Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 893 kali






Love Triangle
Oleh: Grace Suryani


Tadinya guys, ini tulisan mo saya kasih judul Segitiga Sama Sisi, tapi setelah dipikir-pikir kok kayaknya kagak menarik … Udeh gitu, kalo ada yang sebel ama Matematika, begitu baca judulnye udeh mengkeret kagak mau buka. En yang paling parah kalo ada yang ibu-ibu atau anak SD atau para guru Mat yang cari referensi tentang Segitiga Sama Sisi di Google bisa nyasar ke site ini :p *hem tapi bagus juga sih, mereka kan jadi baca juga hehehe*

Sebenernya tulisan ini temanya emank ada hubungannya dengan segitiga. Segitiga sama sisi, en juga ada hubnya dengan topik cinta-cintaan. Makanye akhirnya gue gabung dah. Biar kagak pusink. :p

Saya dapet ‘teori’ segitiga sama sisi-ini ketika saya dateng ke pernikahan gereja rumah (baca The Wedding Day). Waktu itu ada acara dimana para tetua (majelis) di gereja rumah itu memberikan wejangan kepada kedua mempelai. Tapi jangan salah guys, wejangannya ngga basi, bikin para tamunya nangis malah. Terharu …

Salah satu dari para majelis itu seorang dosen (kayaknya dosen mat) kasih hadiah pernikahan yang cukup unik. Yaitu … 1 lembar kertas A1 dengan gambar segitiga sama sisi. :p Lalu beliau menerangkan bahwa hubungan pernikahan itu seperti segitiga sama sisi.

Tuhan ada di puncak segitiga tersebut, suami istri di sudut-sudut yang bawah. Coba perhatikan guys, semakin jauh hubungan suami istri dengan Tuhan, sebenernya dengan sendirinya hubungan mereka berdua juga akan menjauh.

Bisa juga muncul kondisi seperti ini

 

Di gambar sebelah kiri, pihak istri punya hubungan yang dekat dengan Tuhan, tapi tidak demikian dengan pihak suaminya. Yang terjadi … hubungan keduanya juga akan menjauh. Begitu juga sebaliknya.

Semestinya kita berusaha supaya hubungannya seperti ini.

Waktu itu beliau bilang, semakin dekat hubungan suami istri dengan Tuhan, akan semakin dekat juga hubungan mereka satu sama lain. Intinya, jagalah hubunganmu dengan Tuhan.

Saya denger itu 31 Desember 2004. Hampir 3 tahun berlalu, dan saya lupa sama sekali soal segitiga sama sisi tersebut sampai kemaren terjadilah satu peristiwa. Saya bete sama pacar saya. Bukan yang pertama sih. Tadinya saya pikir saya bete karena saya bete :p (Biasa guys, ce … complicated hahaha) but ternyata saya salah. Saya bete karena hubungan saya dengan Tuhan terganggu (baca: Pura-pura Ngga Tau Ah).

Akhirnya saya beresin masalah saya dengan Tuhan. Setelah beres, saya inget bahwa tadi saya betein pacar saya. Trus tiba-tiba saya inget ilustrasi segitiga itu. Saya baru sadar, iya ya ternyata itu bener.

Kalau hubungan kita dengan Tuhan terganggu, hubungan dengan sesama cepat atau LAMBAT pasti akan terganggu. Emank kadang ngga instant. Kadang ketika hubungan kita dengan Tuhan terganggu, ngga langsung hubungan dengan sesama terganggu, but trust me cepat atau lambat, itu pasti akan terganggu juga. Mungkin berawal dari masalah-masalah kecil, bete-bete, ngambek-ngambek, sampe akhirnya perang dunia. Sumbernya guys … hubungan dengan Tuhan yang buruk.

Kenapa??

Ok guys, abis ini saya bakal bicara lebih banyak soal ce. Coz itu bagian saya :p Saya ngga ngerti banyak soal co.

Kalau disurvey guys, saya rasa salah satu penyebab paling umum dari adanya konflik dalam suatu relationships (khususnya ce-co) adalah karena 1 pihak (biasanya) ce merasa tidak diperhatikan. Sound’s familiar huh? :p ce-nya merasa co-nya tidak pernah punya cukup waktu, kurang perhatian, lebih mentingin pekerjaan atau teman-teman. Lalu akhirnya BOOOMM … perang dunia. Hehehe.

Banyak yang menganggap ini masalah psikologi. But guys, sebagai seorang ce yang udeh jadi ce selama 23 tahun 11 bulan kurang beberapa hari, saya bisa jamin ini masalah spiritual.

Guys, ketika saya dekat dengan Tuhan, ketika saya punya hubungan yang harmonis dengan Tuhan, saya rasa saya jadi ce yang cukup manis :p mo pacar saya jungkir balik gue ngga pusink. Mau pergi sama org laen silahkan. Kalau dia sibuk kerja, bagus.

Eh gals, intermezzo perhatikan bae-bae. Kalau punya co yang semangat kerja asal jangan workaholic, itu bagus!! Jangan diomelin. “Kamu kok kerja mulu sih?!?!” deeeehhh … Saya malah ngga suka sama co-co yang tiap saat tiap waktu hubungin pacarnya. Di tengah meeting ama client, sms elu, wah itu mah tanda-tanda dah. Itu artinya dia ngga serius kerja. Kalau dia kerjanya ngga serius, kariernya ngga maju, ntar kalo loe married sama dia, loe makan apa?? cinta asem manis? Asem bener ntar. 

