|
Am I Beautiful?
Oleh: Grace Suryani
Guys, kemaren ada 2
hal yang membuat saya sedih banget, ini semua berhubungan dengan
perkawinan sodara sepupu saya. Yang pertama, karena sesuatu dan lain
hal, saya ngga jadi beli gaun baru utk pesta. Saya putusin untuk
pakai gaun saya yang lama, ehm …. Cukup bikin sedih, tapi it’s
okay. Kedua, yang bener-bener bikin saya pusing sekaligus sedih
banget, masalah tiket pesawat. Pesta perkawinan sepupu saya itu
mepet dengan hari keberangkatan dd saya ke
Kuala Lumpur
. So ps hari-H, pagi-pagi saya masih di KL, sampe di Jkt jam 10.10
dan saya baru kebagian tiket itu jam 12.55, sedangkan pemberkatan
dimulai jam 15.00!!
Saya panic guys.
Gmana kalau pesawatnya delay?? Akhirnya diambil jalan tengah, dari
airport saya akan langsung ke gereja. Well, itu artinya saya tidak
akan sempet ke salon untuk dandan. Arrgghh ….
Guys, pernikahan
sepupu saya ini, salah satu big event yang sangaatt saya
tunggu-tunggu. Saya bahkan sengaja diet supaya pas hari-H, nanti
saya bisa pake gaun yang keren dan wah. Malah dari
China
saya udeh browsing di internet cari-cari model gaun yang kira-kira
saya pengen! Ngga cuman diet guys, salah satu alasan kenapa saya
hair extension itu juga demi ini. Supaya saya bisa show off. *ehm
buat yang belon tau, di China saya sempet hair extension hihihi. So
sekarang rambut saya panjangnya sepinggang. Pertama kali bow!!
hehehe En jangan salah guys, hair extension di
China
murah pisan!! Saya habis kira-kira Rp 300.000,00 an*
En sekarang
dihadapkan pada kenyataan, saya harus pake gaun lama bahkan ngga
bisa ke salon!! Urrghh. Saya sempet kecewa berat, akhirnya saya
tanya sama Tuhan. Apa maksud-Mu Tuhan?!?! Dan Tuhan ingatkan 2 hal.
Yang pertama, saya
diingetin akan artikel yang saya tulis “The Wedding” Soal
pernikahan di
China
yang begitu sederhana tapi menyentuh. Tentang org2 yg datang untuk
MEMBERKATI bukan utk show off, or party. Dan kalau saya bilang saya
sayang sama sepupu saya, mestinya motivasi utama saya datang ke sana
untuk memberkati, mendoakan, mendukung mereka, bukan untuk show off,
dandan secantik-cantiknya, coba model rambut baru yang akhirnya
hanya akan berakhir di UPLOAD new photos di friendster
saya.Bandingkan guys, doa yang saya panjatkan untuk sepupu saya akan
berakhir di surga, sedangkan dandanan saya hanya akan berakhir di
Friendster, yah mungkin sama MSN. : P Beeehh … memberkati
mereka, berdoa buat mereka itu sesuatu yang kekal, en sesuatu yang
Tuhan inginkan. Jauhhh lebih berharga melihat mereka punya kehidupan
pernikahan yang diberkati drpd saya punya 1 lusin foto-foto terbaru.
Yang kedua, ternyata
Tuhan pakai moment ini untuk bicara sesuatu yang lebih mendasar dan
lebih penting. About beauty. Guys ini topic bukan topic keahlian
saya. Semua orang yang pernah ketemu saya mungkin lebih sering
mendeskripsikan saya dengan kata smart, ramah, bawel, lucu
delele.Tapi kata cantik itu tidak ada di dalam definisi ttg seorang
grace suryani. : p
Selama 20 thn lebih,
saya percaya pada 1 kebohongan. Kamu tidak cantik, kamu tidak
berharga dan tidak akan ada cowok yang peduli dan sayang sama kamu.
