Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 1571 kali







Walk By Faith and Not By Sight
Oleh: Grace Suryani


Guys, untuk kesekian kalinya di awal semester ini, saya ngga bisa tidur. Parahnya, ini saya lagi flu berat *kalian tau donk guys, obat untuk flu itu istirahat*. Tapi kemaren malem saya naek ranjang jam 8 malam dan baru tidur jam 3 pagi. Padahal saya udeh minum obat, en saya tau obat yang saya minum itu punya dosis obat tidur yang cukup tinggi. Biasanya saya minum, langsung ngantuk trus tidur. Tapi kemaren malem ngga.

Ditanya saya ada pikiran apa, ngga ada guys. Saya sudah melatih diri saya untuk diem, tenang dan berdoa, sebut nama Tuhan Yesus. Kadang nyanyi dalam hati, en kemaren malem itu hati saya damaiiii sekali. Kalau saya ngga bisa tidur karena saya gelisah, hati saya pasti deg-deg-an. Kemaren ngga. Damaaiii!  sampe saya juga bingung.

Sampe detik ini saya belon tau kenapa Tuhan izinkan saya ngalamin ini. Saya bilang sama Tuhan, Tuhan kalau ini terjadi karena saya bikin dosa, TOLONG Kasih tau saya, saya mau bertobat. Tapi kalau ini terjadi karena Kau mau mengajarkan sesuatu, Kau mau tanamkan 1 karakter di dalam diriku, Kau mau bicara, aku akan menunggu. Saya ngga akan ngomel, ngga akan ngeluh, tapi saya mau berdiam diri dan menunggu Tuhan.

Nah, pas saya 1/2 tidur itulah, otak saya tiba-tiba terlintas 1 pikiran, inilah strategi untuk menang terhadap iblis. Trus saya inget kata-kata di buku Mengatasi Kemustahilan-Maqdelene Kawotjo, dia kutip dari buku Paul Caram yang pernah saya baca.

Guys, sering banget kita mikir, strategi menang terhadap setan itu dengan darah Yesus. Tok. Titik. Pokoknya kalau ada setan, tengking aja dalam nama Tuhan Yesus, ntar dia pasti ngibrit. Oya harus tengking pake iman. Selama ini saya juga mikir begitu. Sampe kemaren malem, seolah-olah Tuhan bicara, "Kalau kamu mau menang, kamu juga harus lakukan ini!"

Emank guys, sejak saya susah tidur, saya justru merasa saya masuk ke medan pertempuran. Kenapa? Coz ampir 24 jam, setan selalu bilang begini sama saya, "Katanya Tuhan itu bae, kalau Tuhan bae kok kamu minta tidur aja ngga dikasih?! Kamu kan lagi sakit. Tuhan kok sadis sih sama kamu" Kalau ngga dia bilang begini, "ayo, Kamu doa dengan iman. Minta supaya bisa tidur!! Kalau Tuhan baik, Tuhan pasti tolong kamu."

Saya sudah belajar mengatasi godaan pertama, tapi saya masih belajar mengatasi godaan kedua. Guys, saya tau persis, untuk semua masalah yang terjadi dalam idup saya, Tuhan itu punya batas waktu. Jadi tidak ada masalah yang akan terussss begitu *kalau saya taat*, dan melarikan diri dari masalah itu justru memperburuk keadaan. Jadi kalau saya maksa dengan iman harus bisa tidur sedangkan sebenernya Tuhan mau garap suatu karakter atau apa yang Tuhan mau sampaikan lewat masa ini belum selesai, saya justru merusak pekerjaan Tuhan!! Sikap terbaik ketika menghadapi masalah adalah, "Tuhan, take Ur time. Terserah mau dibikin begini berapa lama, asal kehendak-Mu jadi dalam hidupku. Ngga usah terburu-buru, Tuhan. Aku tau Kau tidak pernah terlambat."

Untuk menghadapi dakwaan setan yang ampir 24 jam, saya butuh sikap hati yang benar. Bukan cuman asal tengking dalam Nama Tuhan Yesus. Memang saya tau, kunci kemenangan saya yang pertama itu adalah darah Yesus. Karena Dia menang, maka saya menang. Tapi setelah itu, ada kunci kemenangan yang lain.

Apa kuncinya?

