|
Iih Cowok Kok Nangis??
Oleh: Grace Suryani
“Nan
ren ku ba ku ba ku ba, bu shi zui ….” *Hai Pria, menangislah,
menangislah, menangislah. Itu bukan dosa.* Itu kata Andy Lau. :p
Well saya biasanya ngga suka Andy Lau, tapi saya suka lagu itu.
Karena saya setuju dengan Andy Lau. Co nangis, so what gitu loh??
Dulu
saya sentiment sama co, saya sering ngerasa bahwa masyarakat hanya
bersikap tidak adil dan kejam terhadap para wanita. Standart
kecantikan yang tidak masuk akal, yang membuat banyak ce begitu
sengsara karena mesti diet mati-matian buat mendapatkan ‘body
ideal’ bak Angelina Jolie. *tapi yang jelas gue ngga akan mau
menukar kehidupan gue dengan kehidupan Angelina Jolie. No
waaayyy!!!* Diskriminasi terhadap kaum wanita, blablabla. Sampai
saya tidak sadar bahwa sebenernya kaum pria juga menghadapi kejamnya
dunia. Standart Maskulinitas yang sebenernya sama sekali ‘ngga
jantan’.
Co
macho diidentikkan dengan body six packs, tampang sok cool, maniak
bola, gonta ganti spare part mobil, kantong tebel, mobil keren,
gonta ganti pacar, nge-gym. Well kenyataannya berapa banyak sih co
yang bisa begitu?? Jujur guys, saya mengamati co-co di sekitar saya
en kesimpulan saya dengan sahabat saya adalah, Ternyataaaa semua co
samaa …. Perutnya ngga rataaaa *dinyanyikan pake nada Aku Makin
Cinta-Vina Panduwinata*. Guys, standart ke-macho-an co menurut
dunia, itu sama sekali ngga macho. Serius.
Salah
satu dari banyak pantangan yang haram dilakukan oleh para co
‘macho’ adalah meneteskan air mata alias menangis. Katanya co
hukumnya haram untuk menangis. Co harus tegar. Cuman ce yang
menangis. Menangis itu tanda kelemahan.
Guys,
kalo emank menurut Tuhan co itu tidak perlu menangis, Tuhan ngga
akan kasih kalian air mata. Serius. Para co tidak mengeluarkan ASI
kan
?? Kenapa? Karena menurut Tuhan, co ngga perlu ASI, co tidak akan
pernah menyusui, so kalian tidak butuh ASI. Buat Tuhan itu hal mudah
untuk mendesign tubuh kalian supaya tidak perlu mengeluarkan ASI, so
itu hal yang sama mudahnya buat Tuhan untuk merancang kalian tidak
mengeluarkan air mata. Tapi Tuhan tetap memberikan air mata buat
para co …. Karena buat Tuhan, tidak ada yang salah dengan seorang
pria yang menangis.
Saya
pernah menyaksikan beberapa pria menangis di depan saya.
Ada
yang saya bikin nangis *yah waktu itu saya masih SD, en co itu
nangis karena kalah berantem sama saya :p Bukan karena cintanya saya
tolak. Wekekekek*, beberapa karena alasan pribadi lainnya, en
beberapa karena dijamah Tuhan. Saya menghargai para co yang berani
untuk menangis *dengan alasan yang jelas tentunya*.
Beberapa
co yang pernah deket dengan saya punya hati yang lembut. Dari luar
mereka mungkin keliatan sombong, keras, cuek, tapi sebenernya jauh
di dalam mereka punya hati yang lembut. Kadang-kadang para co inilah
yang cukup menderita. Coz mereka takut ditertawakan oleh dunia kalo
ketauan berhati lembut. Krn itu mereka menggunakan banyak cara untuk
melindungi hati mereka, diri mereka. Dan
kadang guys, justru hal itu yang membuat saya sedih. Kenapa kau
harus menyembunyikan dirimu, hatimu dengan topeng seperti itu??
Karena supaya mereka bisa ‘cocok’ dengan standart ke-macho-an
dunia, mereka merubah diri mereka, merubah hati mereka. Sedih tau
ngeliatnyeee!!!
Guys, tau kah kalian bahwa Tuhan Yesus yang adalah co tulen 1000%, co paling
macho, co paling co yang hidup di dunia ini itu adalah seorang yang
berhati lembut?? Taukah kalian bahwa ayat terpendek di dalam Alkitab
itu berbunyi “Jesus wept” (maka menangislah Yesus) Yohanes
11:35. Ayat terpendek di Alkitab tidak berbicara tentang keperkasaan
Allah, kehebatan Allah, tapi justru tentang sesuatu yang dianggap
tabu oleh dunia. Jesus wept. Allah menangis. Sang Pria sejati, Allah
pencipta seluruh semesta, seluruh galaksi, Allah yang menciptakan
Singa, Harimau, Macan, Buaya, Gajah, pencipta dari orang yang
menciptakan Rambo, Superman, Batman, Hulk, Goggle-Five, Ksatria Baja
Hitam, MENANGIS. Iya. Jesus wept.
Guys, saya tidak menyuruh kalian menangis sebanyak-banyaknya supaya makin
mirip dengn JC, KAGAKKK …. Tapi saya rindu, para Pria Sejati Allah
belajar tentang manhood bukan dari prinsip dunia, tapi dari Jesus,
Sang Pria Sejati.
Kalian merusak diri kalian sendiri kalo kalian mengukur diri kalian pake
prinsip dunia. Berusaha jadi macho pake standart dunia. Berharap
dengan begitu bisa menarik banyak ce, duh guys. Serius. Itu cara
kuno. Ngga gaul.
Kalo kalian mo jadi Pria Sejati, belajarlah dari Alkitab, belajarlah dari
Allah sendiri. Minta supaya Tuhan menggantikan konsep yang salah
yang selama ini kalian pegang dengan pikiran yang baru dari Allah.
Guys, dunia kita butuh banyak Pria Sejati. Pria yang belajar dari Sang
Pencipta.
Pria yang mencerminkan citra Allah, yang punya hati Bapa.
Pria
yang mengerti bahwa kekuatan yang sejati itu bukan datang dari
latihan barbell di Gym tapi dari lutut yang berdoa di hadapan Allah.
Pria
yang mengerti bahwa cinta yang sejati didapat bukan dari mengobral
kata-kata manis tapi dari sebuah komitmen dan kerelaan untuk
berkorban.
Pria
yang mengerti bahwa kepintaran yang sejati tidak didapat dari
buku-buku maupun pengalaman hidup tapi semata-mata hikmat dan
anugerah dari Allah.
Pria
yang mengerti bahwa keberhasilan dalam hidup tidak ditentukan dari
seberapa banyak keringat yang diteteskan, seberapa keras dia
berusaha tapi keberhasilan itu didapat semata-mata berkat Tuhan.
Pria sejati bukan pria yang bisa hidup independent, tapi justru pria yang
berani ‘dependent’ pada Allah.
Pria sejati bukan pria yang sanggup menyelesaikan semua masalah, tapi pria
yang berani mengakui bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Allah.
Guys,
kalo kalian ingin menjadi Pria yang macho, co yang co bangeeettt,
datanglah pada Allah. Dia rindu dan sudah menunggu lama untuk
mengubah kalian menjadi Pria yang segambar dan serupa dengan Dia. :)
China
, 25 Oktober 2006
|