Never! Karena saya percaya pada kebohongan itu, saya justru
bener-bener kelihatan tidak cantik. Bersembunyi di balik kacamata
tebal saya, jeans2 gombrong, kemeja dan kaos-kaos gombrong. Rambut
acak-acakan. Saya berpikir, gue ngga cantik en kagak akan pernah
keliatan cantik so ngapain gue mesti dandan? Saya bersembunyi di
balik nilai-nilai saya, prestasi saya, gue ngga mau seperti ce-ce
laen yang cantik tapi bego!! En bahkan dulu saya lebih percaya saya
bisa menemukan sekolah yang mau biayai saya sampai S3 drpd nemu co
yang mau menikah sama saya. Hahaha. Tapi sekarang udeh ngga guys,
ngga mau ambil s3. No thx!!
Sampai Tuhan sendiri
yang masuk dan mendobrak tembok-tembok kebohongan itu. Ketika itu
saya masih SMU. Saya ngga tau apa yang Tuhan liat dari diri saya.
Waktu itu saya ce berantakan, penuh kepahitan, benci sama co, tidak
ada satupun yang ‘indah’ dari diri saya. Tapi apa yang Tuhan
katakan, itu merubah idup saya. “Nik, kamu cantik.” Wah, jangan
bayangkan saya tersipu-sipu malu mendengar kata-kata Tuhan, guys.
Sebaliknya, saya justru ngamuk dan marah sama Tuhan. Saya bilang
Tuhan pembohong. Di tengah kemarahan, saya akhirnya bilang sama
Tuhan, “Tuhan, kalau Loe bilang gue cantik, kenapa co-co itu,
makhluk ciptaan Loe ngga ada satupun yang bilang gue cantik?!?!
Kalau emank bener gue cantik, buat co-co itu bilang gue cantik!”
Guys, saya bingung
Tuhan masih sayang sama saya setelah semua perkataan kasar yang saya
lontarkan sama Dia. : p Sampai saat ini, saya masih ngga gitu paham
apa sih yang Tuhan lihat di dalam diri saya sampai Tuhan bisa bilang
saya cantik. Tapi pelan-pelan saya mikir, rasanya it’s not about
me, it’s about Him. Tuhan mengasihi saya dan buat Dia saya cantik
bukan karena apa yang saya lakukan tapi karena Siapa Dia. Dia yang
membuat saya, sesuai dengan selera-Nya
. Orang bilang mata
saya sipit, idung saya pesek, en itu artinya jelek *krn definisi
cantik adalah mata lebar dan idung mancung*. Tapi buat Tuhan, Tuhan
emank mau ngeliat saya dengan mata sipit dan idung pesek. Ketika
impian untuk membuat seorang grace suryani muncul di hati-Nya, yang
Dia bayangkan adalah saya, lengkap dengan muka bulet, pipi tembem,
mata sipit, idung pesek. Dia ngga bayangkan Julia Roberts or Dian
Satro! Buat Dia, saya yang ‘seperti itu’ itu cantik. Ah Tuhan,
selera-Mu aneh. : p tapi Tuhan, yang Tuhan itu Engkau bukan saya.
Butuh bertahun-tahun
utk membuat saya melihat siapa saya di mata-Nya. Belajar mempercayai
kata-kata-Nya. Dan sebenernya guys, kalau bukan karena
kata-kata-Nya, sampai detik ini saya mungkin masih akan terus
bersembunyi. Yang buat saya pelan-pelan mau berubah, itu Tuhan,
bukan mama saya, bukan sahabat-sahabat saya tapi Tuhan sendiri.
Pelan-pelan saya pake softlens, belajar dandan, mulai beli baju ce,
pake rok, sekarang manjangin rambut. Sekalipun dikritik
sana
sini. Hehehe.
