|
The Wedding Day
Oleh: Grace Suryani
Guys, tadinya saya pikir saya akan mengalami malam
tahun baru yang ‘biasa-biasa’ aja. Melewati malam tahun baru
sambil membereskan catatan kesusateraan modern china. Tapi ternyata
Tuhan kasih saya hadiah tahun baru yang manis.
Tgl
31 Desember kemaren, saya dikasih kesempatan hadir di pemberkatan
nikah di Gereja Rumah (gereja bawah tanah). Kebetulan ini
Pemberkatan Nikah Pertama di Gereja rumah itu.
Well
guys, saya udeh sering hadir di pemberkatan Nikah, tapi ini
Pemberkatan Nikah paling mengharukan yang pernah saya hadiri.
Pemberkatannya berlangsung di apartemen salah satu jemaat.
Dekorasinya sederhana banget, tapi manis. Dan suasananya itu hangat
dan sangat kekeluargaan, karena semuanya dikerjakan bersama-sama.
Jadi mulai dari MC, pemusik, yang sediain buah-buahan, dekorasi,
Paduan Suara, itu semua yang atur teman-teman gereja kedua mempelai.
Begitu
duduk, saya langsung nyesel kagak bawa Kamera!!! : (( Hiks. Abis itu
saya baca lagu-lagu yang akan dinyanyikan, duh guys ... baru baca
aja saya udeh mau nangis. Terharu. Kata-katanya itu bagusss
bangeeettt ... Judul dari Wartanya itu bunyinya seperti ini,Zhu Nei
Lian Hun “Pernikahan di dalam Tuhan” dan ada banyak syair lagu
yang mengharukan *nanti saya tulis di bawa tulisan ini*.
Ngga
lama, MC-nya maju dan bilang Pemberkatan Nikah akan dimulai.
Ada
gadis pembawa bunga, 1 pengapit ce. Guys mereka semua tuh pakai
pakaian yang sederhana banget. Ngga ada yang pake gaun. Bahkan papa
mama kedua mempelai juga ngga ke salon!! Yang dateng juga
biasa-biasa aja, mereka tuh orang-orang yang sederhana tapi dari
raut wajah mereka bisa keliatan, mereka datang sungguh-sungguh mau
memberikan berkat untuk kedua mempelai.
Mempelai
prianya GUAAANTEEENGGG!! : P Tinggi, putih. Tadinya pas saya liat
dia siap-siap, saya kira dia anggota paduan suara. Eh ternyata dia
sang mempelai. Guanteng bow!! Mereka pakai cara Barat, so mempelai
Pria nunggu di depan ‘altar’.
And
finally, Here comes the Bride ... Mempelai wanita tadinya nunggu di
lantai 2, dan dia turun lewat tangga sambil digandeng sama Papanya.
Lalu seluruh jemaat nyanyi 2 lagu. Habis itu khotbah. Khotbahnya
sama sekali bukan basa basi. Gembala Sidang yang kasih khotbah
dengan tegas menjelaskan arti pernikahan Kristen. Dan bahwa mereka
hanya bisa saling mengasihi dengan kasih yang dari Tuhan. dan apa
yang sudah dipersatukan oleh Tuhan tidak boleh diceraikan *Mengingat
tingginya tingkat perceraian di China, saya bersyukur itu Pendeta
bolak balik bilang, Menjadi 1 daging di dalam Kristus dan pernikahan
sekali seumur hidup*.
Bagian
yang mengharukan, ketika mereka saling memasang cincin, paduan suara
berdiri di sisi kanan dan sisi kiri mereka terus menyanyikan 1 lagu
yang diambil dari 1 Korintus 13, tentang Kasih. Setelah kerudung
mempelai wanita dibuka, Mempelai Pria bilang sebagai ungkapan syukur
mereka menyanyikan 1 lagu yang bagus banget kata-katanya.
