Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 1081 kali







Potongan-potongan Renungan Jumat Agung
Oleh: Grace Suryani


Jumat Agung,

Anak-anak Tuhan di belahan bumi lain pergi ke gereja, saya pergi ke kelas. Gu dai han yu, bahasa mandarin kuno. Hari ini emank banyak yang ngga masuk kelas, bukan karena Paskah, tapi karena hari ini bo shui jie, Tahun Baru orang Thailand , en Selama hari ini bebas menyiram siapapun pake aer *beerrr!!! Suhu hari ini 12-18 derajat!! But saya udeh persiapan kok, pake jaket parasit, dan bawa payung, karena kadang yg nyirem, bisa nyiram dari lantai 3-4*

Ketika saya duduk sendirian di meja belajar, berdoa, hati saya mengeluh, "Tuhan aku pengen pulang." Untung Tuhan bener-bener ngga pernah ninggalin saya. Saya kembali diingetin, Arti Jumat Agung itu bukan karena apa yang kita lakukan atau perbuat untuk merayakannya tapi pada apa yang dilakukan Yesus.

Arti dan makna Jumat Agung tidak terletak di kebaktian-kebaktian, di khotbah-khotbah, paduan suara-paduan suara, kehangatan keluarga. Saya bisa kehilangan itu semua tapi tetep merayakan Jumat Agung bersama dengan Dia. Sebaliknya, saya bisa memiliki itu semua tapi kehilangan makna Jumat Agung karena saya melupakan Dia.

Teman-teman saya di negara-negara lain mendapat kasih karunia buat dateng ke kebaktian Jumat Agung dan Paskah, tapi saya dan teman-teman saya di China juga Tuhan berikan kasih karunia khusus.

Kasih karunia untuk tetap merayakan dan mengenang Jumat Agung sekalipun tidak ada yang merayakan. Kasih karunia untuk membuktikan iman dan kesetiaan kita. Apakah selama ini kita merayakan Jumat Agung karena kita memang mengerti dan menghayati pengorbanan Kristus atau selama ini kita merayakan hanya karena orang-orang Kristen lain merayakannya?!?! Kalau TIDAK ADA SATU ORANG PUN yang inget hari Jumat Agung, apakah saya akan tetap merayakannya? Itu tantangan, tapi itu juga kasih karunia :D Saya merasa bersyukur Tuhan kasih saya kesempatan untuk memperoleh kasih karunia ini. Love U, JC.

Sehabis saya baca Alkitab dan saya berdoa, tiba-tiba saya teringat akan seorang teman saya. Beberapa hari yang lalu dia ngabarin saya lewat YM kalau istrinya mengandung. Wah saya ikut seneng, trus saya berdoa buat dia dan saya bilang sama Tuhan isi hati saya, "Tuhan kalau sekiranya Engkau berkenan, aku pengen banget suatu hari nanti melahirkan dan punya anak. Coz aku pengen banget bisa ngerasain sedikiiiittt dari hati Bapa. Aku pengen bisa ngerti sedikitttt dari kasih Allah Bapa, selama ini aku sering ngerasain tapi aku ngga pernah ngerti, en kadang aku pengen bisa mencicipi sedikittt aja rasanya jadi "Bapa", rasanya jadi "orang tua". Aku harap dengan begitu aku bisa lebih menghargai dan berterima kasih atas kasih-Mu. Tapi Tuhan semuanya terserah Engkau :D.

Trus saya kepikir untuk kirimin dia e-card dengan sedikit pesan

 

Calon papa mama yang berbahagia.

Ketika harinya tiba kelak dan kau melihat bayi mungilmu berbaring di pelukanmu, dan hatimu melimpah dengan perasaan sayang kepadanya, ingatlah bahwa kasih Bapamu di surga kepadamu melebihi semua perasaan terdalam yang ada di hatimu

Ketika kau melihatnya bergerak dan bernafas, lalu kau ingin memberikan yang terbaik padanya bukan karena apa yang ia lakukan untukmu, ingatlah Bapamu juga merasakan hal yang sama ketika Ia melihatmu

Ketika kau melihat ada bahaya yang mengancam bayimu terkasih lalu kau mau melakukan apapun untuk melindunginya, ingatlah bahwa demikian juga perasaan Bapamu ketika melihat kau membuat keputusan-keputusan yang bisa menghancurkanmu, Ia menutup semua jalanmu untuk melindungimu.

 Ketika kau merasa rela memberikan apapun untuk asal bisa melihatnya bahagia, ingatlah Bapamu di surga SUDAH memberikan pemberian yang terbaik, memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk mati bagimu, supaya kamu bisa berbahagia selama-lamanya dengan-Nya di surga kelak.

Menjadi orang tua itu adalah salah satu panggiln terindah, karena ketika kau menjalaninya, Ia memberimu kesempatan lebih mengenal dan mengerti hati Bapa sendiri.

Gembira bersama dengan Allah ketika melihat anakmu bertumbuh, sama seperti Bapa juga gembira melihat anak-anak-Nya bertumbuh.

Menangis bersama dengan Allah ketika anakmu tidak mengerti bahwa kau terpaksa melarangnya melakukan beberapa hal karena itu bisa membahayakan hidupnya.

Membagi pedih dan perih dengan Allah ketika anakmu tidak mengerti atau tidak percaya bahwa engkau mengasihi-Nya.

Dan sama seperti Allah, tidak ada hal yang akan membuatmu lebih bahagia daripada ketika kau mendengar anakmu berkata, "Pah, aku sayang Papa" dan dia benar-benar bersungguh-sungguh dengan ucapannya.

May the Love of our Heavenly Father always be with you

May God Himself teach you how to teach and guide ur child as He teach, love and guide you in His way.

 

Dan saya makin terkagum-kagum ketika sadar bahwa Allah yang adalah Kasih, rela mengorbankan anak-Nya demi saya, demi anda. Tidak ada orang tua waras yang rela untuk mengorbankan anaknya, banyak orang tua, banyak ibu-ibu memilih untuk mengorbankan dirinya sendiri daripada mengorbankan anaknya, jadi kalau Allah rela mengorbankan anak-Nya, Ia benar-benar mengasihi kita.

 

China , 14 April 2006

Bapa, aku mungkin sendirian di sini tapi aku tidak pernah benar-benar sendiri.