|
Walk By Faith and Not By Sight
Oleh: Grace Suryani
Guys,
untuk kesekian kalinya di awal semester ini, saya ngga bisa tidur.
Parahnya, ini saya lagi flu berat *kalian tau donk guys, obat untuk
flu itu istirahat*. Tapi kemaren malem saya naek ranjang jam 8 malam
dan baru tidur jam 3 pagi. Padahal saya udeh minum obat, en saya tau
obat yang saya minum itu punya dosis obat tidur yang cukup tinggi.
Biasanya saya minum, langsung ngantuk trus tidur. Tapi kemaren malem
ngga.
Ditanya
saya ada pikiran apa, ngga ada guys. Saya sudah melatih diri saya
untuk diem, tenang dan berdoa, sebut nama Tuhan Yesus. Kadang nyanyi
dalam hati, en kemaren malem itu hati saya damaiiii sekali. Kalau
saya ngga bisa tidur karena saya gelisah, hati saya pasti
deg-deg-an. Kemaren ngga. Damaaiii! sampe saya juga bingung.
Sampe
detik ini saya belon tau kenapa Tuhan izinkan saya ngalamin ini.
Saya bilang sama Tuhan, Tuhan kalau ini terjadi karena saya bikin
dosa, TOLONG Kasih tau saya, saya mau bertobat. Tapi kalau ini
terjadi karena Kau mau mengajarkan sesuatu, Kau mau tanamkan 1
karakter di dalam diriku, Kau mau bicara, aku akan menunggu. Saya
ngga akan ngomel, ngga akan ngeluh, tapi saya mau berdiam diri dan
menunggu Tuhan.
Nah,
pas saya 1/2 tidur itulah, otak saya tiba-tiba terlintas 1 pikiran,
inilah strategi untuk menang terhadap iblis. Trus saya inget
kata-kata di buku Mengatasi Kemustahilan-Maqdelene Kawotjo, dia
kutip dari buku Paul Caram yang pernah saya baca.
Guys,
sering banget kita mikir, strategi menang terhadap setan itu dengan
darah Yesus. Tok. Titik. Pokoknya kalau ada setan, tengking aja
dalam nama Tuhan Yesus, ntar dia pasti ngibrit. Oya harus tengking
pake iman. Selama ini saya juga mikir begitu. Sampe kemaren malem,
seolah-olah Tuhan bicara, "Kalau kamu mau menang, kamu juga
harus lakukan ini!"
Emank
guys, sejak saya susah tidur, saya justru merasa saya masuk ke medan
pertempuran. Kenapa? Coz ampir 24 jam, setan selalu bilang begini
sama saya, "Katanya Tuhan itu bae, kalau Tuhan bae kok kamu
minta tidur aja ngga dikasih?! Kamu kan lagi sakit. Tuhan kok sadis
sih sama kamu" Kalau ngga dia bilang begini, "ayo, Kamu
doa dengan iman. Minta supaya bisa tidur!! Kalau Tuhan baik, Tuhan
pasti tolong kamu."
Saya
sudah belajar mengatasi godaan pertama, tapi saya masih belajar
mengatasi godaan kedua. Guys, saya tau persis, untuk semua masalah
yang terjadi dalam idup saya, Tuhan itu punya batas waktu. Jadi
tidak ada masalah yang akan terussss begitu *kalau saya taat*, dan
melarikan diri dari masalah itu justru memperburuk keadaan. Jadi
kalau saya maksa dengan iman harus bisa tidur sedangkan sebenernya
Tuhan mau garap suatu karakter atau apa yang Tuhan mau sampaikan
lewat masa ini belum selesai, saya justru merusak pekerjaan Tuhan!!
Sikap terbaik ketika menghadapi masalah adalah, "Tuhan, take Ur
time. Terserah mau dibikin begini berapa lama, asal kehendak-Mu jadi
dalam hidupku. Ngga usah terburu-buru, Tuhan. Aku tau Kau tidak
pernah terlambat."
Untuk
menghadapi dakwaan setan yang ampir 24 jam, saya butuh sikap hati
yang benar. Bukan cuman asal tengking dalam Nama Tuhan Yesus. Memang
saya tau, kunci kemenangan saya yang pertama itu adalah darah Yesus.
Karena Dia menang, maka saya menang. Tapi setelah itu, ada kunci
kemenangan yang lain.
Apa
kuncinya?
