|
Help!! I’m Falling In Love!!
Oleh: Grace Suryani
Guys,
saya itu punya 1 kelemahan, mudah jatuh cinta. Tiap kali jatuh
cinta, saya itu pasti menderita banget, aduhh … Makan tak enak
tidur tak nyenyak tapi berat badan ngga turun-turun. Huehehehe.
Tapi kali ini mungkin salah satu yang terparah … Saya mulai panas
dingin ketika saya menyadari kok kayaknye saya jatuh cinta lagi! Oh
tidak!!
Otak
saya berusaha merasionalisasikan perasaan saya, “Ngga mungkin ah!
Frekuensi ketemu jarang, kenal pun belon lama.” Aiyaaa. Tapi
semakin ditahan, perasaan itu semakin muncul, ngga jarang saya
memikirkan hal itu sepanjang hari-hari saya. Dari subuh ketika saya
bangun sampe malem sebelon saya tidur. Wah gawat!!
Tapi
guys, kata orang, semakin berusaha ngga suka malah semakin suka. Dan
cilakanya kali ini itu benar. Hahaha. Yup, I’m falling in love. :p
Ini alasan saya bangun tidur setiap pagi, alasan saya dandan
The reason I
smile and laugh
. :)
Kadang
kalo dipikir itu aneh ya, yang membuat saya jatuh cinta itu sama
sekali bukan orang yang ‘wah’, tapi ada sesuatu di dalam
dirinya yang menarik diri saya.
But
kali ini sepertinya kisah lama akan terulang lagi *sepertinya*, saya
harus menabahkan hati saya, berpisah dengan yang saya kasihi itu.
Sighhh … berpisah tanpa pernah tau, kapan kita bisa ketemu lagi.
Sigh … so bad huh :p
Okay,
mungkin ada yang mulai menebak-nebak, who’s that lucky guy
*wakakak, saya narsis sekali :p*. Tapi kali ini guys, saya
benar-benar mengalami dilemma, karena yang membuat saya jatuh cinta
bukan cuman 1 orang tapi banyak orang *tenang guys, saya masih anti
poligami!*
Yup,
saya jatuh cinta sama ex-murid-murid saya. Terpaksa pake kata Ex
karena terhitung mulai dari hari ini, saya bukan guru mereka lagi
… Tugas saya sebagai guru pengganti di sekolah itu sudah selesai
…
Guys,
saya ngajar itu cuman kira-kira 3 mingguan dan itupun saya ngga tiap
hari dateng ke sekolah, efektifnya cuman 12 hari. Saya ngga pernah
nyangka, saya bisa jatuh cinta secepat itu sama mereka.
Mereka
bukan anak-anak TOP, bukan anak-anak brilian secara nilai. Beberapa
dari antara mereka bukan anak-anak ‘manis’, beberapa sering
ngobrol ketika saya ngajar, beberapa yang lain ngga nganggep saya,
beberapa lagi lebih tertarik melihat keluar jendela daripada melihat
wajah manis saya *ceilaaa PD bener bow! Wakaka* Beberapa dari mereka
biang kerok, tukang bikin masalah, langganan Wakasek Kesiswaan, guru
BP.
Beberapa
dari mereka anak manis yang sangking manisnya cuman duduk meringkuk
di sudut kelas. Beberapa dari antara mereka tidak termasuk esktrim
kanan *anak2 brilian* dan juga tidak termasuk ekstrim kiri *anak2
buandel* sehingga nama mereka sering dilupakan.
Sebagian
kecil tertarik dengan bahasa Mandarin, tapi sisanya menganggap
Mandarin hanya sebagai beban yang mengurangi jam mereka maen PS.
Sepintas
tidak ada yang menarik dari mereka. Apanya yang bisa membuat saya
jatuh cinta pada anak-anak badung yang seolah tanpa harapan?? Ketika
saya bisa jatuh cinta pada anak-anak yang lebih layak utk
‘dicintai’, anak-anak yang manis, penurut, duduk anteng, bikin
pe-er, kenapa saya juga jatuh cinta pada mereka yang lebih sering
bikin saya pusink karena harus memeras otak untuk memikirkan puluhan
cara membuat Mandarin jadi menarik??
Kenapa?
Saya
jatuh cinta sama mereka karena Bapa juga jatuh cinta sama mereka.
Bapa lah ‘biang kerok’ yang membuat saya jatuh cinta ama
anak-anak biang kerok itu. Huehehe.
Ketika
saya mulai ngajar, saya sering berdoa, “Tuhan, buat aku bisa
melihat mereka seperti Engkau melihat mereka.” Dan ketika saya
berdiri di depan kelas, ngeliat wajah mereka satu-satu, saya bicara
pada diri saya sendiri, “Ini anak-anak yang dikasihi Bapa.
Beberapa dari mereka sudah sadar bahwa mereka dikasihi, tapi masih
banyak yang belum.” Ketika mereka ngga dengerin saya ngajar,
ngga jarang saya frustrasi juga, but I can’t hate them … karena
mereka anak-anak yang dikasihi Bapa.
Ketika
mereka melihat ke luar jendela dengan tatapan kosong, ketika mereka
menghindari kontak mata dengan saya, saya tau mereka punya beban
yang mengganggu pikiran mereka. Mereka punya pergumulan, masalah,
ketakutan, kekuatiran. Dan saya ingin saya bisa menangis bersama
dengan mereka.
Hal
kedua yang membuat saya bisa jatuh cinta sama mereka, adalah karena
saya dulu seperti mereka. Wajah tak bernama :p Ketika saya SMP, SMU,
saya bukan orang yang begitu terkenal, saya ngga pernah menang lomba
apapun, sepintas I’m noone. Tapi ketika saya cuman wajah tak
bernama di hadapan orang, Bapa memandang saya dengan tatapan yang
istimewa, tatapan kasih.
Waktu
itu di mata orang saya bukan sapa-sapa, tapi di mata Tuhan saya
berharga. Itulah yang mengubah hidup saya. Waktu saya pertama kali
dicintai oleh Bapa, tidak ada yang baik dari diri saya, satupun
tidak. Justru cinta-Nya yang membuat saya jadi orang ‘baik’. :)
Saya
dicintai bukan karena saya baik, tapi justru karena saya dicintai,
saya jadi anak manis.
Saya
rindu guys, orang-orang yang saya kasihi itu juga bisa merasakan
bahwa mereka berharga, nilai diri mereka bukan dari berapa nilai
Fisika mereka, mereka pernah menang lomba apa. Tapi mereka berharga
karena mereka buatan Bapa. Harga mereka seharga darah anak-Nya,
tidak kurang dan tidak lebih …
Cuman
orang-orang yang pernah dicintai dengan begitu dalam yang bisa
mencintai orang-orang lain.
Saya
ngga tau guys, akankah saya punya kesempatan untuk bertemu dengan
mereka lagi, akankah Tuhan kasih saya kehormatan untuk mengajar
mereka, tidak hanya mengajar Mandarin tapi juga mengajar tentang
Kasih Allah. Mengajar tentang hidup.
Biarkan
sang Pencipta Cinta yang adalah Cinta itu sendiri yang menentukan,
akankah cinta saya terbalas :)
Jakarta
, 29 Maret 2007
|