Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 955 kali







Winter Wind
Oleh: Grace Suryani


Guys, lama-lama saya suka juga dengan musim dingin *dengan catatan suhu antara 2-10 derajat!* :p Musim dingin tahun ini datangnya terlambat sekali. So awal Januari baru terasa agak dingin, en baru pake jaket tebel, baru ngerasa menggigil di dalam kamar, baru pake heater, baru ngerasa ‘males mandi’ Dingin gilaaa ...

Sekalipun dingin, tapi saya suka jalan-jalan di luar. Saya suka ngerasa angin dingin meniup muka saya. Saya suka perasaan ‘dingin’ lembab dan berair yang ada di muka saya sehabis ditiup angin. Saya suka berjalan di tengah kabut tebel. Saya suka ngeliat uap yang keluar dari mulut saya kalau saya bicara. Duh saya bener-bener ‘suka’ ama angin musim dingin, sekalipun itu bikin tangan saya beku *saya paling males pakai sarung tangan, ribet!*,peduli amat itu angin bikin badan saya menggigil, sekalipun hembusannya seperti menggigit tulang-tulang saya, tapi saya suka.

Saya ngga pernah nyangka loh, saya bakal suka ama musim dingin, apalagi sama ‘angin’ musim dingin. : p Tapi kenyataannya lama-lama saya suka tuh.

Musim dingin kan ciptaan Tuhan juga : D di tempat saya ngga ada salju, so sebenernya ngga ‘seindah’ tempat lain, tapi buat saya oke jugalah.

Guys masih inget tulisan saya yang “Autumn in My Heart”? Di situ saya bilang, Tuhan sengaja membiarkan daun-daun itu gugur untuk melindungi daun-daun itu, melindungi daun-daun itu dari angin musim dingin yang kejam.

Yah daun-daun itu sudah gugur dan mati, musim gugur sudah lewat, tapi saya masih hidup dan harus melewati musim dingin itu. Sendiri ... tanpa daun-daun. Tanpa bunga-bunga. Hanya ditemani angin ...

Tadinya saya memandang musim dingin dengan sikap bermusuhan, saya bilang ‘angin musim dingin’ itu kejam. Dan rasanya saya ngga sabar untuk cepet-cepet melewati musim dingin, dan secepatnya masuk ke musim semi. Tapi lama-lama, saya belajar bersahabat juga dengan musim dingin. dan ternyata si angin musim dingin ngga sekejam yang saya pikir, dia manis juga. : )

Tadinya saya pikir, saya ngga akan bisa tahan melewati musim dingin ini, saya pikir saya akan membeku, dan saya pikir mungkin tidak akan pernah ada musim semi yang datang untuk kedua kalinya, tapi saya salah. Tuhan tau kekuatan saya, karena Dia tidak pernah memberi musim dingin melebihi kekuatan saya.

Ketika saya bilang, saya benci musim dingin, dia membuat sakit, tadinya saya pikir Tuhan akan mengangkat musim dingin atau mempersingkat waktunya supaya saya ngga terlalu menderita. Tapi ternyata tidak. Musim dingin tetap ada, tapi Dia membuat saya bisa bersahabat dengan musim dingin. Ia tidak mempersingkat waktunya tapi Dia memberi saya kekuatan tambahan untuk menanggung dinginnya musim dingin.

Ketika saya berjalan di tengah angin, melihat langit yang kelabu, bahkan di tengah bekunya musim dingin yang nyaris tanpa warna, keagungan Allah tetap terlihat.

Ya, ada keindahan tersendiri di setiap musim.

Ada keindahan dalam musim semi yang penuh warna, saat Allah sepertinya sedang tersenyum dengan cerah. Ada keindahan dalam musim panas yang penuh dengan cahaya mentari, serasa tingkap surga terbuka dan memberikan cahaya kemuliaan di dalam hidup kita. Ada keindahan dalam musim gugur, ketika daun-daun berguguran karena Allah peduli dan melindunginya, ketika pepohonan mati supaya ia bisa tumbuh kembali di tahun mendatang. Musim gugur seperti saat dimana impian kita sepertinya mati, rontok, hilang lenyap ... tapi tetap ada Allah di situ. Karena Allah lah yang menyebabkan impian-impian itu mati demi untuk melindungi kita. Demi kebaikkan kita.

Bahkan ada keindahan di tengahnya sepi dan bekunya musim dingin. di tengah langit kelabu, di tengah angin yang menusuk. Kenyataan bahwa musim dingin juga ciptaan Allah membuat saya sadar, Ia berkuasa atas segala hal termasuk atas musim dingin di hati saya. Ia berkuasa dan cinta-Nya tetap ada. Keagungannya tetap nyata di tengah musim dingin. Karena sama seperti bunga Mawar di musim semi, langit kelabu juga lukisan Allah.

Ya, Dia nyata di dalam setiap musim.

Guys, apapun ‘musim’ yang saat ini sedang kalian hadapi, nikmatilah. Tersenyumlah bersama dengan Allah ketika kalian sedang berada di ‘musim semi’. Ketika impian-impian baru merekah, surga sedang tersenyum ... Mengucap syukurlah ketika kalian sedang berada di ‘musim panas’, baik ketika kalian merasa Surga sedang membuka tingkap-tingkapnya dan menyinari kalian dengan cahayanya, ataupun ketika kalian sedang merasakannya panasnya tungku ujian Allah, mengucap syukurlah. Ada Dia di tengah segala ‘kepanasan’ yang kita hadapi.

Kagumilah impian-impian yang mati ketika kalian ada di ‘musim gugur’. Jangan pernah menyesal ... jangan pernah berpikir, “kenapa impian ini mesti mekar kalau pada akhirnya harus mati?” Ada rencana Allah untuk setiap bunga yang pernah mekar di dunia ini. Bahkan ketika itu harus mati, percayalah, akan ada bunga-bunga yang lebih indah di masa mendatang.

Terpesonalah setiap kali melihat awan kelabu memenuhi langit di tengah ‘musim dingin’mu. Karena awan kelabu juga ciptaan Tuhan. dan kadang dia tidak ‘sekejam’ yang kita pikir. Nikmati hembusan angin dingin, karena dia tidak selalu ada. Setelah waktunya genap, angin itu akan pergi digantikan oleh cahaya mentari. : D Allah tetap ada di musim dingin yang paling dingin. Just believe, bahwa musim dingin juga ciptaan Allah, dan karenanya ia ada di bawah kuasa Allah.

 

hatiku, nikmati musim dinginmu ...
nikmati keheningan yang ada
nikmati kesendirianmu ...
jangan pernah meratapi musim dinginmu
nikmati ... : D okay juga kan?

hatiku, percayalah ada waktu untuk segala sesuatu
dan  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya
ketika kamu berhenti meratap, berhenti mengeluh
kau akan bisa menikmati keindahan musim dingin, keagungan awan kelabu
menyadari betapa indahnya sinar mentari yang mengintip di sela-sela awan kelabu
Ia sanggup membuat segala sesuatu indah
Bahkan Ia sanggup membuat musim dinginmu menjadi manis, dan luar biasa.

Tuhan,
Kau berkuasa atas segala sesuatu
Dan kuserahkan hatiku dengan musim dinginnya ke dalam tangan-Mu

China, 9 Januari 2006