Tapi
bagian yang paling mengharukan, ketika Kedua orang tua dari Mempelai
memberikan kata sambutan. Yang pertama kali maju, itu Orang Tua
mempelai wanita. Saya nangis begitu denger 3 kata pertama yang
diucapkan oleh Papa Mempelai wanita. Gan Xie Zhu *Terima kasih
kepada Tuhan*. Begitu dia bilang gan xie zhu, semua yang dateng
tepuk tangan! Karena Papa mempelai wanita itu belum percaya sama
Tuhan ... dan dia sampai bisa di hadapan banyak orang mengucapkan
terima kasih kepada Tuhan dengan suara yang bergetar. Saya percaya
cepat atau lambat, kedua orang tua dari mempelai wanita juga bisa
bertobat dan percaya pada Tuhan Yesus. *ameeennnnn!!*
Selanjutnya
Papa mempelai wanita bilang, tadi dia tidak menanyakan kepada
Mempelai Pria apakah Mempelai Pria berjanji menjaga putrinya
baik-baik, karena dia percaya Mempelai Pria bisa dan akan menjaga
putrinya tercinta sebaik-baiknya. *Huaaa ... saya ama sahabat saya
sama-sama menitikkan air mata. Duh kalau aja one day saya bisa
denger Papa saya bilang begitu. Hiks.*
Sambutan
Papa mempelai Pria tidak kalah mengharukan. Sebenernya saya kurang
ngerti Papanya ngomong apa, soalnya bahasa mandarinya ngga bagus
(kemungkinan dia orang dari suku terpencil), dan sangking terharunya
dia ngomongnya terbata-bata. Tapi kita semua bisa merasakan
kebahagiaan yang memancar dari wajahnya. Kedua orang tua mempelai
Pria sudah percaya Tuhan dan mereka sudah berdoa cukup lama untuk
pasangan idup anaknya, ngga heran kalau Papanya begitu terharu
melihat jawaban dari doa mereka untuk anaknya. Istri anaknya cantik
banget dan sangat cinta Tuhan.
Cara
berikutnya pemberian wejangan dari para ‘senior’. Guys, semua
wejangan berupa ayat Alkitab! dan berulang kali para ‘senior’
itu menekankan bahwa kedua mempelai harus memelihara hubungan mereka
dengan Tuhan. Karena Tuhanlah yang mempersatukan mereka, Tuhan itu
tempat pertolongan mereka, tempat perteduhan mereka.
Berikutnya
ucapan syukur dari kedua mempelai. Mempelai pria matanya sudah
berkaca-kaca hampir nangis pas dia mengucapkan terima kasih kepada
kedua orang tuanya. Tapi yang membuat saya terpana kata-kata dari
mempelai wanita. Dia bilang, bahwa tadi pagi ketika dia bangun, dia
berdoa sama Tuhan. Mengucap syukur untuk cuaca yang cerah *guys, ini
musim dingin, kemaren hujan deras, tadi pagi kabut tebal, tapi
ketika pemberkatan di mulai, matahari bersinar cerah!!*, dan dia
mengucap syukur untuk *watch out gals!! Ini kata-kata yang sangat
penting!!* pernikahan ini. Karena dia menikah dengan seseorang
yang mencintai Tuhan, boleh membina pernikahan yang bisa memuliakan
Tuhan, menggenapi panggilan Tuhan, dan boleh makin mencintai Tuhan
melalui pernikahan mereka.
Oh
My God!!! Seumur hidup, saya ngga pernah nemu di pemberkatan nikah
manapun mempelai wanita mengucap syukur boleh punya pernikahan yang
bisa memuliakan Tuhan!!
Dia
ngga bilang dia mengucap syukur karena dapet suami yang ganteng
*asli guys, itu lakinya ganteng!!*, karena dia akhirnya ketemu orang
yang akan mengasihi dia sepanjang hidup, yang akan memelihara dia
sepanjang hidup. Dia ngga mengucap syukur karena dia akhirnya tidak
perlu sendirian di malam hari ... Dia ngga mengucap syukur karena
akhirnya dia tidak kesepian lagi, Dia ngga mengucap syukur karena
dia akhirnya ‘menikah’!
