|
Can You Speak English?
Oleh: Grace Suryani
“Can
you speak English?”, errhh … karena sudah cukup lama di China,
bahasa Inggris saya kacau balau, akhirnya saya jawab,
“Little-little, I can” Huhahaha … ketauan banget begonye. :
p Orang yang bahasa Inggrisnya bagus denger jawaban saya pasti
senyam senyum.
Kalau
kita belajar bahasa asing, sebenernya ngga cukup hanya dengan bisa
ngomong or bacanya dengan lancar, tapi kita harus bisa bicara dengan
“cara” dengan “gaya” si native speaker. Kalau ngga begitu,
jadilah kita bicara bahasa Inggris dengan grammar Indo, or bicara
bahasa Mandarin gaya indo.
Dosen
saya baru balik dari tugas di Jakarta, trus di papan tulis dia nulis
1 kalimat yang dibuat ama 1 anak Indo. Bunyinya gini, “wo you yi
ge bing de yeye, hen wei bing, xu yao zuo shou shu”, pas baca saya
ketawa. Coz dia bikin kalimat itu dengan gaya bicara orang-orang
Indo. Saya tebak anak itu pengen ngomong gini, saya punya seorang
kakek yang sedang sakit, sakitnya parah, harus dioperasi. Masalahnya
di dalam bahasa mandarin, ngga ada itu “wo you yi ge bing de
yeye” *saya punya seorang kakek yang sedang sakit*, adanya kakek
saya sakit.
Kadang
sama roommate saya yang orang Thailand, kita suka salah paham
soal-soal yang lucu. Suatu hari, saya tanya sama dia, “Ming tian
you zuo ye ma?” *Besok ada Pe-er?* Bayangkan betapa saya peduli
sama kemajuan bahasa mandarin roommate saya!! Hohoho. Dia bengong.
Saya pikir die ngga denger, trus saya tanya lagi, dengan lebih
pelan, “Ming … tian … you … zuo …. Ye …
ma?!” Dia masih ngga jawab. Dia cuman liat saya, trus dia bilang
gini, “Ming tian hai mei dao, wo zenme zhidao ming tian you mei
you zuo ye??” *Besok kan belum tiba, darimana saya tau besok bakal
ada pe-er atau ngga?!* Laahhh … gantian saya yang bengong.
Ternyata saya tanya sama dia, dengan gaya bahasa yang sering saya
pakai en sering kita pakai. My oh my …
Guys,
di dalam bicara suatu bahasa asing, kita perlu bener-bener belajar,
kata-kata yang dipergunakan oleh orang tersebut, maksud yang
terkandung di dalam kata-kata itu, kapan kata-kata diucapkan, dengan
cara yang bagaimana?? Harus diperhatiin. En kita ngga boleh
menafsirkan atau menerjemahkan kata-kata itu seenak jidat kita
sendiri
Guys,
coba bayangkan apa jadinya kalau saya bilang sama org bule, “you
can not do your things like your own forehead!” Nah loh!! Atau
kalau saya bilang sama kalian, kalian jangan menggantung selera saya
donk!! Ngga ngerti kan?! Yah jelas ngga ngerti! Soalnya saya
terjemahin itu kata per kata dari istilah mandarin diao wei kou,
yang artinya bikin penasaran.
Kecerobohan
di dalam bicara bahasa asing, sering jadi lelucon. But masalah
menjadi ruwet dan menyakitkan kalau kita ceroboh di dalam bicara
dengan Bahasa Tuhan.
Pernah
merasa bingung dengan Tuhan? Marah? Kecewa? Ngga ngerti?! Kok begini
sih … kata Alkitab begini tapi kok kenyataannya beda?!?! Katanya
Tuhan “kasih” tapi kok doa gue ngga dijawab?! Katanya Tuhan
sayang kok gue dikasih masalah banyak?!?! Katanya Tuhan melindungi,
kok suami saya meninggal?!
Well
inilah akibat kita bicara dalam bahasa Tuhan tapi pake “grammar
manusia”. Kacau. Sesat. Sakit hati. Kecewa. Pahit.
Paulus
bilang di dalam 1 Korintus 2 :4-5 “Baik perkataanku maupun
pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang
meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya
iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada
kekuatan Allah”
Supaya
apa? Supaya iman kita TIDAK BERGANTUNG pada HIKMAT MANUSIA, tetapi
pada KEKUATAN ALLAH!!
