Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 1437 kali







After “When It’s Over”
Oleh: Grace Suryani


What happen after “when it’s over”? Apa yang terjadi setelah broken heart, setelah putus, setelah sebuah kisa berakhir?  

Guys, tulisan di bawah ini bukan tulisan saya. Ini tulisan sahabat saya yang baru putus. Dia salah satu dari 10 org teman saya yang putus waktu liburan kemaren. En dia mau share apa yg terjadi after “when it’s over”

Broken Heart?!?!

Broken heart … ­ada gak sih orang yang nggak pernah ngalamin broken heart? Kayaknya jarang ya. ­Perlu diketahui aja, baru-baru ini aku ngrasain itu.

Proses jadian kami bisa dibilang cukup singkat, cuma makan waktu 2 bulan (waktu liburan musim panas). Dari awal kami tahu resiko hubungan jarak jauh yang harus kami jalani kalo saat itu kami mutusin ngambil komitmen buat jalan bareng (ya, bahasa gaulnya pacaran lah) tapi...yaah …­namanya juga orang lagi kasmaran : D  Waktu itu yang ada di pikiran kami,selama masih ada perasaan yang sama dan komunikasi, apapun pasti bisa kita lewati, jadi singkat kata kamipun mulai menjalin “hubungan khusus” itu!

Dia bukan orang pertama yang punya hubungan khusus sama aku, tapi dia orang pertama dimana aku sempet merasa yakin, bahwa dengan dialah aku pengen menghabiskan sisa hidupku¡. (ceileee­) tapi ternyata Tuhan berkehendak lain...

Sempat beberapa waktu setelah aku menjalin hubungan dengannya, teman-temanku tanya “Apa kamu pernah mikir seandainya kalian harus pisah?”, mereka lihat aku begitu memusatkan seluruh perhatianku untuk hubungan kami, jadi mereka sempet khawatir kalo seandainya aku nggak bisa nerima kenyataan kami harus pisah. Waktu itu aku jawab, “Sampai saat ini aku merasa dia yang terbaik, tapi kalo memang kami harus pisah, berarti ada yang lebih baik yang sudah Tuhan sedia¡in buat aku”

Liburan musim panas berikutnya, perpisahan benar-benar terjadi... Hubungan kami berakhir¡­.Aku merasa sakit hati dan kecewa yang luar biasa, ada juga perasaan marah. ­Awalnya aku sangat sulit untuk menerima, tapi aneh¡, hal itu tidak berlangsung lama, aku merasa lebih kuat dari yang aku sendiri bisa bayangkan. Aku mulai bisa mengontrol diri dan waktu aku ingat pernyataan yang pernah kusampaikan ke teman-temanku, aku mulai berpikir, rasa-rasanya itu bukan murni perkataan yang keluar dari mulutku, tapi aku merasa bahwa itu awal dari kekuatan yang sudah Tuhan persiapkan untuk aku menghadapi situasi ini.

Banyak hal luar biasa yang terjadi setelah hari itu, dimana aku mengalami broken heart, keluargaku ada disampingku..mereka betul-betul menjadi penopangku. Yang nggak bakal aku lupain, waktu kakak laki-lakiku meluk aku yang lagi nangis di ranjang, dia nggak ngeluarin satu patah katapun, tapi aku bener-bener merasa tenang waktu itu¡­(hubungan kami memang deket, tapi sejauh yang aku ingat, itu pertama kalinya dia meluk aku untuk nenangin aku,biasanya sih pas lagi bercanda gitu.­) dan papaku abis mengeluarkan sepatah 2 patah kata wejangan, dengan suaranya yang pas-pasan dan tidak terlalu menguasai teks (sori pap¡­.^_^) nyanyiin lagu You Raise Me Up­. Mamaku, waktu aku nangis, dia ikut nangis bareng,jadi waktu itu kayak ada 2 orang cewek yang lagi broken heart :p Saat itu aku benar-benar merasa dekat sama keluargaku. Mereka betul-betul nopang aku disaat aku jatuh, keberadaan dan penghiburan mereka merupakan suatu anugerah yang telah Tuhan karuniakan kepadaku. Aku memang kehilangan seseorang yang sempat menyayangi dan aku sayangi, tapi aku masih punya banyak sekali kasih dari orang-orang disekitarku, termasuk teman-temanku, meskipun mereka nggak ada disampingku waktu itu, tapi perhatian dan dukungan mereka bener2 aku rasain (thanx prenz) *sama-sama punk … : D ihhh si Grace ge-er aja neh*   

