|
Ketika Pengampunan Serasa Mustahil
Oleh: Grace Suryani
Guys, dulu menurut
saya, itu perkataan bodoh! Bodoh bin dungu. Saya bisa sebutkan
lusinan ayat Alkitab yang memerintahkan bahwa kita harus mengampuni.
Tapi guys, ketika saya sendiri disakiti, kata mengampuni itu seperti
monster buat saya. Saya bukannya tidak tau bahwa saya harus
mengampuni, saya bisa sebutkan dampak-dampak yang akan terjadi kalo
saya menolak mengampuni, tapi saya tetap ragu untuk memilih langkah
untuk mengampuni.
Kenapa?
Karena mengampuni itu
menyakitkan.
Kita manusia itu agak
aneh, entah kenapa kita suka mengingat-ingat luka-luka, suka sekali
mengorek-ngorek "kesalahan" yang diperbuat orang laen
kepada kita. Dan jujur, saya menikmati saat-saat saya
mengorek-ngorek kesalahan yang diperbuat org laen kepada saya.
Seolah-olah dengan begitu saya menghukum dia, padahal sebenernya
saya lah yg berada di bawah hukuman karena saya menolak untuk
mengampuni.
Guys, tidak ada
kata-kata, TIDAK BISA mengampuni. Yang ada hanya MENOLAK untuk
mengampuni. Kenapa kita menolak? Saya tidak tahu kenapa orang laen
menolak untuk mengampuni, tapi saya tau kenapa saya menolak untuk
mengampuni. Saya merasa bahwa apa yang dilakukan oleh orang itu
sudah terlalu parah, sudah tidak bisa diperbaiki. Dan saya sudah
MALES. Sudah lah, lupakan saja. Ditambah lagi karena orang itu
adalah orang yang dulu pernah dekat sama saya, maka saya kuadratkan
kesalahannya.
Itu kenyataan guys,
kita lebih mudah mengampuni kesalahan orang tidak dikenal, daripada
mengampuni kesalahan sahabat sendiri, kesalahan roommate, housemate,
dan yang paling sulit adalah mengampuni kesalahan keluarga sendiri.
Kesalahan Papa, Mama, adik atau kakak. Kenapa? Karena kita selalu
berpikir bahwa mereka yang paling dekat dengan kita SEMESTINYA tidak
menyakiti kita.
Maaf guys, tapi itu
khayalan yang terlalu jauh. :) Orang yang paling mungkin menyakiti
kita JUSTRU orang yang dekat dengan kita.
Ngga heran kalo Amsal
bilang, "Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri daripada
kota yang kuat" Amsal 18:19. Karena itu Guys, jagalah hati
saudara dan sahabatmu baik-baik. Karena betul, sekali kau disakiti
oleh orang yang dekat denganmu, butuh kerendahan hati yang luar
biasa untuk memulihkan hubungan.
Pagi itu saya saat
teduh, dan saya memutuskan untuk bergumul soal pengampunan. Saya
baca Purpose Driven Life. Karena seingat saya, dulu Rick Warren
pernah bilang mengampuni itu otomatis TAPI memperoleh kepercayaan
kembali itu butuh waktu *seingat saya*.
Guys, mau tau apa
alasan saya cari kalimat itu? Saya mau membenarkan diri saya. Saya
mau cari excuses. Ok, Tuhan, gue ampuni dia, but I don't want to be
her friend anymore. I want to keep a distance between us.
Mau tau apa yang
disediakan Tuhan buat saya guys?
"Relationships
are always worth restoring."
Itu kata-kata yang
pertama saya baca. Saya mau mencari pembenaran tapi Tuhan malah
menelanjangi saya.
Saya merasa ada duri
yang menusuk di hati saya. Tuhan please... Saya baca bab tentang
Restoring Broken Fellowship. Dan saya mengeluh, Tuhan ini terlalu
sulit. Gue ngga tau harus mulai darimana.
Ketika saya bergumul,
tiba-tiba Roh Kudus mengingatkan saya ayat dari 2 Korintus 5:18.
"Dan semuanya
itu dari Allah yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan
kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan
pendamaian itu kepada kami."
"When someone
gives you a hard time, respond with the energies of prayer, for then
you are working out of your true selves, your God-created selves.
Live out your God-created identity, Live generously and graciously
toward others, the way God lives toward you" Matthew 5:43-48.
"Nik, hiduplah
murah hati dengan orang lain, seperti Tuhan sudah murah hati sama
kamu. Kasihi orang laen seperti Tuhan sudah mengasihi kamu, apa yang
Tuhan lakukan buat kamu, Nik?"
Banyak. Tuhan
mengampuni dosaku, ngga pernah ungkit-ungkit lagi. Tuhan ngga marah
sehabis aku ngaku dosa. Tuhan tetep sayang sama aku sekalipun aku
berdosa. Tuhan kasih yang terbaik buat aku, Tuhan perhatiin semua
kebutuhanku. Bahkan ketika aku marah sama Tuhan pun, Tuhan tetep
sabar dan sayang ama aku.
"Lakukan itu
buat orang lain. Kasihi mereka seperti Tuhan mengasihi kamu."
Guys, alangkah
bahagianya saya kalo saya bisa bilang ama kalian, begitu saya
selesai ngobrol sama Tuhan, saya langsung bisa mengampuni orang itu.
Hua, guys saya seneng sekali kalo begitu!! Bener!!!