Dia
mengucap syukur karena dia bisa memulai 1 pernikahan yang memuliakan
Tuhan dengan orang yang mencintai Tuhan. Yang mempelai wanita pikir
itu Tuhan Tuhan Tuhan dan Tuhan.
Oya
saya lupa cerita ketika akhirnya kerudung mempelai wanita dibuka,
wajahnya itu bersinar. Cantik sekali ... dan cara dia menatap
mempelai pria, aduhhh ... tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata!
Penuh cinta dan hormat. Mempelai prianya juga begitu. Kayaknya
sayaaangggg bgt ama istrinya. *hiksss ... terharu*
Bagian
yang tidak kalah mengharukan, ketika mereka memotong kue pengantin.
Aduh guys, bukannya menghina, tapi itu kue pengantin ‘biasa
banget’ *bagusan kue sweet seventeen gue!!*, tapi pas mereka
potong kue itu bersama-sama, seluruh jemaat nyanyi satu lagu “Zhu
Fu” Berkat. Aduh ... rasanya sekalipun itu kue biasa banget, tapi
itu kue lebih cantik dari kue bertingkat 7 berharga puluhan juta
yang biasa saya liat di resepsi-resepsi pernikahan megah di hotel
berbintang. Karena kedua tangan yang menyatu untuk memotong kue itu,
adalah kedua tangan yang sama-sama berdoa berlutut meminta berkat
Tuhan untuk pernikahan mereka.
Yang
bagus juga, banyak teman mereka yang secara spontan memberikan
berkat, berupa nyanyian pujian. Pas pulang temen saya sempet bilang,
“Bagus yah cara mereka begitu. Kasih ucapan selamat dengan pujian,
jadi tidak hanya melibatkan sesama tapi juga ditujukan kepada Tuhan.
Kadang rasa bahagia yang kita rasakan tidak bisa diungkapkan dengan
kata dan cuman bisa diungkapkan lewat nyanyian”. Oiya, saya ama 3
orang temen saya tiba-tiba didaulat buat kasih persembahan pujian
pakai bahasa
Indonesia
: p dadakan sekaleee ... so akhirnya saya maen piano dan
ketiga temen saya nyanyi lagu “Kasih Pasti Lemah Lembut” dan
“Siapakah Aku Ini Tuhan”.
Guys,
saya banyak dapet berkat lewat pemberkatan pernikahan mereka. Begitu
sederhana, tapi begitu menyentuh. Sampe saya punya pikiran gila yang
rasanya bakal ditolak mentah-mentah sama ortu saya, mau bikin
pemberkatan nikah di rumah saya sendiri : p Well, di rumah saya ada
tangga, ada piano. Buat duduk 20 orangan cukuplah. Wakakakak.
Saya
juga belajar tentang arti pernikahan. Arti dari pernikahan tidak
terletak pada gaun yang dikenakan, Hotel tempat resepsi, make up
salon terkenal, Acara yang wah, makanan yang mewah, Even Organizer
yang terampil ... arti dari pernikahan hanya dapat ditemukan di
dalam Tuhan Yesus. Sinar lembut dari hati yang mengasihi Yesus,
lebih cantik daripada make up hasil rancangan salon terkenal.
Saya
inget, kalau saya dateng ke pemberkatan di Indo, motivasi utama
dandan, makan enak, hura-hura. Tapi orang-orang di sini, mereka ngga
mikir baju, ngga mikir makan, mereka datang semata-mata untuk
memberikan berkat, memberikan restu, mendoakan keluarga muda ini.
Saya tidak menemukan tamu yang datang dengan gaun mewah, dandanan
salon, ataupun kado-kado berisi barang-barang wah. Mereka datang
membawa doa dan hati yang tulus. Kado bisa rusak, bisa hilang, bisa
tua, tapi doa mereka terus ada ...
