Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 928 kali






Bencana Lagi Bencana Lagi …
Oleh: Grace Suryani


Rasanya baruuu aja denger Yogya diguncang gempa, eh di Pangandaran ada Tsunami. Belon lagi tadi ngeliat ada 1 headline Koran, Tsunami Mendekati Jakarta. Waahhh ... deg-deg-an. Apa iya? Duh gmana kalau beneran ya? Kalau ngeliat tipi, korban-korban yang berjatuhan, rasanya sedih.

Dan ini memicu 1 pertanyaan. Di mana Tuhan??  Kenapa Tuhan izinkan ini terjadi??

Well saya rasa Tuhan belon *dan tidak akan* pindah rumah. :p Tuhan tetap ada. Ada di Indonesia. Kalau tanya kenapa Tuhan izinkan ini terjadi? Saya juga ngga bisa jawab. Kalau mau tau jawabannya, tanya sendiri sama Tuhan. Ntar kan pasti dijawab. :p

Sekalipun saya ngga bisa menjawab 2 pertanyaan yang ’lazim’ ditanyakan itu, tapi saya mau bagiin sesuatu.

Sejak di China saya cuci baju sendiri. En saya selalu pisahin baju-baju saya. Kalau kaos2 biasa saya cuci pake mesin cuci. Tapi khusus untuk baju2 kesayangan atau baju2 yg harganya di atas 75 RMB, saya cuci pakai tangan. Nah suatu hari, abis cuci tangan 1 baju kesayangan saya, baju tersebut saya jemur di halaman. Eh saya ngga hati-hati, baju putih bersih itu jatoh! Kena tanah. Wahhh, saya refleks teriak. Mana hari itu 10 menit lagi saya ada janji pergi ke city sama teman saya.

Guys, kalau kalian jadi saya apa yang akan kalian lakukan?? Saya rasa sebagian besar dari kita pasti langsung ambil baju itu, lari ke kamar mandi en cepet-cepet cuci ulang baju itu. Semakin besar nodanya, semakin sayang kita sama baju itu, semakin cepet kita lari dan semakin kenceng kita gosok baju itu supaya nodanya ilang, tul?? Secara umum, ngga ada dari kita yang akan membiarkan baju itu terkapar penuh noda begitu saja. Apalagi kalau namanya itu baju kesayangan.

Sehabis insiden baju itu, di bus saya merenung. Kalau saya yang manusia, melihat 1 helai baju saya kotor, saya cepet-cepet bersihkan baju itu, bukankah Tuhan akan terlebih lagi? Baju itu cuman benda mati. Kalau saya mau, bisa aja saya buang trus saya beli baju baru. Beres toh ... Tapi saya aja peduli sama baju itu. Masakkan Tuhan akan diam saja kalau liat anak-anak kesayangan-Nya kotor berlumuran dosa? Ngga mungkin. Tuhan pasti akan ’cuci’ kita!!

Guys, pernah ngga sih kita mikir, kayak apa rasanya jadi baju yang sedang dicuci. Apakah itu pengalaman yang menyenangkan?!??! Err don’t think so. : p Bayangin direndem pake aer, trus dikasih ‘benda’ asing dengan bau menusuk *deterjen* en bikin si baju itu gatel-gatel. Die pikir penderitaannya sudah berakhir … tapi ternyata itu justru awal dari mimpi buruknya! Ada 2 tangan yang mengangkat dirinya, lalu dengan sekuat tenaga menggosok ‘muka’nya dengan ‘kaki’nya. Tangan itu berhenti sebentar, tapi belon sempet si baju bernafas, eh ternyata tangan itu kembali lagi, dengan benda asing menyebalkan itu, en kembali menggosok dia dengan tenaga 2 kali lebih kencang!! Arrgggg …. Sudah gitu masih disiram dengan air. 2-3 kali. Udeh gitu tangan yang sama meremas dia erat-erat, sampai air-air bercucuran dari dirinya. Diremassss terus sampe nyaris tidak ada air yang bisa dia keluarkan. Terakhir, die dijemur di bawah matahari menyengat, sampe keringetan en airnya menguap semua. Sudah selesai?1?! Oh belon … kalau matahari itu sekalipun menyengat tapi masih jauh, tahap berikutnya lebih menyakitkan lagi. Berhadapan dengan SETRIKA!! Benda panas, yang mengeluarkan uap dan menggencet tubuhnya tanpa ampun!!

ARRRGGHHHH ... ada yang mau coba tuker tempat jadi baju selama 1 minggu?? Ngga deh. Xie2 kamsia.

Tapi guys, DIA HARUS melewati semua proses itu kalau dia mau dipake sama Tuannya. Sehelai baju tidak bisa dipakai kalau dia kotor, harus dicuci dulu. Melewati proses yang menyakitkan, digencet, diperes, digosok. Huaaa ...

Guys, kalau baju saja untuk menunaikan tugasnya selama 4-5 jam harus melewati proses yang begitu panjaaanng dan saaakkittt, apalagi kita kalau kita bilang TUHAN, PAKAILAH AKU ... hohoho. Ada proses yang menanti kita, saudara : )

Apa hubungannya dgn gempa Grace? Dgn bencana?!?!