Aku sempat berpikir, liburan ini pasti bakalan jadi liburan yang kelam,­tapi aku salah. ­Banyak hal-hal yang terus menerus buat aku ngerasain kasih Tuhan. Hal lain yang bikin aku terus bersyukur adalah waktu aku lihat orang-orang lain yang kurang beruntung dari aku. Beberapa saat abis peristiwa itu, aku putusin pergi sendirian ke Bali ,ke tempat kakakku. Gereja disana punya program bimbingan belajar buat anak-anak yatim piatu di panti asuhan Kristen. Awalnya aku mutusin ikut gara-gara nggak ada kerjaan lain, kakakku sibuk sama tugas-tugasnya, tapi setelah aku sampai disana, aku tahu, ternyata aku kesana bukan suatu kebetulan, Tuhan punya maksud kenapa aku harus ada disana.

Waktu aku turun dari boncengan motor temenku, seorang anak laki-laki berumur antara 6-7 tahun  tanpa basa-basi nyapa aku, “kakak namanya siapa?”,  waktu aku liat tatapan matanya yang polos, aku ngerasain perasaan yang belum pernah aku rasain sebelumnya. Disana aku ngajar anak-anak kelas 1-2 SD. Aku ngajarin mereka nulis, ada anak yang udah bisa nulis kata ato kalimat, ada anak yang bisanya cuma nulis A-Z, malah ada juga yang ngurutin 1-10 aja belum bisa, aku cukup kerepotan..apalagi sebelumnya nggak pernah ngajari anak kecil.Jadi aku mulai ngajari anak yang ngga bisa ngurutin  1-10, sambil mendikte anak yang udah bisa nulis...abis beberapa kata selesai dia tulis, aku minta dia tulis kata-kata TUHAN. Selesai dia nulis kata itu dibelakangnya dia nambahin sendiri kata-kata lain. Pas aku liat, ternyata dia nulis, “TUHAN GEMBALA YANG BAIK” suatu kalimat yang sudah amat sangat sering aku dengar dari aku kenal sekolah minggu, tapi justru karena kalimat itu sudah terlalu akrab di telingaku, sampai aku nggak nganggep itu sebagai sesuatu yang istimewa, sesuatu yang hidup ... Melalui tulisan anak itu aku bener-bener dikuatkan, aku diingetin kalo Tuhan itu gembala kita, gembala yang akan selalu menjaga domba-dombanya, termasuk disaat aku broken heart tentunya.­

Lewat 1 jam si anak yang lagi belajar 1-10 itu pamitan sama aku, terus dia kasih aku pensil (jangan dibayangin pensil pilot isi ulang ato pensil manis berwarna warni, karena mereka nggak punya itu semua) anak itu ngasih aku pensil tumpul warna putih polos yang amat sangat sederhana. Aku bener-bener merasa terharu waktu itu, mereka nggak punya apa-apa, tapi dari tatapan mata mereka aku bisa ngrasain kalo dia bener-bener pengen kasih itu buat aku­. Kalo anak-anak yatim piatu yang nggak punya apa-apa itu rela memberikan apa yang menjadi miliknya, masak sih Tuhan kita yang punya segalanya nggak pengen kasi yang terbaik buat kita???

Sekarang aku sudah balik ke aktivitas biasa, sekolah, PD, jalan-jalan, kongkow-kongkow­. Dan aku menikmati itu semua, aku yakin itu bukan karena aku kuat dan hebat, bisa nglupain kisah pahitku, tapi aku tahu, semua itu karena Dia! Cuma Tuhan yang bisa kasih aku kekuatan lebih dari yang bisa aku bayangin..­

Tapi jujur, terlepas dari itu semua, aku cuma manusia biasa, bukan malaikat, perasaan sakit nggak semudah itu hilang, tapi aku yakin, suatu saat, entah kapan, perasaan itu akan menjadi bagian masa laluku.­

Thanx GOD for everything You gave to me.

You Raise Me Up
When I am down and oh my soul so weary
When troubles come and my heart burdened be
Then I am still and wait here in the silence
Until You come and sit a while with me  

You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up to walk on stormy seas
I am strong when I am on yor shoulders
You raise me up to more than I can be

 SVS

China , 18 oktober 2005

Special thx to Punk2 … Punk, gue speechless baca tulisan loe.
En baru tau … orang Flegma ternyata bisa nulis yak! Huahahaha *itu kan biasanya excuse loe kalau ada tugas mengarang. Hihihi*
Ayo siapin buat tugas mengarang HSK taon depan. Huahaha …
Luv u sis.