Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 1839 kali






Tuhan Di Dalam Grammar
Oleh: Grace Suryani


Kata siapa bahasa Mandarin itu bertentangan dengan Firman Tuhan? Banyak orang Kristen dulu menganggap Mandarin itu tidak penting, identik dengan agama Budha, ada lagi yang menganggap bahasa Mandarin itu identik dengan penyembahan berhala.  Hanya karena Negara China maju, baru banyak orang Kristen ‘mau’ belajar bahasa Mandarin. Demi ikut globalisasi …

Selama saya belajar bahasa Mandarin beberapa tahun ini, kesimpulan yang saya peroleh justru sebaliknya! Alkitab bahasa Mandarin itu ternyata keren. :) Saya dapet banyak berkat dari situ.  

Pagi tadi saya saat teduh dari Filipi 4. Salah satu pasal favorite saya. en saya suka baca pasal ini pake bhs Mandarin, abis ‘rasanya’ beda. Hehehe. Abis baca saya sempet tanya sama Tuhan, “Tuhan kenapa kalo baca pake Mandarin rasanya beda??”

Apa yang Tuhan tunjukkan membuat saya cukup kaget dan terpesona.

Salah satu keunikkan grammar atau tata bahasa Mandarin adalah meletakkan keterangan tempat SEBELUM kata kerja. Misal:

  1. Saya di rumah makan.

*Bandingkan dengan bahasa Indonesia: saya makan di rumah.*

  1. Saya di sekolah belajar. (Indo: Saya belajar di sekolah)

Logika dari tata bahasa ini adalah, kita SAMPAI dulu di suatu tempat baru BISA melakukan kata kerjanya.  

Oowowow … Grace … loe lagi nulis, bukan lagi ngajar!! Apa hubungannya Grammar sama Tuhan?!?!  

Hubungannya gini, ketika saya baca ayat-ayat yang memerintahkan kita hidup di dalam Tuhan, biasanya di dalam bahasa Indonesia, kata “Di dalam Tuhan” ditaruh di belakang … sehingga kita suka LUPA!!! 

Tanpa kita sadar yang jadi ‘stressing point’ kita adalah kata kerjanya!! Bersukacita, berdiri teguh, menghasilkan buah, blablabla. En kita lupa ‘logika’nya … kita SAMPAI dulu baru kita BISA melakukan kata kerjanya.  

Saya akan kasih contoh 1 ayat guys.  

“I can do all things through Him who gave me strength”  
“Segala perkara dapat kulakukan di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku.”  
“Saya bersandar kepada Dia yang memberikan kekuatan kepadaku, (maka) segala perkara dapat kulakukan.”  

Can u feel the difference guys?! Kerasa bedanya?  

Ngga heran banyak dari kita kepayahan menjalani hidup sebagai orang Kristen karena kita sering fokus pada kata kerjanya. Segala perkara dapat kulakukan! Bukan pada “Di dalam Dia yang memberi kekuatan”!  

Salah satu kata yang sering sekali dipakai untuk dalam kalimat “Di dalam Tuhan” adalah ,kao. Ayat-ayat kesukaan saya adalah ayat-ayat yang depannya berbunyi, “你们要靠主,nimen yao kao zhu, ….” Kalian harus bergantung pada Tuhan, (baru kata kerjanya. Bersukacita, berdiri teguh, melawan musuh blablabla)  

Kata kao punya banyak arti, antara lain, lean against, lean on; get near, come to; near; depend on, rely on; trust.  

Pemakaian kata  ‘kao’ juga biasanya ditaruh di depan kata kerja. :p Masih dengan logika yang sama, kita harus dekat dulu/bersandar dulu/ menggantungkan diri dulu, baru bisa melakukan yang di belakang. :)  

Guys, kita TIDAK MUNGKIN bisa bersukacita, berbuat baik, melayani, memberitakan Injil, menghasilkan buah, dan semua kata kerja yang selama ini kita tau kalau kita melupakan kata kuncinya. Di DALAM TUHAN.  

Yang paling penting justru di dalam Tuhan! Setelah kita di dalam Tuhan, baru kita bisa melakukan semua kata kerja itu!  

Wow. Saya ngga nyadar bahwa hanya dengan peletakkan kata yang berbeda, bisa menimbulkan kesan yang berbeda. Memberikan pemahaman yang berbeda dan akhirnya membuat kita menjalani hidup dengan cara yang berbeda! :)  

Siapa yang menyangka bahwa Tuhan pakai grammar untuk menunjukkan kepada saya apa yang selama ini sering saya lupakan *karena di taruh di buntut :p*.  

Terakhir, Guys … don’t get me wrong, saya tidak bermaksud mengatakan bahasa Mandarin yang paling baik, paling bener, paling indah etc etc. Ngga … Saya percaya semua bahasa yang ada di dunia ini, itu ada seturut dengan campur tangan Tuhan. Semua bahasa punya keunikkan sendiri. Punya stressing point yang berbeda, tapi saya percaya justru dari perbedaan itulah Tuhan menyatakan diri-Nya. Ameeenn …

 

Jakarta, 22 September 2007

 

Jadii … jangan males belajar bahasa Asing. Pssst kalo ada murid gue yang baca, eh inget ye, belajar Mandarin yang rajin en jangan lupa kita bakal ulangan tiap minggu ketiga! Hohoho.