Iman
yang benar itu iman yang bergantung pada kekuatan Allah. Pada hikmat
Allah. Bukan pada hikmat manusia!! Iman yang bergantung pada
kekuatan Allah lah yang akan mampu bertahan. Mau dunia kacau balau,
mau Harga BBM naek, mau kena kanker, mau ditinggal orang-orang
terkasih … iman tetep bisa teguh. Karena ditopang oleh Allah
sendiri!! Hikmat manusia pasti rontok … karena hikmat manusia
ngga sempurna.
Guys,
kenyataannya Tuhan memang bicara dalam “bahasa-Nya sendiri” yang
beda dengan “bahasa kita”. Di dalam bahasa kita “kasih”
berarti memberikan hal-hal yang kita suka, hal-hal yang manis,
indah, romantis, di dalam kasih tidak ada pertengkaran, tidak ada
rasa sakit. Kalau kamu sayang sama aku, kamu ngga akan lakukan
hal-hal yang menyakitiku! Kalau kamu menyakitiku, Kamu ngga
sayaaannggg!! Itu pikiran kita.
Tapi
pikiran Tuhan, KASIH = SALIB = GOLGOTA. Di dalam kasih memang ada
hal-hal yang manis, tapi juga ada hal-hal yang pahit. Tuhan
mengasihi kita, karena itu TUHAN MENGHUKUM kita ketika kita salah.
Ibrani 12:6 “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya,
dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebgai anak."
Kenapa
bangsa Israel gagal mengenali Messias?! Karena mereka sudah punya
konsep yang salah dan mereka MENOLAK merubah konsep mereka dan
menyesuaikannya dengan konsep Tuhan!! Di bayangan mereka, Messias
itu Raja secara politik, akan membebaskan mereka dari penjajahan
Romawi *well guys, saya percaya kalian sudah tau banget akan hal
ini. But taukah kalian akan hal yang berikutnya?*
Kita
sering bilang bangsa Israel itu bego, tegar tengkuk, goblok. Dan
pernah ngga kita mikir, kita juga begitu?!?! Ketika kita memegang 1
konsep tertentu tentang Allah *Allah itu mestinya begini begitu
begini begitu* dan ternyata ketika Allah berkata *Tidak, Aku ngga
seperti itu*, bisakah kita terima? Atau kita marah sama Tuhan.
“Tuhan aku sudah melayani, kok malah ujian ngga lulus?!?! Katanya
Tuhan penolong yang ajaib!!” Yah Tuhan itu penolong yang ajaib,
tapi ingat donk kewajiban kamu! Belajar!! Tuhan TIDAK MAU MENOLONG
orang-orang yang MELANGGAR FIRMAN-NYA! Pertolongan Tuhan hanya untuk
orang-oraang BENAR, KUDUS, MEMEGANG PERINTAH TUHAN, BERJALAN DALAM
JALANNYA.
Tuhan
tidak pernah menjanjikan pertolongan kepada orang fasik. Tuhan
menjanjikan pertolongan pada orang benar. Pertanyaannya apakah kita
ORANG BENAR??
Guys,
Tuhan itu punya “bahasa sendiri”. Tuhan punya tata cara dan
aturan maen sendiri. Kita ngga bisa seenaknya bilang sama Tuhan,
“Ah Tuhan begini ngga enak … gue maunya begini begitu.”
Bisa
ngga saya, orang keturunan Chinese entah generasi kesekian yang
orang tua ngga bisa bahasa mandarin trus saya bilang ama orang-orang
China, “Bahasa kalian jelek, mestinya tuh begini begitu begini
begitu!!” Gile … bisa ditabok orang sekampung gue, sapa
Loe?!? Ngaca donk … loe tuh sapa?!?! Nah kalikan kondisi saya
dengan 10.000.000.000.000.000.000.000.000 trus dipangkat
20.000.000.000, nah seperti itulah kondisi kita kalau kita bilang
ngga mau ikut aturan Tuhan. Aturan Tuhan itu ngga bagus, bagusan
aturan gue.
Well,
seperti biasa, keputusan terakhir ada di tangan kalian. Terserah
kalian mau milih apa? Tetep “menafsirkan Firman Tuhan seenak jidat
sendiri”, tetep berpegang pada konsep kalian akan Tuhan, atau mau
membiarkan Tuhan bicara secara pribadi sama kita dan mengajari kita
bahasa-Nya, mengajari grammar-Nya, mengajari kita hal-hal yang
selama ini kita salah pahami.
The
choice is yours.
China,
17 Maret 2006
|