Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 1082 kali







Terbang Mengatasi DEADLINE
Oleh: Grace Suryani


Guys, hehehe... untuk kesekian kalinya, Tuhan ngajak saya maen "jet coster". Heran... Tuhan kok seneng banget yak ngajakin saya maen "jet coaster"!! Padahal saya udeh protes berulang kali, "Tuhan, aduh... bukannya gue ngga suka maen sama Kamu, tapi Tuhan, jet coaster-Mu itu rasanya membahayakan "kesehatan jantung" gue!! Gmana kalau sekali-kali, maen ayunan aja yuk. Atau istana boneka kek, atau komidi puter, masak maen "jet coaster" mulu!! Tapi protes saya tidak digubris : (( Hem...

Jet Coaster Tuhan itu istilah saya buat situasi-situasi yang tidak bisa saya control, situasi yang bikin saya deg-deg-an, naek turun, naek turun lagi, kadang sampe muter 360 derajat. Kayak situasi saya sekarang.

Ini Paskah terakhir saya di China . Sejak semester kemaren, saya sama temen saya sudah ber-angan-angan untuk membuat acara Paskah yang syahdu, sederhana tapi berkesan. Pokoknya sesuatu yang lain daripada yang lain *ehm... ini kesukaan saya, bikin sesuatu yang lain daripada yang lain hehehe*. Sahabat saya itu sekretaris Paskah, trus akhirnya singkat cerita saya jadi koord acara.

Dan saya punya 1 kerinduan, bikin acara Paskah yang bener-bener sesuai dengan apa yang Tuhan mau, bukan apa yang manusia mau. Saya sudah cape en bosen dengan acara-acara yang kadang cuman ditujukan buat manusia, acara-acara yang keliatannya "wah" tapi tidak membawa kepada pertobatan dan pertumbuhan rohani anak-anak. *Cita-cita yang mulia yah guys :p* Awalnya segala sesuatu berjalan dengan lancar mulus. Mulai dengan pemilihan anak-anak acara yang ternyata semuanya bisa sehati. Kita doa bareng dan saling dapet konfirmasi buat tema Paskah.

Wah saya penuh sukacita. Dapet konfirmasinya itu ajaib sekali!! Tambah beriman, But... Tiba-tiba semua jalan tertutup. Kita ngga punya ide sama sekali buat bikin acara utama. Nah loh. Kita mau bikin drama, tapi ngga tau ceritanya apa, otak saya yang biasanya cemerlang, akhir-akhir ini melempem. Ngga ada ide sama sekali.

Rapat terakhir, udeh kayak orang putus asa semua. Kita ngga tau mau ngapain. Sampe kita nyaris pikir, udehlah ambil apa saja yang ada. Kita bikin sesuatu lah, yang penting ada acara, tapi hati kecil kita itu berontak. Ngga bisa begini, Tuhan dah kasih yang terbaik masak kita asal comot aja sih!! Akhirnya saya cuman bisa bilang, "Mari kita berdoa!"

Pulang dengan hati sedikit kecewa. Saya berdoa dan berpikir, "Duh Tuhan... saya pikir kalau saya mau bikin sesuatu yang bener-bener Tuhan, Tuhan pasti seneng dan jalannya dibikin lancar, tapi kenapa yang saya kebalikannya??!

Waktu itulah, Tuhan buka hati saya. Saya dan teman-teman saya sedang diuji. Tuhan dengar doa kami dan karena itu Tuhan mau tau, kamu serius ngga?! Taunya dari mana? Yah diuji. Tuhan sengaja diam. Tuhan seperti mengulur-ngulur waktu, sengaja ngga kasih ide, supaya motivasi dan kesungguhan kami teruji. Apa kami cuman doa di mulut, atau kami benar-benar merindukan lawatan Tuhan.