Orang pertama yang sudah mengalahkan setan adalah Tuhan Yesus. Dengan apa Tuhan Yesus mengalahkan setan? Dengan menampilkan SIKAP YANG BERBEDA 180 derajat dengan setan. Setan menentang Allah, Tuhan Yesus taat pada Allah. Setan sombong, Tuhan Yesus merendahkan diri. Setan suka semuanya sendiri, Tuhan Yesus berkata "Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendakku." Setan penuh kebencian, Tuhan Yesus penuh kasih.

Dan itu yang Roh Kudus bisikkan ke dalam hati saya. "Kalau kamu mau menang, teladani Yesus!" Karena setan itu sombong, maka saya akan menang kalau saya mengosongkan diri saya. Karena setan itu PENUNTUT HAK *ayo! tuntut hakmu! Alkitab bilang, mintalah maka akan diberikan. Ayo! kamu BERHAK untuk sehat, kamu BERHAK untuk kaya, BERHAK untuk bahagia, BERHAK untuk dikasihi*, saya akan menang justru kalau saya menyerahkan hak saya kepada Bapa *Bapa, aku sudah dibeli dengan darah anak-Mu yang mahal. Karena itu aku adalah kepunyaan-Mu, aku tidak punya hak atas hidupku. Bahkan untuk tidur pun, aku tidak berhak. Aku menerima semua hal yang Kau berikan ke dalam hidupku. Baik itu berkat maupun penderitaan karena aku percaya semua penderitaan yang kualami sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang kelak akan Kau berikan kepadaku.*

Guys, saya tau saya hidup dalam kemenangan. Bahkan hari ini saya tetap menang, sekalipun badan saya sakit semua, kepala saya pusink, kemaren malam ngga bisa tidur. Hidup berkemenangan tidak hanya berarti hidup yang menang atas masalah, menang atas sakit penyakit *Guys, itu DAMPAK kemenangan kita terhadap setan. Tapi yang pertama mesti dilawan itu SETAN-nya bukan penyakitnya. Saya yakin begitu saya sudah selesai belajar semua yang Tuhan ingin saya pelajari, Dia sanggup mengangkat semua masalah saya dalam sekejap.*.

Kita mengalami hidup yang berkemenangan ketika kita menang terhadap setan. Ketika kita menang terhadap kedagingan. Ketika saya berkata YA pada Tuhan, dan berteriak TIDAK kepada setan, pada saat itu saya menang. Hidup berkemenangan tidak hanya berarti perasaan menang, perasaan bahagia, tapi hidup berkemenangan adalah kita menang terhadap perasaan kita juga. Mau gue berasa menang, ngga berasa, pokoknya Tuhan tetep baik.

Kita hidup di dalam kemenangan dan kuasa kebangkitan, kalau kita senantiasa membawa kematian Kristus dalam hidup kita. Tidak ada kemenangan tanpa peperangan, tidak ada kebangkitan tanpa kematian. Tidak ada mahkota tanpa salib.

Bagi saya pengertian kita adalah umat pemenang, adalah seperti ini. Karena Tuhan Yesus sudah menang, maka TIDAK ADA SATU MASALAH PUN yang tidak bisa kita menangkan. Jangan pernah percaya dengan kata "Gue ngga tahan lagi." Oh Tidak, kita akan bisa tahan, Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku. Yang penting itu Yesus, apa yang sudah dilakukanNya di golgota.

Bagaimana dengan kalian guys? Apa kalian sudah berkemenangan terhadap setan atau malah masih jadi konconya? Guys, kalau kita menolak untuk melawan setan, itu artinya kita adalah kawannya. Ngga ada pihak netral.

 

Tuhan, aku tau Kau memperhitungkan semua pernyataan iman yang aku buat. Aku percaya Kau mendengar ketika aku berkata, apapun yang terjadi, mau gue sakit, gue sehat, gue ngga bisa tidur, gue tetep cinta sama Tuhan Yesus. Aku percaya Kau melihat ketika aku berdoa di kasurku tengah malam, Aku percaya dan aku tau, aku bisa tetap setia karena Kasih-Mu yang menopangku. Kalau bukan karena Kamu, aku sudah menyerah dari kapan-kapan. Aku percaya Kau turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikkan bagi anak-anak-Mu. Tuhan, aku hidup berdasarkan iman, bukan berdasarkan perasaan. Aku hidup berdasarkan janji-Mu bukan berdasarkan keadaan.

 

China, 15 Maret 2006