|
No Pain No Gain
Oleh: Grace Suryani
Guys,
biasanya abis pulang dari salon, saya pasti sangat segar hehehe. :p
Kalo abis creambath atau pijat refleksi atau cuman diblow biasa,
pulang itu rasanya badan segar en enak banget. But hari ini, saya
pulang dari salon dengan tampang yang ‘berantakan’ plus letih
lesu en berencana tidak akan keluar rumah selama 1-2 hari! Ada
yang bisa nebak treatment apa yang baru saja saya jalankan?? :p
Saya
abis facial. :S Pengalaman pertama saya facial. Erh saya udeh sering
denger sih kalo facial itu sakitnya ampun2, tapi saya kagak nyangka
sesakit ituu. Huaaaa.
Pertamanya
sih masih cukup enak, mukanya dikasih kayak beberapa cairan gitu,
dipijet-pijet, trus dipanasin pake lampu. But bagian penyiksaan
dimulai ketika komedo-komedo *bukan komedi! FYI, komedo adalah
bintik hitam pada kulit yang terjadi karena penyumbatan pada
jaringan kulit. Penyebabnya bisa terjadi karena lapisan kulit mati,
kotoran, minyak, keringat, debu atau sisa kosmetik* mulai dipencetin
satu-satu. Aduh guys bagian itu suakitnya ngga ampun-ampun!! Saya
sampe meneteskan air mata. Ceillaaa.
Tau
ngga Guys, saya sampe membuat ibu2 di sebelah saya yang mau facial
ketakutan, ampe beliau mesti ditenangkan oleh mbak salonnya.
“Tenang, bu … ngga sakit kok” Wakakak.
Asli
guys, pas komedo saya dipencetin satu-satu, saya itu menderita
sekale. Sakit banget bow!! Mbak salon yang facial saya bilang kalo
ada beberapa komedo saya yang udeh mengeras makanya pas dipencet itu
sakit buanget. Hiks hiks.
Terakhir
saya pake masker Lumpur yang kata mbaknya *katanya*, bisa membuat
bekas facial saya cepat ilang. But pas maskernya diangkat, alamaaakk
sakittt juga.
Akhirnya
saya pulang dengan muka merah-merah dan badan lemas. Bersih sih …
Sebagian besar komedo saya udeh ilang, berganti merah-merah. Hiks.
Mei-mei saya yang nemenin saya ke salon, berusaha menghibur,
“Tenang ce … no pain no gain!” Hahaha
Well,
ketika saya berbaring tanpa daya menunggu keringnya masker Lumpur
yang berkhasiat mengangkat komedo, saya inget kepada Babe.
Kalo
untuk tampil cantik, bersih tanpa komedo saya rela disiksa
sedemikian rupa, masak untuk menjaga hati saya ‘cantik’, bersih
tanpa komedo saya ngomel dikit kalo dikoreksi sama Tuhan?
Btw
gals, taukah kalian bahwa facial itu pasti jadi ritual make up
pre-wedding?? :p Nah kalo untuk jadi man’s bride aja kita rela
dianiaya ampe mukanya merah-merah kayak kepiting rebus, masak untuk
jadi God’s bride kita menolak dibersihkan dari dosa kita??
Guys,
sama seperti komedo, sebenernya di hati kita ada begitu banyak
kotoran, dosa, kebiasaan buruk yang menghambat pertumbuhan rohani
kita. Semakin kita mendiamkan kotoran itu, semakin besar
‘komedo’kita. Kalo komedonya semakin besar, semakin susah dan
semakin sakit juga ketika Tuhan membersihkan hati kita!
Sebenernya
guys, salah satu penyebab timbulnya komedo adalah karena males
membersihkan muka, males cuci muka, atau sehabis pake make up
bersihinnya ngga bener-bener bersih. Kadang
dalam kehidupan ini, kita juga sering gitu.
Kita
tau kita abis berbuat salah, tapi kita males mengakui itu sama
Tuhan. Kita berusaha menunda-nunda, atau ketika kita ngakupun, kita
ngga akui semua. Masih ada kesalahan-kesalahan kecil yang kita
pura-pura lupa untuk akui.
Guys,
kalo kalian ingat ada dosa yang kalian belon akui, STOP, AKUI SAAT
INI JUGA!! Dan akui sampai tuntas!! Jangan biarkan ada komedo yang
mulai bersarang di hati kalian. Trust me guys, rasa sakit ketika
komedo itu dipencet masih terasa sampe 2 jam kemudian!!
Selaen
kotoran *baca: dosa*, penyebab komedo yang lain adalah kulit mati.
Guys, kematian berarti tidak ada kehidupan. Bagaimana dengan
hubungan kalian dengan Tuhan akhir-akhir ini?? Adakah
‘kehidupan’di dalamnya? Apakah kalian bergairah membaca
Alkitab? Semangat untuk memuji Tuhan? Apakah hubungan kalian dengan
Dia, hubungan yang hidup atau hubungan yang mati??
Apakah
saat teduh kita saat teduh yang hidup, atau hanya sekedar ritual
belaka? Bagaimana dengan ibadah di gereja?? Apakah itu membawa
kehidupan bagi roh dan jiwa kita, atau ibadah gerejawi kita hanyalah
serangkaian ibadah kosong tanpa arti?
