Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 1611 kali






Help!! I’m Falling In Love!!
Oleh: Grace Suryani


Guys, saya itu punya 1 kelemahan, mudah jatuh cinta. Tiap kali jatuh cinta, saya itu pasti menderita banget, aduhh … Makan tak enak tidur tak nyenyak tapi berat badan ngga turun-turun. Huehehehe. Tapi kali ini mungkin salah satu yang terparah … Saya mulai panas dingin ketika saya menyadari kok kayaknye saya jatuh cinta lagi! Oh tidak!!

Otak saya berusaha merasionalisasikan perasaan saya, “Ngga mungkin ah! Frekuensi ketemu jarang, kenal pun belon lama.” Aiyaaa. Tapi semakin ditahan, perasaan itu semakin muncul, ngga jarang saya memikirkan hal itu sepanjang hari-hari saya. Dari subuh ketika saya bangun sampe malem sebelon saya tidur. Wah gawat!!

Tapi guys, kata orang, semakin berusaha ngga suka malah semakin suka. Dan cilakanya kali ini itu benar. Hahaha. Yup, I’m falling in love. :p Ini alasan saya bangun tidur setiap pagi, alasan saya dandan The reason I smile and laugh . :)

Kadang kalo dipikir itu aneh ya, yang membuat saya jatuh cinta itu sama sekali bukan orang yang ‘wah’,  tapi ada sesuatu di dalam dirinya yang menarik diri saya.

But kali ini sepertinya kisah lama akan terulang lagi *sepertinya*, saya harus menabahkan hati saya, berpisah dengan yang saya kasihi itu. Sighhh … berpisah tanpa pernah tau, kapan kita bisa ketemu lagi. Sigh … so bad huh :p

  Okay, mungkin ada yang mulai menebak-nebak, who’s that lucky guy *wakakak, saya narsis sekali :p*. Tapi kali ini guys, saya benar-benar mengalami dilemma, karena yang membuat saya jatuh cinta bukan cuman 1 orang tapi banyak orang *tenang guys, saya masih anti poligami!*

Yup, saya jatuh cinta sama ex-murid-murid saya. Terpaksa pake kata Ex karena terhitung mulai dari hari ini, saya bukan guru mereka lagi … Tugas saya sebagai guru pengganti di sekolah itu sudah selesai …

Guys, saya ngajar itu cuman kira-kira 3 mingguan dan itupun saya ngga tiap hari dateng ke sekolah, efektifnya cuman 12 hari. Saya ngga pernah nyangka, saya bisa jatuh cinta secepat itu sama mereka.

Mereka bukan anak-anak TOP, bukan anak-anak brilian secara nilai. Beberapa dari antara mereka bukan anak-anak ‘manis’, beberapa sering ngobrol ketika saya ngajar, beberapa yang lain ngga nganggep saya, beberapa lagi lebih tertarik melihat keluar jendela daripada melihat wajah manis saya *ceilaaa PD bener bow! Wakaka* Beberapa dari mereka biang kerok, tukang bikin masalah, langganan Wakasek Kesiswaan, guru BP.

Beberapa dari mereka anak manis yang sangking manisnya cuman duduk meringkuk di sudut kelas. Beberapa dari antara mereka tidak termasuk esktrim kanan *anak2 brilian* dan juga tidak termasuk ekstrim kiri *anak2 buandel* sehingga nama mereka sering dilupakan.

Sebagian kecil tertarik dengan bahasa Mandarin, tapi sisanya menganggap Mandarin hanya sebagai beban yang mengurangi jam mereka maen PS.

Sepintas tidak ada yang menarik dari mereka. Apanya yang bisa membuat saya jatuh cinta pada anak-anak badung yang seolah tanpa harapan?? Ketika saya bisa jatuh cinta pada anak-anak yang lebih layak utk ‘dicintai’, anak-anak yang manis, penurut, duduk anteng, bikin pe-er, kenapa saya juga jatuh cinta pada mereka yang lebih sering bikin saya pusink karena harus memeras otak untuk memikirkan puluhan cara membuat Mandarin jadi menarik??

Kenapa?

Saya jatuh cinta sama mereka karena Bapa juga jatuh cinta sama mereka. Bapa lah ‘biang kerok’ yang membuat saya jatuh cinta ama anak-anak biang kerok itu. Huehehe.

Ketika saya mulai ngajar, saya sering berdoa, “Tuhan, buat aku bisa melihat mereka seperti Engkau melihat mereka.” Dan ketika saya berdiri di depan kelas, ngeliat wajah mereka satu-satu, saya bicara pada diri saya sendiri, “Ini anak-anak yang dikasihi Bapa. Beberapa dari mereka sudah sadar bahwa mereka dikasihi, tapi masih banyak yang belum.”  Ketika mereka ngga dengerin saya ngajar, ngga jarang saya frustrasi juga, but I can’t hate them … karena mereka anak-anak yang dikasihi Bapa.

Ketika mereka melihat ke luar jendela dengan tatapan kosong, ketika mereka menghindari kontak mata dengan saya, saya tau mereka punya beban yang mengganggu pikiran mereka. Mereka punya pergumulan, masalah, ketakutan, kekuatiran. Dan saya ingin saya bisa menangis bersama dengan mereka.

Hal kedua yang membuat saya bisa jatuh cinta sama mereka, adalah karena saya dulu seperti mereka. Wajah tak bernama :p Ketika saya SMP, SMU, saya bukan orang yang begitu terkenal, saya ngga pernah menang lomba apapun, sepintas I’m noone. Tapi ketika saya cuman wajah tak bernama di hadapan orang, Bapa memandang saya dengan tatapan yang istimewa, tatapan kasih.

Waktu itu di mata orang saya bukan sapa-sapa, tapi di mata Tuhan saya berharga. Itulah yang mengubah hidup saya. Waktu saya pertama kali dicintai oleh Bapa, tidak ada yang baik dari diri saya, satupun tidak. Justru cinta-Nya yang membuat saya jadi orang ‘baik’. :)

Saya dicintai bukan karena saya baik, tapi justru karena saya dicintai, saya jadi anak manis.

Saya rindu guys, orang-orang yang saya kasihi itu juga bisa merasakan bahwa mereka berharga, nilai diri mereka bukan dari berapa nilai Fisika mereka, mereka pernah menang lomba apa. Tapi mereka berharga karena mereka buatan Bapa. Harga mereka seharga darah anak-Nya, tidak kurang dan tidak lebih …

Cuman orang-orang yang pernah dicintai dengan begitu dalam yang bisa mencintai orang-orang lain.

Saya ngga tau guys, akankah saya punya kesempatan untuk bertemu dengan mereka lagi, akankah Tuhan kasih saya kehormatan untuk mengajar mereka, tidak hanya mengajar Mandarin tapi juga mengajar tentang Kasih Allah. Mengajar tentang hidup.

Biarkan sang Pencipta Cinta yang adalah Cinta itu sendiri yang menentukan, akankah cinta saya terbalas :)

 

Jakarta , 29 Maret 2007