|
After “When It’s Over”
Oleh: Grace Suryani
What happen after “when it’s over”? Apa yang terjadi
setelah broken heart, setelah putus, setelah sebuah kisa berakhir?
Guys,
tulisan di bawah ini bukan tulisan saya. Ini tulisan sahabat saya
yang baru putus. Dia salah satu dari 10 org teman saya yang putus
waktu liburan kemaren. En dia mau share apa yg terjadi after “when
it’s over”
Broken
Heart?!?!
Broken
heart … ada gak sih orang yang nggak pernah ngalamin broken
heart? Kayaknya jarang ya. Perlu diketahui aja, baru-baru ini aku
ngrasain itu.
Proses
jadian kami bisa dibilang cukup singkat, cuma makan waktu 2 bulan
(waktu liburan musim panas). Dari awal kami tahu resiko hubungan
jarak jauh yang harus kami jalani kalo saat itu kami mutusin ngambil
komitmen buat jalan bareng (ya, bahasa gaulnya pacaran lah)
tapi...yaah …namanya juga orang lagi kasmaran : D Waktu
itu yang ada di pikiran kami,selama masih ada perasaan yang sama dan
komunikasi, apapun pasti bisa kita lewati, jadi singkat kata kamipun
mulai menjalin “hubungan khusus” itu!
Dia
bukan orang pertama yang punya hubungan khusus sama aku, tapi dia
orang pertama dimana aku sempet merasa yakin, bahwa dengan dialah
aku pengen menghabiskan sisa hidupku¡. (ceileee) tapi ternyata
Tuhan berkehendak lain...
Sempat
beberapa waktu setelah aku menjalin hubungan dengannya,
teman-temanku tanya “Apa kamu pernah mikir seandainya kalian harus
pisah?”, mereka lihat aku begitu memusatkan seluruh perhatianku
untuk hubungan kami, jadi mereka sempet khawatir kalo seandainya aku
nggak bisa nerima kenyataan kami harus pisah. Waktu itu aku jawab,
“Sampai saat ini aku merasa dia yang terbaik, tapi kalo memang
kami harus pisah, berarti ada yang lebih baik yang sudah Tuhan sedia¡in
buat aku”
Liburan
musim panas berikutnya, perpisahan benar-benar terjadi... Hubungan
kami berakhir¡.Aku merasa sakit hati dan kecewa yang luar biasa,
ada juga perasaan marah. Awalnya aku sangat sulit untuk menerima,
tapi aneh¡, hal itu tidak berlangsung lama, aku merasa lebih kuat
dari yang aku sendiri bisa bayangkan. Aku mulai bisa mengontrol diri
dan waktu aku ingat pernyataan yang pernah kusampaikan ke
teman-temanku, aku mulai berpikir, rasa-rasanya itu bukan murni
perkataan yang keluar dari mulutku, tapi aku merasa bahwa itu awal
dari kekuatan yang sudah Tuhan persiapkan untuk aku menghadapi
situasi ini.
Banyak
hal luar biasa yang terjadi setelah hari itu, dimana aku mengalami
broken heart, keluargaku ada disampingku..mereka betul-betul menjadi
penopangku. Yang nggak bakal aku lupain, waktu kakak laki-lakiku
meluk aku yang lagi nangis di ranjang, dia nggak ngeluarin satu
patah katapun, tapi aku bener-bener merasa tenang waktu itu¡(hubungan
kami memang deket, tapi sejauh yang aku ingat, itu pertama kalinya
dia meluk aku untuk nenangin aku,biasanya sih pas lagi bercanda
gitu.) dan papaku abis mengeluarkan sepatah 2 patah kata wejangan,
dengan suaranya yang pas-pasan dan tidak terlalu menguasai teks
(sori pap¡.^_^) nyanyiin lagu You Raise Me Up. Mamaku, waktu
aku nangis, dia ikut nangis bareng,jadi waktu itu kayak ada 2 orang
cewek yang lagi broken heart :p Saat itu aku benar-benar merasa
dekat sama keluargaku. Mereka betul-betul nopang aku disaat aku
jatuh, keberadaan dan penghiburan mereka merupakan suatu anugerah
yang telah Tuhan karuniakan kepadaku. Aku memang kehilangan
seseorang yang sempat menyayangi dan aku sayangi, tapi aku masih
punya banyak sekali kasih dari orang-orang disekitarku, termasuk
teman-temanku, meskipun mereka nggak ada disampingku waktu itu, tapi
perhatian dan dukungan mereka bener2 aku rasain (thanx prenz)
*sama-sama punk … : D ihhh si Grace ge-er aja neh*
Aku
sempat berpikir, liburan ini pasti bakalan jadi liburan yang kelam,tapi
aku salah. Banyak hal-hal yang terus menerus buat aku ngerasain
kasih Tuhan. Hal lain yang bikin aku terus bersyukur adalah waktu
aku lihat orang-orang lain yang kurang beruntung dari aku. Beberapa
saat abis peristiwa itu, aku putusin pergi sendirian ke
Bali
,ke tempat kakakku. Gereja disana punya program bimbingan belajar
buat anak-anak yatim piatu di panti asuhan Kristen. Awalnya aku
mutusin ikut gara-gara nggak ada kerjaan lain, kakakku sibuk sama
tugas-tugasnya, tapi setelah aku sampai disana, aku tahu, ternyata
aku kesana bukan suatu kebetulan, Tuhan punya maksud kenapa aku
harus ada disana.
