Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 1350 kali







Can You Speak English?
Oleh: Grace Suryani


“Can you speak English?”, errhh …­ karena sudah cukup lama di China, bahasa Inggris saya kacau balau, akhirnya saya jawab, “Little-little, I can” Huhahaha …­ ketauan banget begonye. : p Orang yang bahasa Inggrisnya bagus denger jawaban saya pasti senyam senyum.

Kalau kita belajar bahasa asing, sebenernya ngga cukup hanya dengan bisa ngomong or bacanya dengan lancar, tapi kita harus bisa bicara dengan “cara” dengan “gaya” si native speaker. Kalau ngga begitu, jadilah kita bicara bahasa Inggris dengan grammar Indo, or bicara bahasa Mandarin gaya indo.

Dosen saya baru balik dari tugas di Jakarta, trus di papan tulis dia nulis 1 kalimat yang dibuat ama 1 anak Indo. Bunyinya gini, “wo you yi ge bing de yeye, hen wei bing, xu yao zuo shou shu”, pas baca saya ketawa. Coz dia bikin kalimat itu dengan gaya bicara orang-orang Indo. Saya tebak anak itu pengen ngomong gini, saya punya seorang kakek yang sedang sakit, sakitnya parah, harus dioperasi. Masalahnya di dalam bahasa mandarin, ngga ada itu “wo you yi ge bing de yeye” *saya punya seorang kakek yang sedang sakit*, adanya kakek saya sakit.

Kadang sama roommate saya yang orang Thailand, kita suka salah paham soal-soal yang lucu. Suatu hari, saya tanya sama dia, “Ming tian you zuo ye ma?” *Besok ada Pe-er?* Bayangkan betapa saya peduli sama kemajuan bahasa mandarin roommate saya!! Hohoho. Dia bengong. Saya pikir die ngga denger, trus saya tanya lagi, dengan lebih pelan, “Ming …­ tian …­ you …­ zuo …­. Ye …­ ma?!” Dia masih ngga jawab. Dia cuman liat saya, trus dia bilang gini, “Ming tian hai mei dao, wo zenme zhidao ming tian you mei you zuo ye??” *Besok kan belum tiba, darimana saya tau besok bakal ada pe-er atau ngga?!* Laahhh …­ gantian saya yang bengong. Ternyata saya tanya sama dia, dengan gaya bahasa yang sering saya pakai en sering kita pakai. My oh my …­

Guys, di dalam bicara suatu bahasa asing, kita perlu bener-bener belajar, kata-kata yang dipergunakan oleh orang tersebut, maksud yang terkandung di dalam kata-kata itu, kapan kata-kata diucapkan, dengan cara yang bagaimana?? Harus diperhatiin. En kita ngga boleh menafsirkan atau menerjemahkan kata-kata itu seenak jidat kita sendiri

Guys, coba bayangkan apa jadinya kalau saya bilang sama org bule, “you can not do your things like your own forehead!” Nah loh!! Atau kalau saya bilang sama kalian, kalian jangan menggantung selera saya donk!! Ngga ngerti kan?! Yah jelas ngga ngerti! Soalnya saya terjemahin itu kata per kata dari istilah mandarin diao wei kou, yang artinya bikin penasaran.

Kecerobohan di dalam bicara bahasa asing, sering jadi lelucon. But masalah menjadi ruwet dan menyakitkan kalau kita ceroboh di dalam bicara dengan Bahasa Tuhan.

Pernah merasa bingung dengan Tuhan? Marah? Kecewa? Ngga ngerti?! Kok begini sih …­ kata Alkitab begini tapi kok kenyataannya beda?!?! Katanya Tuhan “kasih” tapi kok doa gue ngga dijawab?! Katanya Tuhan sayang kok gue dikasih masalah banyak?!?! Katanya Tuhan melindungi, kok suami saya meninggal?!

Well inilah akibat kita bicara dalam bahasa Tuhan tapi pake “grammar manusia”. Kacau. Sesat. Sakit hati. Kecewa. Pahit.

Paulus bilang di dalam 1 Korintus 2 :4-5 “Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah”

Supaya apa? Supaya iman kita TIDAK BERGANTUNG pada HIKMAT MANUSIA, tetapi pada KEKUATAN ALLAH!!

