Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 733 kali






Tuhan Orang-orang Lemah
Oleh: Grace Suryani


Kemaren ini hubungan saya sama Tuhan sempet kurang bae :$ coz saya merasa sedikit bersalah … penyebabnya simple tapi .. arrrgghhh!!! Sangat memalukan untuk diakui. *hemmm mungkin sudah ada beberapa orang yang bertanya-tanya, dosa apakah yang si Grace perbuat?!?!*

Erhm saya … gleekk … err … saya merasa sedikit bersalah en malu sama Tuhan karena, hem akhir-akhir ini frekuensi saya memikirkan seseorang jauh lebih banyak daripada frekuensi saya memikirkan Tuhan. :$ Beberapa temen saya yang saya ceritain ketawa tapi saya ngga ketawa …

Guys, saya ce yang bolak balik bilang dan menulis bahwa ce tidak butuh co untuk bahagia, yang bener-bener ce butuhkan adalah Tuhan (sampai sekarang saya masih berpendapat seperti itu!) jadinya saya sempet merasa, “Aduh kenapa gue begini?!?!!?”

Hiks.

Satu bagian dari Passion and Purity menggambarkan dengan tepat apa yang saya pikirkan

”I was not strong in myself. If I had never known that before-but of courser I had- I became acutely conscious of it through loving and missing and desperately needing Jim. It was a kind of weakness that surprised and humiliated me. 


"Diriku tidak kuat. Jika aku tahu sebelumnya (iya tentu saya tahu). Saya menjadi sadar tentang itu saat saya mencintai, kangen, dan benar-benar membutuhkan Jim (suaminya). Itu adalah semacam kelemahan yang mengejutkan dan sekaligus memalukan aku. Kenapa aku sampai butuh dia?

Why should I need him? *huaaa setuju sekali madam!!*

Got along without him before I met him, gonna get along without him now.”

 
Dulu saya tidak apa-apa tanpa dia sebelum ketemu dia. Jadi saya seharusnya tidak apa-apa tanpa dia sekarang.

Heeemm perasaan saya persis kayak gitu. Ngapain gue mikirin org ini? Muke gileee. Gue dah idup cukup bahagia selama 22 taon tanpa saya tau orang ini exist di dunia ini. 22 taon en saya baik-baik saja!! Kenapa sekarang begini ... hiks huaaaa ... :S

Kalimat berikutnya dari bagian di atas

”When there is real weakness, especially of the kind that surprises and humiliates us, it’s our OPPORTUNITY to learn what Paul had to learn through his ’thorn’: the grace of God is all we need for “… power comes to its full strength in weakness …”

Ketika ada kelemahan yang sesungguhnya, terutama yang mengejutkan dan memalukan kita, itu adalah kesempatan untuk belajar apa yang Paulus pelajari dari 'duri dalam dagingnya'. Anugrah dari Tuhan adalah satu-satunya yang kita butuhkan. Kekuatan yang penuh datang dalam kelemahan.

Tuhan dengan begitu baik dan murah hatinya kembali berbicara lewat sate saya keesokkan harinya. Dari Lukas 15. 1 pasal yang udeh teramat sangat tidak asing lagi, pasal tentang perumpamaan domba yang hilang, dirham yang hilang, anak yang hilang. Tadinya pas baca sempet males. ”Ya elah Tuhan, ini mah udeh hapal ceritanye!!”

Tapi itu hebatnya Firman Tuhan, ketika saya dateng dengan membawa pergumulan, lewat pasal yang udeh rasanye ampe ’eneg bacanye, sangking keseringan’ Tuhan tetap bukakan hal yang baru.

Pesan yang Tuhan ungkapkan sederhana tapi sangat jelas dan menguatkan saya.

”Nik, Aku datang untuk siapa?”

”Orang berdosa.”

Tiba-tiba Roh Kudus membuat saya mengerti. Tuhan Yesus datang untuk orang-orang seperti saya ... yang berdosa, punya kelemahan-kelemahan yang memalukan, tersesat, gagal, bodoh, tolol. 

Tuhan tidak datang untuk orang-orang ’suci’.

Saya rasanya ploooonggg banget. Tadinya saya merasa bersalah karena saya kebanyakkan mikirin orang laen drpd mikirin Tuhan :$ saya merasa ngga kudus, takut Tuhan marah. Jangan-jangan ntar ngga dianggep anak lagii ...

Tapi saya salah. Tuhan justru dateng untuk orang-orang berdosa!! Yang Tuhan cari justru orang-orang yang lemah, yang tidak mampu mengendalikan pikiran, yang mudah gagal, yang tidak bisa mengatasi kebiasaan buruk, yang gampang tergoda. Orang-orang seperti itulah yang Tuhan cari ...

Guys, setiap orang punya kelemahan. Mungkin kelemahan kalian berbeda dengan kelemahan saya. Ketika kita sadar bahwa diri kita begitu bobrok, begitu lemah, begitu tidak berdaya, jangan kita merasa malu justru menyembunyikan kelemahan kita.

Sebaliknya guys, saat-saat dimana kita hancur, remuk, tidak berdaya justru saat yang paling indah ... kenapa??

Karena ketika kita mengakui ketidak berdayaan kita itulah, tangan Tuhan bekerja dengan begitu luar biasa! Ketika kita tidak mampu, itu adalah saat mukjizat Tuhan terjadi. Keajaiban kasih karunia Tuhan tidak muncul ketika semua baik-baik saja ... God’s miracles muncul justru di tengah masalah dan konflik.

2 hal yang harus kita ingat.

- Tuhan datang untuk menyelamatkan orang berdosa. Kalau anda berdosa ... SELAMAT!! Anda orang yang dicari oleh Tuhan! :)

-  Justru lewat kelemahan-kelemahan kita, kuasa Tuhan itu nyata. Bagaimana membuat kuasa Tuhan nyata lewat kelemahan kita? Akui kelemahan kita di hadapan Tuhan. Setelah kita akui, kita serahkan dan lakukan apa yang Tuhan perintahkan. Kita akan melihat kemuliaan Tuhan nyata atas hidup kita.

”I can do all thing through Him who gave me strength” Paulus, Phil 4:13


For my loneliness Lord – Your strength
For my temptation to self-pity, Lord- Your strength
… - Your Strength
Elisabeth Elliot

 

   Jakarta, 11 November 2007