Tidak
terhitung berapa banyak resepsi pernikahan di Indo yang pernah saya
hadiri ... biasanya yang saya inget itu dekorasinya, makananya, gaun
pengantinnya ... baru kali ini saya datang, dan saya tidak menaruh
perhatian pada itu semua. Yang saya ingat, justru kehangatan kasih
Tuhan, keakraban antar jemaat, dan bagaimana baiknya Tuhan.
Bagaimana baiknya dan menakjubkannya Tuhan yang mempertemukan dan
mempersatukan kedua anak-Nya di dalam kasih-Nya. Bagaimana Tuhan
menjawab doa sepasang orang tua sederhana dengan begitu berlimpah
dan melebihi apa yang mereka bayangkan. Yang saya ingat, lagu-lagu
pujian yang dinaikkan, kata-kata berkat yang diberikan, hadirat
Tuhan yang manis yang melingkupi ruangan itu, ayat-ayat yang
diucapkan.
Sebagai
penutup, saya sertakan beberapa bagian lagu yang dinyanyikan *sorry
guys ngga bisa semua, kalau semua tempatnya ngga cukup : D*
Jin Ri Gong Feng Hun
Li Da yi (Hari Ini Berkumpul untuk Menghadiri Pernikahan)
Bai nian xie lao
chang xian zhu guang
(100 tahun tumbuh bersama memancarkan sinar Tuhan)
shen ling jian kang, hou yi xian liang
(sehat baik tubuh maupun roh, anak cucu menjadi orang yang berguna)
you fu tong xiang, you nan tong dang
(bersama-sama menikmati kebahagiaan, bersama-sama menanggung
kesulitan)
zhong jiu yong yuan tong ju tian tang
(pada akhirnya bersama-sama menghuni surga)
Wan Quan de Ai (Cinta
yang sempurna)
Wan quan zi ai
(cinta yang sempurna)
yuan chao guo shi ren suo xiang nian
(jauh melebihi yang diimpikan oleh dunia)
wo men qian jing
(kami dengan hikmat)
gui bai yu zhu zuo qian
(berlutut di tahkta Allah)
zhu suo
pei
he
(Allah yang mempersatukan)
wei yuan qin qing wu gai bian
(berjanji mencintai tidak berubah)
yong bu zhi xi
(selama-lamanya tidak berhenti)
en ai chang ji xin jian
(cinta sejati selalu teringat di dalam hati)
qiu ci xi le
(semoga Tuhan menganugerahkan sukacita)
shi ta men sheng guo you huan (sehingga mereka menang
melawan penderitaan)
qiu ci he ping
(semoga Tuhan menganugerahkan damai sejahtera)
shi ta men sheng zhu fen zheng (sehingga mrk mengalahkan
banyak pertentangan)
ci shi yi guo
(dunia ini akan berlalu)
hai you xin shi ke yan wang
(tapi di dalam iman menanti dunia baru)
xian ming yong jiu zhi ai
(yang memancarkan cinta abadi)
bu mie shi sheng
(dan hidup yang kekal)
China
, 31 Desember 2005
Tuhan,
Kau terlalu sayang sama aku ... : D kasih karunia-Mu tidak pernah
berubah. Kau memberi banyak berkat dan kejutan yang baru setiap
pagi. Mengajari banyak hal, menunjukkan banyak hal, memegang
tanganku, menuntun hidupku ...
Makasih untuk menunjukkan arti pernikahan yang sejati. I’ll keep
it in my heart.
Ajari aku kayak shao
ying, mengimpikan punya pernikahan yang menyenangkan Tuhan,
memberkati banyak orang. Mengimpikan menikah dengan seseorang yang
mencintai Tuhan. dan pada akhirnya bersyukur bukan karena
‘akhirnya’ menememukan the right one, tapi bersyukur karena aku
punya kesempatan untuk makin mencintai dan memuliakan Tuhan lewat
pernikahanku.
and until that day come, until the rest of my life, izinkan aku
menikmati hari-hariku dalam pelukan dan hangat kasih-Mu.
|