|
Winter
Wind
Oleh: Grace Suryani
Guys, lama-lama saya suka juga dengan musim
dingin *dengan catatan suhu antara 2-10 derajat!* :p Musim dingin
tahun ini datangnya terlambat sekali. So awal Januari baru terasa
agak dingin, en baru pake jaket tebel, baru ngerasa menggigil di
dalam kamar, baru pake heater, baru ngerasa ‘males mandi’ Dingin
gilaaa ...
Sekalipun dingin, tapi saya suka jalan-jalan di
luar. Saya suka ngerasa angin dingin meniup muka saya. Saya suka
perasaan ‘dingin’ lembab dan berair yang ada di muka saya
sehabis ditiup angin. Saya suka berjalan di tengah kabut tebel. Saya
suka ngeliat uap yang keluar dari mulut saya kalau saya bicara. Duh
saya bener-bener ‘suka’ ama angin musim dingin, sekalipun itu
bikin tangan saya beku *saya paling males pakai sarung tangan,
ribet!*,peduli amat itu angin bikin badan saya menggigil, sekalipun
hembusannya seperti menggigit tulang-tulang saya, tapi saya suka.
Saya ngga pernah nyangka loh, saya bakal suka
ama musim dingin, apalagi sama ‘angin’ musim dingin. : p Tapi
kenyataannya lama-lama saya suka tuh.
Musim dingin kan ciptaan Tuhan juga : D di
tempat saya ngga ada salju, so sebenernya ngga ‘seindah’ tempat
lain, tapi buat saya oke jugalah.
Guys masih inget tulisan saya yang “Autumn in
My Heart”? Di situ saya bilang, Tuhan sengaja membiarkan daun-daun
itu gugur untuk melindungi daun-daun itu, melindungi daun-daun itu
dari angin musim dingin yang kejam.
Yah daun-daun itu sudah gugur dan mati, musim
gugur sudah lewat, tapi saya masih hidup dan harus melewati musim
dingin itu. Sendiri ... tanpa daun-daun. Tanpa bunga-bunga. Hanya
ditemani angin ...
Tadinya saya memandang musim dingin dengan sikap
bermusuhan, saya bilang ‘angin musim dingin’ itu kejam. Dan
rasanya saya ngga sabar untuk cepet-cepet melewati musim dingin, dan
secepatnya masuk ke musim semi. Tapi lama-lama, saya belajar
bersahabat juga dengan musim dingin. dan ternyata si angin musim
dingin ngga sekejam yang saya pikir, dia manis juga. : )
Tadinya saya pikir, saya ngga akan bisa tahan
melewati musim dingin ini, saya pikir saya akan membeku, dan saya
pikir mungkin tidak akan pernah ada musim semi yang datang untuk
kedua kalinya, tapi saya salah. Tuhan tau kekuatan saya, karena Dia
tidak pernah memberi musim dingin melebihi kekuatan saya.
Ketika saya bilang, saya benci musim dingin, dia
membuat sakit, tadinya saya pikir Tuhan akan mengangkat musim dingin
atau mempersingkat waktunya supaya saya ngga terlalu menderita. Tapi
ternyata tidak. Musim dingin tetap ada, tapi Dia membuat saya bisa
bersahabat dengan musim dingin. Ia tidak mempersingkat waktunya tapi
Dia memberi saya kekuatan tambahan untuk menanggung dinginnya musim
dingin.
Ketika saya berjalan di tengah angin, melihat
langit yang kelabu, bahkan di tengah bekunya musim dingin yang
nyaris tanpa warna, keagungan Allah tetap terlihat.
Ya, ada keindahan tersendiri di setiap musim.
Ada
keindahan dalam musim semi yang penuh warna, saat Allah sepertinya
sedang tersenyum dengan cerah. Ada keindahan dalam musim panas yang
penuh dengan cahaya mentari, serasa tingkap surga terbuka dan
memberikan cahaya kemuliaan di dalam hidup kita. Ada keindahan dalam
musim gugur, ketika daun-daun berguguran karena Allah peduli dan
melindunginya, ketika pepohonan mati supaya ia bisa tumbuh kembali
di tahun mendatang. Musim gugur seperti saat dimana impian kita
sepertinya mati, rontok, hilang lenyap ... tapi tetap ada Allah di
situ. Karena Allah lah yang menyebabkan impian-impian itu mati demi
untuk melindungi kita. Demi kebaikkan kita.
Bahkan
ada keindahan di tengahnya sepi dan bekunya musim dingin. di tengah
langit kelabu, di tengah angin yang menusuk. Kenyataan bahwa musim
dingin juga ciptaan Allah membuat saya sadar, Ia berkuasa atas
segala hal termasuk atas musim dingin di hati saya. Ia berkuasa dan
cinta-Nya tetap ada. Keagungannya tetap nyata di tengah musim
dingin. Karena sama seperti bunga Mawar di musim semi, langit kelabu
juga lukisan Allah.
Ya,
Dia nyata di dalam setiap musim.
Guys,
apapun ‘musim’ yang saat ini sedang kalian hadapi, nikmatilah.
Tersenyumlah bersama dengan Allah ketika kalian sedang berada di
‘musim semi’. Ketika impian-impian baru merekah, surga sedang
tersenyum ... Mengucap syukurlah ketika kalian sedang berada di
‘musim panas’, baik ketika kalian merasa Surga sedang membuka
tingkap-tingkapnya dan menyinari kalian dengan cahayanya, ataupun
ketika kalian sedang merasakannya panasnya tungku ujian Allah,
mengucap syukurlah. Ada Dia di tengah segala ‘kepanasan’ yang
kita hadapi.
Kagumilah
impian-impian yang mati ketika kalian ada di ‘musim gugur’.
Jangan pernah menyesal ... jangan pernah berpikir, “kenapa impian
ini mesti mekar kalau pada akhirnya harus mati?” Ada rencana Allah
untuk setiap bunga yang pernah mekar di dunia ini. Bahkan ketika itu
harus mati, percayalah, akan ada bunga-bunga yang lebih indah di
masa mendatang.
Terpesonalah
setiap kali melihat awan kelabu memenuhi langit di tengah ‘musim
dingin’mu. Karena awan kelabu juga ciptaan Tuhan. dan kadang dia
tidak ‘sekejam’ yang kita pikir. Nikmati hembusan angin dingin,
karena dia tidak selalu ada. Setelah waktunya genap, angin itu akan
pergi digantikan oleh cahaya mentari. : D Allah tetap ada di musim
dingin yang paling dingin. Just believe, bahwa musim dingin juga
ciptaan Allah, dan karenanya ia ada di bawah kuasa Allah.
hatiku,
nikmati musim dinginmu ...
nikmati keheningan yang ada
nikmati kesendirianmu ...
jangan pernah meratapi musim dinginmu
nikmati ... : D okay juga kan?
hatiku,
percayalah ada waktu untuk segala sesuatu
dan Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya
ketika kamu berhenti meratap, berhenti mengeluh
kau akan bisa menikmati keindahan musim dingin, keagungan awan
kelabu
menyadari betapa indahnya sinar mentari yang mengintip di sela-sela
awan kelabu
Ia sanggup membuat segala sesuatu indah
Bahkan Ia sanggup membuat musim dinginmu menjadi manis, dan luar
biasa.
Tuhan,
Kau berkuasa atas segala sesuatu
Dan kuserahkan hatiku dengan musim dinginnya ke dalam tangan-Mu
China,
9 Januari 2006
|