Adakah
lapisan kulit mati yang menyelubungi hatimu?? Guys, kita harus
menjaga supaya hubungan kita dengan Tuhan hubungan yang hidup!
Ketika kehidupan kita tidak lagi menjadi saksi, tidak ada buah-buah,
tidak membawa berkat, jangan-jangan itu semua dikarenakan hubungan
kita dengan Tuhan sudah mati! Cinta kita sudah mati.
Mungkinkah
pohon yang mati mengeluarkan buah?
Guys,
kalo itu kondisi kalian saat ini, datanglah kepada Tuhan. Minta Dia
menghidupkan kembali hatimu, menghidupkan kembali hubunganmu
dengan-Nya. Itu sesuatu yang Dia tungguh-tunggu Guys! Karena Kristus
dulu mati supaya kita punya HIDUP!! Supaya kita punya hidup yang
bener-bener hidup karena Sang HIDUP ada di dalam hidup kita.
Dia
sanggup mengubah tulang-tulang kering menjadi Pasukan Allah yang
gagah perkasa! Dia sanggup mengembuskan nafas kehidupan ke dalam
dirimu.
Yang
terakhir, facial itu tidak bisa dilakukan sekali seumur hidup!
Kecuali kita rela hidup dengan komedo-komedo yang bersarang dan
bertambah banyak di wajah kita karena sekarang tingkat polusi makin
tinggi. Tapi kalo kita mau mempertahankan kebersihan wajah kita,
mesti rajin-rajin facial *Guys perhatian, saya tidak dibayar oleh
salon mana pun!!! Tapi kalo ada pengusaha salon yg mau kasih komisi
kagak nolak. Wekekek*
Demikian
juga dengan menjaga kekudusan dan kebersihan hati kita. Memang,
kepastian masuk surga itu sekali untuk selama-lamanya, TAPI proses
pengudusan kita itu berlangsung selama kita hidup.
Saya
suka sekali dengan kata-kata Max Lucado, “Tuhan mencintai kita apa
adanya, tapi Dia menolak membiarkan kita terus seperti ini.” Tuhan
ingin merubah kita makin hari makin serupa dengan Dia.
Karena
saya ce, guys, saya suka membayangkan Proses Pengudusan ini seperti
treatment-treament di salon. Hehehe. Dimana semua daki, kotoran,
jerawat, noda, dihilangkan. Saya suka pergi ke salon karena sepulang
dari salon saya merasa lebih cantik, lebih bersih, lebih wangi.
Demikian juga, sehabis Tuhan membersihkan saya, menunjukkan
noda-noda, kebiasan-kebiasan buruk, saya keluar dari kamar dengan
perasaan yang WOW, seperti menjadi grace yang baru. :)
Guys,
ketika Tuhan sedang men-treatment kita, jangan marah Guys. Sakit
emank, tapi bayangkan hasil indah yang akan kalian liat setelah
proses treatment itu selesai! U’ll never regret it! Tuhan tidak
men-treatment kita dengan perasaan dendam, Dia tidak memproses kita
karena Dia benci sama kita, justru karena Dia sayang ama kita, Dia
mau kita jadi makin cantik di hadapan-Nya karena itu Dia rela turun
tangan untuk berurusan dengan daki-daki kita.
Bonus
: lewat pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib, Dia sudah
membayar semua harga yang perlu dikeluarkan untuk men-treatment kita
seumur hidup supaya kita bisa menjadi Mempelai Kristus yang tidak
bercacat cela. Kita bisa datang ke salon Allah 24 jam sehari 7 hari
seminggu 365 hari setahun, agak dibersihan dari semua kotoran,
komedo, daki, kulit mati, whatever yang menghalangi hidup kita
memancarkan kasih-Nya.
Jadi
Guys, apa kalian akan pake voucher seumur hidup included semua jenis
treatment yang sesuai dengan jenis kulit maupun hidup kalian atau
kalian hanya akan menyimpannya di dalam Alkitab kalian? The
choice is yours ….
NB:
khusus untuk para salon maniak, daripada di salon kita sibuk baca
gossip maupun tips fashion terbaru di majalah Cosmo, gossip sama
sesama korban facial, maupun sms-an ama gbt kalian, kenapa kita ngga
pake waktu-waktu hening kita di salon untuk membiarkan Tuhan
mempercantik kita dari dalam juga??
Kita
bisa mengingat ayat-ayat hafalan, mendoakan orang lain, ataupun
meminta Tuhan menunjukkan bagian-bagian yang kotor dari hati kita
dan meminta-Nya men-scrub kulit-kulit mati di hati kita. Atau kalau
kita lagi capeee banget, kita bisa nyanyi dalam hati, memuji dan
menyembah Dia.
Yakin
deh gals, kalo kita lakukan dengan sungguh-sungguh tidak hanya
manusia jasmani kita yang mendapat kesegaran tapi manusia rohani
kita pun dipercantik oleh-Nya. Wanna try? ;D
Jakarta, 14 February 2007
Special
thx to Lavina, btw vin foto itu jadi document pribadi yak!!
|