Saya dapet pelajaran dari kisah Saul di 1 Samuel 13. Waktu itu Israel berperang melawan rakyat Filistin. Tentara Filistin buanyaaakk bgt seperti pasir di laut. Semua orang Israel ketakutan. Sebelum mereka perang, Samuel dan Saul sudah janjian untuk mempersembahkan korban untuk memohon berkat Allah. Eh tunggu punya tunggu, Samuel ngga nonggol-nonggol. Orang Israel banyak yang lari meninggalkan Saul. Sampai akhirnya, pada waktu yang DIJANJIKAN, Samuel tidak datang juga, Saul mempersembahkan korban sendiri. Begitu Saul selesai, Samuel datang.

Ketika Samuel tanya, "Apa yang kamu lakukan?!" Saul jawab begini, "Karena aku melihat rakyat itu terserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas, MAKA PIKIRKU: sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal." 1 Samuel 13:11

Satu pertanyaan guys, orang Filistin sudah menyerang belum?! BELOM! Dan BELON TENTU MEREKA SEBENTAR LAGI MENYERANG! Itu cuman PIKIRAN SAUL. Jawaban Saul, itu jawaban yang sering kita katakan. Jawaban yang sering kita keluarkan dan kita jadikan alasan untuk tidak mentaati Tuhan.

3 alasan yang pertama dikatakan Saul itu fakta. Bangsa Israel memang terserak. Dan Samuel "keliatannya" tidak datang. Orang Filistin memang berkumpul di Mikhmas, tapi yang membuat dia jatuh ke dalam dosa adalah perkataannya yang berikutnya. Maka PIKIRKU, dia jatuh karena dia PERCAYA pada pikirannya lebih dari dia PERCAYA sama Tuhan! Dia percaya pada ketakutannya. Dia percaya pada fakta lebih dari imannya kepada Tuhan.

Akibatnya, dia ditolak menjadi raja.

Ironis guys, hanya karena "maka pikirku". Kejatuhan Saul bukan dimulai ketika dia mempersembahkan korban itu sendiri, jauh sebelum itu, dia sudah kalah. Kalah, karena dia membiarkan logika, perhitungannya menguasainya lebih daripada Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan saya?!?! Akankah kita jatuh ke kesalahan yang sama? Akankah kita lebih takut sama "deadline" daripada sama Tuhan?!

Guys... Tuhan yang tau persis apa yang ada di dalam hati saya. Secara manusia, mestinya saya panic, ini kurang dari 3 minggu. Dan acara, belum beres. Tapi waktu saya mikir gitu, hati saya mengatakan sesuatu yang lain, "Kalau manusia yang kerja 3 bulan belon tentu beres. Kalau Tuhan yang kerja 1 minggu saja cukup!" Tuhan juga mengingatkan bagaimana semester kemaren Tuhan kasih saya 1 naskah drama dan saya cuman butuh 3 hari buat siap untuk pentas. 3 hari. Dari dapet ide, nulis naskah sampai latihan. Selesai. Itu Tuhan yang bikin.

Yah guys... kita, anak-anak Tuhan tidak berjalan dalam deadline manusia. Kita berjalan dalam waktu Tuhan, dan DIA TIDAK PERNAH JAM KARET. Ngga pernah molor. Ngga pernah telat. Tinggal gimana respons kita? Apakah kita sabar? Ataukah tidak.

Apakah kita mengalami *tidak hanya mengimani* ayat fave yang suka ditulis di pembatas-pembatas buku "tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendpat kekuatan baru; mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjdi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." Kita mungkin hafal, tapi pernah ngga ngalamin?!?! Ngalamin rasanya jadi rajawali yang terbang.

 

ketika orang lain terkungkung di dalam waktu,

aku terbang bebas di dalam Tuhan

ketika orang dibatasi oleh DEADLINE *dead = mati, line = garis*

aku melukis garis kehidupan, menari tanpa batas di dalam hadirat-Nya

ketika orang tidak bisa tidur memikirkan batas waktu,

aku terlelap di dalam pelukan Bapa yang mengatur waktu

Bapaku tidak terikat oleh waktu, tidak terikat oleh kalender

Tidak terpenjara di dalam jam,

Ya, Dia BAPAKU. Dan karena itu, aku tidak punya alasan untuk takut.

 

China , 21 Maret 2006