Selesai saat teduh,
saya memang bertekad untuk membereskan masalah itu. Saya bertekad
untuk ngomong dan memaafkan temen saya.
Kalian tau apa yang
terjadi guys? Pulang gereja ketemu dengan teman saya itu dan saya
menghindar. Liat tampangnya aja saya sebel. Aduh saya merasa saya
itu parah banget, gimana sih?!?! Tadi udeh bertekad untuk
mengampuni, kok begitu ketemu loe langsung menghindar?!
Saya balik ke kamar,
ampir nangis dan saya bilang, "Bapa, apa sih yang KAU liat tiap
kali Kau liat aku? Aku ini yg bunuh anak-Mu, kok Bapa bisa tahan
liat aku. Apa yang Kau liat Tuhan?!"
Jawaban Bapa
mengejutkan saya. "Yang Aku lihat itu Anak-Ku."
Ya Guys, tiap kali
Bapa melihat kita, yang Dia liat bukan dosa kita, bukan kesalahan
kita, tapi Dia melihat Tuhan Yesus di situ, Tuhan Yesus yang Dia
kasihi.
Guys, saya tau apa
yang Bapa ingin saya lakukan. Yang harus saya liat, bukan wajahnya
temen saya tapi wajah Yesus yang mati disalib buat saya. Kalo Bapa
bisa mengampuni saya yang membunuh Tuhan Yesus, saya tau saya juga
bisa mengampuni teman saya. Bukan karena saya baik, tapi karena saya
juga sudah diampuni. Saya mengampuni bukan karena saya kudus, atau
demi menunaikan kewajiban keagamaan, tapi karena saya tau saya sudah
diampuni.
Dosa saya yang
buanyak, dosa saya yang menyebabkan Tuhan Yesus harus turun ke bumi
dan mati, itu sudah diampuni. Dan Bapa tidak sekedar mengampuni,
tapi Dia juga memeluk dan mengasihi saya. Masihkah saya berani
menolak mengampuni orang lain??
Guys, kalo kalian
bergumul juga dengan masalah pengampunan, ada 2 hal yang perlu
kalian lakukan.
Pertama, berdamai
dengan Tuhan. Guys, seberapa besar kita sadar bahwa kita sudah
diampuni, sebesar itu kita bisa mengampuni org lain.
Kalo kita merasa kita
orang baik, kita orang suci, kita akan sulit mengampuni orang lain.
Tapi tahukah kita, bahwa sebenernya kita itu bangsat dan
bajingan!??! Kita berdosa terhadap TUHAN! Dan Tuhan sudah ampuni
semua. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah bertobat di
hadapan Tuhan. Mengakui bahwa kita dosa dan kesalahan kita. *dengan
menolak mengampuni, kita sudah berdosa*
Bawa semua sakit
hati, kepahitan, kemarahan, kekecewaan yang membuat kalian menolak
untuk mengampuni kepada Tuhan. Cerita semua hal yang menyakiti
kalian. JANGAN CERITA KE ORANG LAIN, Itu tidak menyelesaikan
masalah, tapi kadang justru menambah masalah. Cerita aja ke Tuhan.
Setelah itu, minta
Tuhan mengubah hati kita. Mengubah hati yang pahit, yang marah, yang
sakit menjadi hati yang mau mengampuni.
Kedua, berdamai
dengan orang itu. Guys, kita perlu membereskan dulu dengn Tuhan,
karena kalo sama Tuhan belon beres, ama manusia juga ngga akan
beres!!! Banyak yang mencoba menyelesaikan masalah dengan org laen
tanpa terlebih dahulu berhadapan ama Tuhan. Model begini, justru
bikin masalah tambah gede. Karena guys, untuk berdamai dengan orang,
kita mesti SIAP UNTUK DISAKITI LAGI. Kalo kagak siap, ntar malah
tambah sakit hati. Misalnya kalo reaksi orang itu malah tidak sesuai
dengan pandangan kita, atau dia malah nyolot. Hemmm бн.
So pastikan, kita
sudah beres dulu di hadapan Tuhan, doa dulu minta hikmat baru maju.
Pengampunan itu
sesuatu yang aktif. Artinya, kita MEMILIH untuk mengampuni. Memilih
untuk melupakan kesalahannya, memilih untuk melupakan kata-katanya,
memilih untuk melupakan kejadian itu. Kita harus memilih untuk
mengampuni, karena begitu kita memutuskan untuk mengampuni,
peperangan itu dimulai :)
Setan akan berusaha
membuat kita tidak mau mengampuni. Salah satunya dengan cara memutar
ulang semua kejadian yang menyakitkan itu. Dan disitulah kita harus
berperang. Kita harus berani berkata, STOP. Aku sudah ampuni dia.
Itu perjuangan guys. Tapi itu sesuatu yng layak kita perjuangkan.
Pada saat ketika
setan menyerang kita, ingat 1 hal. Jangan fokus kepada apa yang
orang itu lakukan terhadap kita, FOKUS kepada apa yang TUHAN LAKUKAN
terhadap kita.
Guys, saya mau akui
dengan jujur, saya belon berhasil melakukan ini. Saya juga masih
berjuang. Tapi saya tau, saya akan menang. Karena Tuhan sudah menang
atas dosa.
Ayo kita berjuang
sama-sama guys. :)
China, 8 Oktober 2006
"You're blessed when you can show people
how to cooperate instead of compete or fight. That's when you
discover who you really are and your place in God's Family"
Jesus, Matt 5 (The Message)
|