Tapi guys, ketika
saya mulai berubah, ternyata saya agak sedikit kebablasan. Entah
gimana motivasi saya berubah. Kalau dulu saya mau berubah untuk
Tuhan, sekarang itu utk kepuasan diri saya. Dan saya jadi sangat
focus dengan penampilan fisik saya. Bayangkan guys sekarang saya
begitu narsisnya sampe saya kalau liat kaca langsung ngaca mulai
dari kaca meja rias, kaca kamar mandi, kaca di mall sampe kaca
spion!!! My oh my … Memperhatikan penampilan itu ngga salah,
tapi terlalu focus pada penampilan itu salah.
Tuhan bicara lewat
hati saya. Nik, kamu pikir kamu akan cantik kalau rambutmu disasak,
kalau kamu pake make up. Hey, kamu salah. Kecantikanmu yang sejati
itu bukan terletak pada rambutmu, tapi pada hatimu. Karaktermu.
Saya mencoba
berargumen sama Tuhan, “Tapi Tuhan itu yang diliat oleh
orang-orang, itu yang diliat oleh para co!!”
Tiba-tiba Tuhan
ingetin beberapa waktu yang lalu, seorang sahabat karib saya telpon
saya, dan dia bilang, “Grace, loe harus diet, panjangin rambut
loe. I can see
ur
future” Saya tau dia bilang begitu krn dia sayang sama saya, dan
saya menghargai apa yang dia lakukan buat saya. Tapi sebenernya hati
kecil saya berontak. Kalau gue diet, trus gue make over, gue dressed
up, gue jadi cantik trus co-co itu mau sama gue, pertanyaannya apa
co MODEL ITU yang gue mau?!?!
Boy, kalau loe cuman
liat body gue, penampilan gue, rambut gue trus loe mau sama gue,
I’m sorry but u know nothing bout beauty!! Apa kamu ngga tau kalau
orang makan kue tart yang dimakan itu kuenya dan bukan kardusnya?!?!
Dan yang menentukan kue itu enak atau tidak bukan creamnya, bukan
toppingnya tapi KUEnya!! *sekedar informasi cream itu yang bikin
gemuk.* Boy, u know nothing bout God’s Princess.
Ketika Tuhan ingetin
peristiwa itu, saya terdiam. Iya. Benar. Bagaimana saya bisa lupa,
lupa siapa saya. Lupa apa yang paling penting. Lupa siapa yang
paling penting!! Dia.
Gals, ketika kita
single, kita dandan untuk menarik co-co *jamak, soalnya masih single
hehehe*, tapi ketika kita in a relationship, focus dandan kita yah
ke pacar kita. Saya percaya pujian yang lebih berharga en paling
pengen kita denger itu bukan pujian dari co tak dikenal, tapi pujian
dari pacar kita.
En gals, jangan
pernah lupa. Jesus is our ‘REAL’ husband. Tuhan Yesus itu suami
kita yang sesungguhnya. Kalau Tuhan izinkan kita menikah di dunia
ini, punya suami, itu sebenernya cuman ‘gladi resik’,
‘latihan’, buat perkawinan yang sesungguhnya. Kita masih
menunggu the real Wedding di surga kelak.
Ketika saya
merenungkan tentang ini semua. Saya cuman bisa bilang, “Tuhan, Kau
benar.” Tolong aku supaya aku bisa balance. Bisa seimbang. Tetap
peduli dengan penampilan fisikku, tapi tidak pernah lupa what’s
the real beauty.
JC, ajar supaya
hatiku berpaut pada-Mu. Pada cinta-Mu. Teach me to looking into Your
Eyes. Melihat siapa aku yang sebenernya di mata-Mu. Dan jangan
biarkan aku berpaling pada cinta yang lain.
Tuhan, kalau Kau
punya rencana untukku untuk menikah, aku percaya Kau akan memberikan
seseorang yang mengerti the real beauty. Someone who loves my heart.
Sekalipun saat ini aku ngga liat ada co seperti itu, but kalau ini
rencana-Mu, aku percaya, one day he’ll find me.
Jakarta
, 14 Juli 2006
Perenungan sepanjang
malam
|