Well ini pemahaman saya secara pribadi. Saya masih sangat percaya dan akan terus percaya bahwa Tuhan mengasihi Indonesia. Sangat mengasihi Indonesia. Masalahnya guys, bangsa kita itu bangsa yang bobrok. Rekor dosa kita segudang. Pejabat-pejabat kita jahatnya luar biasa. Guys, kalian ngga perlu sekolah sampe s1 untuk ngerti bahwa negara kita itu bobrok. Anak SD aja tau!! Di dalam gereja Tuhan sendiri, dosa itu di mana-mana, tidak menghormati Tuhan, menyembah ’berhala-’berhala’. Itu ada di mana-mana guys.

Guys, saya TIDAK mengatakan bahwa orang2 yang meninggal di dalam bencana itu adalah org2 yg lebih berdosa drpd org2 yang masih selamat. TIDAK, guys. Kita tidak berhak mengatakan seperti itu. Cuman Tuhan yang tau kenapa Tuhan panggil si A dan menyelamatkan si B. Itu kedaulatan Tuhan. Perlindungan Tuhan memang nyata untuk anak-anak-Nya, tidak sedikit kesaksian yang saya dengar, bahkan yang saya kenal orang2nya. Keluarga2 saya juga mengalami itu. Tapi tetap guys, kita tidak berhak menghakimi mereka yang meninggal dgn mengatakan mereka lebih berdosa. *malah menurut saya, kalau ada anak Tuhan yang meninggal di dalam bencana itu, itu artinya Tuhan sayangggg sekali sama dia, so dia dibawa pulang supaya tidak lama-lama menderita di dunia ini!! Hehehe. Ngga perlu ngerasain bencana-bencana lagi, sakit penyakit lagi.*

Tuhan sayang sama Indonesia. Tuhan rindu untuk memakai bangsa ini bagi kemuliaan-Nya. Masalahnya, KITA YANG BELUM SIAP untuk dipakai Tuhan. Masalahnya itu di diri kita, bukan di Tuhan!! Karena itu lah, salah satu cara Tuhan untuk menyiapkan kita itu adalah dengan mendatangkan bencana-bencana di negara kita. Oh betapa Tuhan mengasihi bangsa kita .... coba liat, bangsa mana di dunia ini yang dihajar separah bangsa kita??!?! Tapi sehabis dihajar, ayo kita liat, berapa banyak kekayaan bangsa-bangsa yang datang ke negara ini?!?! Berapa ribu dolar yang masuk ke negara ini *sekalipun akhirnya dikorupsi juga, en bikin Tuhan tambah murka*.

Jangan kira bahwa Tuhan tidak menangis bersama dengan bangsa ini. Mungkin Tuhan memandang bangsa kita dengan murka, dengan tangan-Nya yang teracung melihat dosa bangsa kita, tapi di sisi laen, saya percaya hati-Nya juga perih melihat kita menderita.

Guys, ini waktunya kita bertobat! Jangan tuding sana sini. Jangan bilang ini salah pemerintah, ini salah menteri2, ini salah para pejabat, ini salah para pdt. Berdirilah di hadapan Tuhan dan katakan, ”Tuhan, aku juga salah.” Periksa diri kita, guys. Apakah kita benar2 mengasihi Tuhan, atau kita punya banyak berhala? Apakah kita mengandalkan Tuhan, atau kita mengandalkan Tuhan plus uang plus koneksi plus harta warisan.

Secara pribadi, saya bersyukur dengan adanya bencana ini. Ketika saya menyadari bahwa saya bisa ‘mati’ kapan saja. Lah rumah saya juga deket laut. Hehehe. Harta saya bisa lenyap kapan saja, saya jadi sadar betapa fananya idup ini. Dan saya bisa memusatkan diri lebih bae pada perkara-perkara yang ilahi.

Kalau biasanya saya ke Mall biasanya mata saya langsung gatel melihat perhiasan2 ratusan ribu, baju2 mewah, tas-tas, sepatu-sepatu, tapi sejak ada bencana saya jadi lebih terkontrol. Hihihi. Tetap suka ngeliatnya, but entah gmana, nafsu untuk membeli itu berkurang. Bagus sih bagus, tapi kalau beli seharga semahal ini, trus ada tsunami ilang semua donk. Mending beli di mangga dua aja deh. Wakakak.

Saya juga jadi lebih ’sadar’ akan kehadiran Tuhan. Lebih banyak berdoa dalam hati coz saya sadar ... bencana itu bisa datang kapan saja.

Ketika saya merasakan ’berkat-berkat’ itulah, saya jadi sadar. Tuhan sayanggg sekali sama bangsa ini. : ) Tuhan ngga pengen membuat kita panik dengan bencana ini, justru Tuhan pengen menarik kita semua datang kepada-Nya. Merasakan damai yang sejati, mendapat kekayaan yang sejati, kebahagiaan yang sejati. Itu maksud Tuhan!! Supaya kita berbalik, bertobat, dan kembali pada-Nya. Melihat anak-anak-Nya lari ketakutan dan panik itu bukan kemauan Tuhan. Yang Dia inginkan kita duduk diam di kaki-Nya, dengar-dengaran akan suara-Nya. Kalau Tuhan suruh, lari, yah lari. Tuhan suruh diam, yah diam. Dia tau kok kita mesti ngapain. : )

So guys, masih takut dengan isu2 bencana yang akan datang? Jangan takut. Datang aja sama Tuhan.

 

Jkt, 18 Jul 2006