kemaren mah kelas berat punya! Saya baru
sadar juga baru-baru ini, pas saya baca-baca arsip tulisan saya
*Ketika Impian Sirna*. Eh ternyata tahun kemaren begini juga. Lebih
parah malah. Tahun ini, sekalipun rada gimana tapi meminjam istilah
pak Harto, “situasi aman dan terkendali” hehehe.
Yah
begitu guys, jadi saya sambil melihat daun-daun berguguran, kadang
jadi kebawa mellow sendiri. En jadi bertanya, kenapa ya mesti
berguguran?? Kenapa ngga bisa mekar terus sepanjang tahun? Kenapa
harus mati ketika musim dingin datang … tidak bisakah ia tumbuh
terus??
Pas
lagi mikir gitu, tiba-tiba saya inget kata-kata di buku pelajaran
saya, kutipan dari penyair Inggris Percy Bysshe Shelley “ji ran
dong tian dao le, chun tian hai hui yuan ma?” (ketika musim dingin
sudah tiba, bukankah itu artinya musim semi akan segera datang?)
Sorry guys, saya ngga nemu kata2 aslinya di dalam bahasa Inggris
jadi kalau terjemahannya rada ngawur harap maklum : p
En
saya ngerasakan damai Tuhan yang hangat di dalam hati saya. Musim
gugur harus datang, daun-daun harus berguguran, harus mati untuk
sementara selama musim dingin. Tapi setelah musim dingin berlalu,
salju mencair, musim semi datang … daun-daun pun kembali tumbuh.
Ketika musim dingin datang, itu artinya musim semi sudah di depan
mata.
Guys,
ketika musim gugur datang, musim dingin di depan mata, jauh
lebih baik bagi daun-daun itu untuk berguguran … karena ia tidak
akan dapat bertahan melawan dinginnya musim dingin, ia justru akan
lebih menderita kalau ia dipaksa tetap hidup melawan ganasnya angin
musim dingin. Lebih baik jika ia mati.
Tuhan
mungkin keliatan seperti Allah yang kejam, ketika Ia membuat
daun-daun itu berguguran dan mati … tapi sesungguhnya Ia
melindungi daun-daun itu, melindungi pohon itu. Demikian juga dengan
saya, ada saatnya ketika saya tergoda untuk marah dengan Tuhan,
Tuhan keliatan seperti Allah yang kejam, tapi ketika saya inget
daun-daun itu, saya tahu … Tuhan lakukan itu untuk kebaikan saya.
Guys,
kalian yang ngga pernah mencicipi musim dingin, mungkin rada sulit
untuk membayangkan sekejam apa ‘angin musim dingin’. Musim
dingin tempat saya juga ngga sedingin di kutub, tapi saya tau apa
itu namanya ‘angin musim dingin’. Itu angin yang kejam, angin
yang bisa menembus bajumu dan masuk ke dalam tulang-tulangmu. Dan
dari angin yang kejam itu, Tuhan mau melindungi daun-daun itu. Kalau
Tuhan aja ‘peduli’ dengan daun-daun itu, masak Dia tidak peduli
dengan saya?!?!
Beberapa
hari yang lalu saya chatting dengan dede saya, dan dia bilang,
“cik, ketika Tuhan mengoyak impian kita sekalipun kita tahu Ia
menyediakan yang terbaik, it’s still hard and hurt” Yah guys,
sekalipun saya tau kebenarannya, tapi itu tetep sakit, tetap berat.
But dengan berlalunya waktu, saya tau … it’s hard, it’s hurt
but it’s good.
Sekalipun
saat ini rasanya saya masih terombang ambing, tapi saya percaya
suatu saat kelak saya akan bisa melihat masa-masa ini dengan
senyuman. Saya akan bisa menoleh ke masa ini, mengenang daun-daun
yang berguguran dengan hati yang penuh ucapan syukur. Karena saya
percaya sekalipun saya membiarkan daun-daun itu gugur dan mati, akan
ada musim semi yang cerah dan hangat di depan saya.
hatiku,
tidurlah yang nyenyak selama musim dingin
jangan mencoba bangun sebelum waktunya
kau akan kedinginan …
sabarlah di dalam tidurmu,
tunggulah sampai Tuhan sendiri yang membangunkanmu
dengan matahari musim semi
“Kusumpahi
kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi
rusa-rusa betina di
padang
: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum
diingininya” Kidung Agung 2 : 7
China,
24 Oktober 2005
|