Waktu
aku turun dari boncengan motor temenku, seorang anak laki-laki
berumur antara 6-7 tahun tanpa basa-basi nyapa aku, “kakak
namanya siapa?”, waktu aku liat tatapan matanya yang polos,
aku ngerasain perasaan yang belum pernah aku rasain sebelumnya.
Disana aku ngajar anak-anak kelas 1-2 SD. Aku ngajarin mereka nulis,
ada anak yang udah bisa nulis kata ato kalimat, ada anak yang
bisanya cuma nulis A-Z, malah ada juga yang ngurutin 1-10 aja belum
bisa, aku cukup kerepotan..apalagi sebelumnya nggak pernah ngajari
anak kecil.Jadi aku mulai ngajari anak yang ngga bisa ngurutin
1-10, sambil mendikte anak yang udah bisa nulis...abis
beberapa kata selesai dia tulis, aku minta dia tulis kata-kata
TUHAN. Selesai dia nulis kata itu dibelakangnya dia nambahin sendiri
kata-kata lain. Pas aku liat, ternyata dia nulis, “TUHAN GEMBALA
YANG BAIK” suatu kalimat yang sudah amat sangat sering aku dengar
dari aku kenal sekolah minggu, tapi justru karena kalimat itu sudah
terlalu akrab di telingaku, sampai aku nggak nganggep itu sebagai
sesuatu yang istimewa, sesuatu yang hidup ... Melalui tulisan anak
itu aku bener-bener dikuatkan, aku diingetin kalo Tuhan itu gembala
kita, gembala yang akan selalu menjaga domba-dombanya, termasuk
disaat aku broken heart tentunya.
Lewat
1 jam si anak yang lagi belajar 1-10 itu pamitan sama aku, terus dia
kasih aku pensil (jangan dibayangin pensil pilot isi ulang ato
pensil manis berwarna warni, karena mereka nggak punya itu semua)
anak itu ngasih aku pensil tumpul warna putih polos yang amat sangat
sederhana. Aku bener-bener merasa terharu waktu itu, mereka nggak
punya apa-apa, tapi dari tatapan mata mereka aku bisa ngrasain kalo
dia bener-bener pengen kasih itu buat aku. Kalo anak-anak yatim
piatu yang nggak punya apa-apa itu rela memberikan apa yang menjadi
miliknya, masak sih Tuhan kita yang punya segalanya nggak pengen
kasi yang terbaik buat kita???
Sekarang
aku sudah balik ke aktivitas biasa, sekolah, PD, jalan-jalan,
kongkow-kongkow. Dan aku menikmati itu semua, aku yakin itu bukan
karena aku kuat dan hebat, bisa nglupain kisah pahitku, tapi aku
tahu, semua itu karena Dia! Cuma Tuhan yang bisa kasih aku kekuatan
lebih dari yang bisa aku bayangin..
Tapi
jujur, terlepas dari itu semua, aku cuma manusia biasa, bukan
malaikat, perasaan sakit nggak semudah itu hilang, tapi aku yakin,
suatu saat, entah kapan, perasaan itu akan menjadi bagian masa
laluku.
Thanx
GOD for everything You gave to me.
You
Raise Me Up
When I am down and oh my soul so weary
When troubles come and my heart burdened be
Then I am still and wait here in the silence
Until You come and sit a while with me
You
raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up to walk on stormy seas
I am strong when I am on yor shoulders
You raise me up to more than I can be
SVS
China
, 18 oktober 2005
Special thx to Punk2
… Punk, gue speechless baca tulisan loe.
En baru tau … orang Flegma ternyata bisa nulis yak! Huahahaha *itu
kan
biasanya excuse loe kalau ada tugas mengarang. Hihihi*
Ayo siapin buat tugas mengarang HSK taon depan. Huahaha …
Luv u sis.
|