Iman yang benar itu iman yang bergantung pada kekuatan Allah. Pada hikmat Allah. Bukan pada hikmat manusia!! Iman yang bergantung pada kekuatan Allah lah yang akan mampu bertahan. Mau dunia kacau balau, mau Harga BBM naek, mau kena kanker, mau ditinggal orang-orang terkasih …­ iman tetep bisa teguh. Karena ditopang oleh Allah sendiri!! Hikmat manusia pasti rontok …­ karena hikmat manusia ngga sempurna.

 Guys, kenyataannya Tuhan memang bicara dalam “bahasa-Nya sendiri” yang beda dengan “bahasa kita”. Di dalam bahasa kita “kasih” berarti memberikan hal-hal yang kita suka, hal-hal yang manis, indah, romantis, di dalam kasih tidak ada pertengkaran, tidak ada rasa sakit. Kalau kamu sayang sama aku, kamu ngga akan lakukan hal-hal yang menyakitiku! Kalau kamu menyakitiku, Kamu ngga sayaaannggg!! Itu pikiran kita.

Tapi pikiran Tuhan, KASIH = SALIB = GOLGOTA. Di dalam kasih memang ada hal-hal yang manis, tapi juga ada hal-hal yang pahit. Tuhan mengasihi kita, karena itu TUHAN MENGHUKUM kita ketika kita salah. Ibrani 12:6 “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebgai anak."

Kenapa bangsa Israel gagal mengenali Messias?! Karena mereka sudah punya konsep yang salah dan mereka MENOLAK merubah konsep mereka dan menyesuaikannya dengan konsep Tuhan!! Di bayangan mereka, Messias itu Raja secara politik, akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi *well guys, saya percaya kalian sudah tau banget akan hal ini. But taukah kalian akan hal yang berikutnya?*

Kita sering bilang bangsa Israel itu bego, tegar tengkuk, goblok. Dan pernah ngga kita mikir, kita juga begitu?!?! Ketika kita memegang 1 konsep tertentu tentang Allah *Allah itu mestinya begini begitu begini begitu* dan ternyata ketika Allah berkata *Tidak, Aku ngga seperti itu*, bisakah kita terima? Atau kita marah sama Tuhan. “Tuhan aku sudah melayani, kok malah ujian ngga lulus?!?! Katanya Tuhan penolong yang ajaib!!” Yah Tuhan itu penolong yang ajaib, tapi ingat donk kewajiban kamu! Belajar!! Tuhan TIDAK MAU MENOLONG orang-orang yang MELANGGAR FIRMAN-NYA! Pertolongan Tuhan hanya untuk orang-oraang BENAR, KUDUS, MEMEGANG PERINTAH TUHAN, BERJALAN DALAM JALANNYA.

 Tuhan tidak pernah menjanjikan pertolongan kepada orang fasik. Tuhan menjanjikan pertolongan pada orang benar. Pertanyaannya apakah kita ORANG BENAR??

Guys, Tuhan itu punya “bahasa sendiri”. Tuhan punya tata cara dan aturan maen sendiri. Kita ngga bisa seenaknya bilang sama Tuhan, “Ah Tuhan begini ngga enak …­ gue maunya begini begitu.”

Bisa ngga saya, orang keturunan Chinese entah generasi kesekian yang orang tua ngga bisa bahasa mandarin trus saya bilang ama orang-orang China, “Bahasa kalian jelek, mestinya tuh begini begitu begini begitu!!” Gile …­ bisa ditabok orang sekampung gue,­ sapa Loe?!? Ngaca donk …­ loe tuh sapa?!?! Nah kalikan kondisi saya dengan 10.000.000.000.000.000.000.000.000 trus dipangkat 20.000.000.000, nah seperti itulah kondisi kita kalau kita bilang ngga mau ikut aturan Tuhan. Aturan Tuhan itu ngga bagus, bagusan aturan gue.

Well, seperti biasa, keputusan terakhir ada di tangan kalian. Terserah kalian mau milih apa? Tetep “menafsirkan Firman Tuhan seenak jidat sendiri”, tetep berpegang pada konsep kalian akan Tuhan, atau mau membiarkan Tuhan bicara secara pribadi sama kita dan mengajari kita bahasa-Nya, mengajari grammar-Nya, mengajari kita hal-hal yang selama ini kita salah pahami.

The choice is yours.

 

China, 17 Maret 2006