Orang
pertama yang sudah mengalahkan setan adalah Tuhan Yesus. Dengan apa
Tuhan Yesus mengalahkan setan? Dengan menampilkan SIKAP YANG BERBEDA
180 derajat dengan setan. Setan menentang Allah, Tuhan Yesus taat
pada Allah. Setan sombong, Tuhan Yesus merendahkan diri. Setan suka
semuanya sendiri, Tuhan Yesus berkata "Jadilah kehendak-Mu dan
bukan kehendakku." Setan penuh kebencian, Tuhan Yesus penuh
kasih.
Dan
itu yang Roh Kudus bisikkan ke dalam hati saya. "Kalau kamu mau
menang, teladani Yesus!" Karena setan itu sombong, maka saya
akan menang kalau saya mengosongkan diri saya. Karena setan itu
PENUNTUT HAK *ayo! tuntut hakmu! Alkitab bilang, mintalah maka akan
diberikan. Ayo! kamu BERHAK untuk sehat, kamu BERHAK untuk kaya,
BERHAK untuk bahagia, BERHAK untuk dikasihi*, saya akan menang
justru kalau saya menyerahkan hak saya kepada Bapa *Bapa, aku sudah
dibeli dengan darah anak-Mu yang mahal. Karena itu aku adalah
kepunyaan-Mu, aku tidak punya hak atas hidupku. Bahkan untuk tidur
pun, aku tidak berhak. Aku menerima semua hal yang Kau berikan ke
dalam hidupku. Baik itu berkat maupun penderitaan karena aku percaya
semua penderitaan yang kualami sekarang tidak sebanding dengan
kemuliaan yang kelak akan Kau berikan kepadaku.*
Guys,
saya tau saya hidup dalam kemenangan. Bahkan hari ini saya tetap
menang, sekalipun badan saya sakit semua, kepala saya pusink,
kemaren malam ngga bisa tidur. Hidup berkemenangan tidak hanya
berarti hidup yang menang atas masalah, menang atas sakit penyakit
*Guys, itu DAMPAK kemenangan kita terhadap setan. Tapi yang pertama
mesti dilawan itu SETAN-nya bukan penyakitnya. Saya yakin begitu
saya sudah selesai belajar semua yang Tuhan ingin saya pelajari, Dia
sanggup mengangkat semua masalah saya dalam sekejap.*.
Kita
mengalami hidup yang berkemenangan ketika kita menang terhadap
setan. Ketika kita menang terhadap kedagingan. Ketika saya berkata
YA pada Tuhan, dan berteriak TIDAK kepada setan, pada saat itu saya
menang. Hidup berkemenangan tidak hanya berarti perasaan menang,
perasaan bahagia, tapi hidup berkemenangan adalah kita menang
terhadap perasaan kita juga. Mau gue berasa menang, ngga berasa,
pokoknya Tuhan tetep baik.
Kita
hidup di dalam kemenangan dan kuasa kebangkitan, kalau kita
senantiasa membawa kematian Kristus dalam hidup kita. Tidak ada
kemenangan tanpa peperangan, tidak ada kebangkitan tanpa kematian.
Tidak ada mahkota tanpa salib.
Bagi
saya pengertian kita adalah umat pemenang, adalah seperti ini.
Karena Tuhan Yesus sudah menang, maka TIDAK ADA SATU MASALAH PUN
yang tidak bisa kita menangkan. Jangan pernah percaya dengan kata
"Gue ngga tahan lagi." Oh Tidak, kita akan bisa tahan,
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan
kekuatan kepadaku. Yang penting itu Yesus, apa yang sudah
dilakukanNya di golgota.
Bagaimana
dengan kalian guys? Apa kalian sudah berkemenangan terhadap setan
atau malah masih jadi konconya? Guys, kalau kita menolak
untuk melawan setan, itu artinya kita adalah kawannya. Ngga ada
pihak netral.
Tuhan,
aku tau Kau memperhitungkan semua pernyataan iman yang aku buat. Aku
percaya Kau mendengar ketika aku berkata, apapun yang terjadi, mau
gue sakit, gue sehat, gue ngga bisa tidur, gue tetep cinta sama
Tuhan Yesus. Aku percaya Kau melihat ketika aku berdoa di kasurku
tengah malam, Aku percaya dan aku tau, aku bisa tetap setia karena
Kasih-Mu yang menopangku. Kalau bukan karena Kamu, aku sudah
menyerah dari kapan-kapan. Aku percaya Kau turut bekerja dalam
segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikkan bagi anak-anak-Mu.
Tuhan, aku hidup berdasarkan iman, bukan berdasarkan perasaan. Aku
hidup berdasarkan janji-Mu bukan berdasarkan keadaan.
China,
15 Maret 2006
|