Balik lagi ke main topic. Nah kenapa selama hubungan saya ama Tuhan baik, saya jadi ce manis? Yah habis, saya merasa secure, aman, kebutuhan emosional saya dipenuhi oleh Tuhan sendiri.

Tuhan memang menciptakan perempuan dengan kebutuhan emosional yang perlu dipenuhi (butuh diperhatikan, disayang, dimanja, delele) TAPI ada tapinya Tuhan merancang bahwa hanya DIA yang bisa totally satisfied our needs. Tuhan tidak merancang pria untuk memenuhi kebutuhan kita!!

Kita tidak akan pernah puas selama bukan Tuhan sendiri yang memuaskan kita. Kita bisa suruh suami, pacar, gbt, cph, apalah namanya untuk baca buku-buku psikologi terbaru tentang komposisi hormone para wanita, rangkaian sel otak kaum wanita, membujuk merayu sampai mengancam mereka untuk ikut seminar-seminar komunikasi, keluarga harmonis, mereka bisa berusaha keras membuat komitmen untuk jadi co yang lebih bae.

But sebaik apapun mereka, they’re humans. And they’re sinner. Sama kayak kita. We’re sinner too. Buku-buku, seminar, komitmen, itu bagus … tapi itu hanya bisa improve, dan tidak akan pernah benar-benar bisa memenuhi kebutuhan kita.

Kita tetap akan kecewa … kalau … kita mengharapkan pemenuhan kebutuhan emosional dari mereka. Kalau kita tidak mengharapkan mereka memenuhi kebutuhan kita, perubahan sekecil apapun, dampaknya besar :p

Ketika saya jauh dari Tuhan, yang muncul adalah kebalikannya. :p

Ini fakta pertama yang menjelaskan kenapa semakin kita dekat dengan Tuhan, hubungan kita dengan sesamanya juga akan semakin baik. Karena kita akan menaruh semua harapan di dalam Dia, kita akan membebaskan pasangan kita dari tuntutan-tuntutan yang tidak realistis.

Yang kedua, semakin lama suatu hubungan berjalan, kecenderungan yang muncul adalah hubungan yang monoton. Pembicaraan yang basi. :p Kenapa bisa begitu? Kok dulu pas pertama kali jadian, betah ngobrol berjam-jam, sms panjang lebar. Sekarang jadi “lg ngapain?” “mkn. u?” basssiii deh ihhh. Kenapa?

Guys, pas pertama kali baru jadian, banyak yang kita ngga tau. Banyak cerita yang bisa diceritakan. Kalau rajin bisa dirunut dari guru TK favorite, sampai ukuran kaos kaki! But setelah semua cerita itu habis diceritakan (termasuk silsilah keluarga dari engkong buyut dan anak mantunya), mulai bingung deh. Ngomong apalagi yak? Akhirnya percakapannya jadi percakapan basa basi sehari-hari. 

Nah kalau kita tidak punya hubungan yang BERTUMBUH dengan Tuhan, maka hubungan kita dengan pasangan juga akan stuck dan tidak bertumbuh. Sebaliknya ketika kita bertumbuh dalam Tuhan, ketika Tuhan membukakan hal-hal baru, sifat-sifat-Nya, cara kerja-Nya, bagian-bagian Alkitab yang memberikan insight baru, karakter-karakter yang perlu kita ubah, kita bakal punya segudang bahan pembicaraan yang tidak basi. :p

Alkitab mengatakan “Tidak berkesudahan kasih setia Tuhan. Selalu BARU setiap pagi.”

Ini biasanya ayat dikutip buat orang married, but berapa banyak yang menyadari bahwa dalam hubungan dengan Tuhan, setiap hari selalu bisa ada hal BARU yang kita pelajari? En ketika kita mempelajari hal yang baru tentang Dia, kita bisa menshare-kan itu dengan pasangan kita dan sama-sama bertumbuh di dalam Dia.

Dari dulu mama saya mengajarkan prinsip. “grow in love” not “fall in love”. Bukan jatuh cinta, tapi bertumbuh di dalam cinta. Hubungan itu harus bertumbuh, kalau hubungan tidak bertumbuh. Ada sesuatu yang salah. Ada sesuatu yang perlu kita koreksi. En mungkin kita perlu bertanya lagi dengan Tuhan, apakah memang dia jodoh yang dari Tuhan?

Guys, baru 2 prinsip aje udeh 3 halaman. :p saya rasa teorinya sudah cukup panjang. Tinggal sekarang kita kerjakan latihan soal :p  Kalau kalian sudah in a relationship, coba periksa, bagaimana hubungan kalian dengan Tuhan? Dan saya sangat menyarankan untuk mendorong pasangan kalian untuk makin bertumbuh. Ingat guys, mendorong bukan MEMAKSA … coz pertumbuhan rohani tidak bisa dipaksa. En salah-salah malah bikin dia eneg sama Tuhan. Gmana caranya mendorong, doakan supaya Tuhan yang membimbing pertumbuhan rohaninya.

Kalau kalian masih single, mumpung masih single guys, jalinlah hubungan yang sedeket-deketnya dengan Tuhan. Terus lebih dekat lagi, lebih dekat lagi. U’ll never regret. Jangan pusink minta pacar. Single banyak enaknya, at least ngga akan ada orang yang bawelin kalian untuk olah raga, banyak-banyak makan sayur en buat para co kalian masih bisa nonton bola sampe subuh!! :p

 

 

Jakarta, 17 Oktober 2007.