|
Tuhan Di Dalam Grammar
Oleh: Grace Suryani
Kata
siapa bahasa Mandarin itu bertentangan dengan Firman Tuhan? Banyak
orang Kristen dulu menganggap Mandarin itu tidak penting, identik
dengan agama Budha, ada lagi yang menganggap bahasa Mandarin itu
identik dengan penyembahan berhala. Hanya karena Negara China
maju, baru banyak orang Kristen ‘mau’ belajar bahasa Mandarin.
Demi ikut globalisasi …
Selama
saya belajar bahasa Mandarin beberapa tahun ini, kesimpulan yang
saya peroleh justru sebaliknya! Alkitab bahasa Mandarin itu ternyata
keren. :) Saya dapet banyak berkat dari situ.
Pagi
tadi saya saat teduh dari Filipi 4. Salah satu pasal favorite saya.
en saya suka baca pasal ini pake bhs Mandarin, abis ‘rasanya’
beda. Hehehe. Abis baca saya sempet tanya sama Tuhan, “Tuhan
kenapa kalo baca pake Mandarin rasanya beda??”
Apa
yang Tuhan tunjukkan membuat saya cukup kaget dan terpesona.
Salah
satu keunikkan grammar atau tata bahasa Mandarin adalah meletakkan
keterangan tempat SEBELUM kata kerja. Misal:
-
Saya
di rumah makan.
*Bandingkan
dengan bahasa Indonesia: saya makan di rumah.*
-
Saya
di sekolah belajar. (Indo: Saya belajar di sekolah)
Logika
dari tata bahasa ini adalah, kita SAMPAI dulu di suatu tempat baru
BISA melakukan kata kerjanya.
Oowowow
… Grace … loe lagi nulis, bukan lagi ngajar!! Apa hubungannya
Grammar sama Tuhan?!?!
Hubungannya
gini, ketika saya baca ayat-ayat yang memerintahkan kita hidup di
dalam Tuhan, biasanya di dalam bahasa Indonesia, kata “Di dalam Tuhan” ditaruh di belakang … sehingga kita
suka LUPA!!!
Tanpa
kita sadar yang jadi ‘stressing point’ kita adalah kata
kerjanya!! Bersukacita, berdiri teguh, menghasilkan buah, blablabla.
En kita lupa
‘logika’nya … kita SAMPAI dulu baru kita BISA melakukan kata
kerjanya.
Saya
akan kasih contoh 1 ayat guys.
“I
can do all things through Him who gave me strength”
“Segala
perkara dapat kulakukan di dalam Dia yang memberikan kekuatan
kepadaku.”
“Saya
bersandar kepada Dia yang memberikan kekuatan kepadaku, (maka)
segala perkara dapat kulakukan.”
Can
u feel the difference guys?! Kerasa bedanya?
Ngga
heran banyak dari kita kepayahan menjalani hidup sebagai orang
Kristen karena kita sering fokus pada kata kerjanya. Segala perkara
dapat kulakukan! Bukan pada “Di dalam Dia yang memberi
kekuatan”!
Salah
satu kata yang sering sekali dipakai untuk dalam kalimat “Di dalam
Tuhan” adalah
靠,kao. Ayat-ayat
kesukaan saya adalah ayat-ayat yang depannya berbunyi, “你们要靠主,nimen
yao kao zhu, ….” Kalian harus bergantung pada Tuhan, (baru kata
kerjanya. Bersukacita, berdiri teguh, melawan musuh blablabla)
Kata
kao punya banyak arti, antara lain, lean against, lean on; get near,
come to; near; depend on, rely on; trust.
Pemakaian
kata ‘kao’ juga biasanya ditaruh di depan kata kerja. :p
Masih dengan logika yang sama, kita harus dekat dulu/bersandar dulu/
menggantungkan diri dulu, baru bisa melakukan yang di belakang. :)
Guys,
kita TIDAK MUNGKIN bisa bersukacita, berbuat baik, melayani,
memberitakan Injil, menghasilkan buah, dan semua kata kerja yang
selama ini kita tau kalau kita melupakan kata kuncinya. Di DALAM
TUHAN.
Yang
paling penting justru di dalam Tuhan! Setelah kita di dalam Tuhan,
baru kita bisa melakukan semua kata kerja itu!
Wow.
Saya ngga nyadar bahwa hanya dengan peletakkan kata yang berbeda,
bisa menimbulkan kesan yang berbeda. Memberikan pemahaman yang
berbeda dan akhirnya membuat kita menjalani hidup dengan cara yang
berbeda! :)
Siapa
yang menyangka bahwa Tuhan pakai grammar untuk menunjukkan kepada
saya apa yang selama ini sering saya lupakan *karena di taruh di
buntut :p*.
Terakhir,
Guys … don’t get me wrong, saya tidak bermaksud mengatakan
bahasa Mandarin yang paling baik, paling bener, paling indah etc
etc. Ngga … Saya percaya semua bahasa yang ada di dunia ini, itu
ada seturut dengan campur tangan Tuhan. Semua bahasa punya keunikkan
sendiri. Punya stressing point yang berbeda, tapi saya percaya
justru dari perbedaan itulah Tuhan menyatakan diri-Nya. Ameeenn …
Jakarta, 22 September 2007
Jadii
… jangan males belajar bahasa Asing. Pssst kalo ada murid gue yang
baca, eh inget ye, belajar Mandarin yang rajin en jangan lupa kita
bakal ulangan tiap minggu ketiga! Hohoho.
|