|
Tuhan Orang-orang Lemah
Oleh: Grace Suryani
Kemaren
ini hubungan saya sama Tuhan sempet kurang bae :$ coz saya merasa
sedikit bersalah … penyebabnya simple tapi .. arrrgghhh!!! Sangat
memalukan untuk diakui. *hemmm mungkin sudah ada beberapa orang yang
bertanya-tanya, dosa apakah yang si Grace perbuat?!?!*
Erhm
saya … gleekk … err … saya merasa sedikit bersalah en malu
sama Tuhan karena, hem akhir-akhir ini frekuensi saya memikirkan
seseorang jauh lebih banyak daripada frekuensi saya memikirkan
Tuhan. :$ Beberapa temen saya yang saya ceritain ketawa tapi saya
ngga ketawa …
Guys,
saya ce yang bolak balik bilang dan menulis bahwa ce tidak butuh co
untuk bahagia, yang bener-bener ce butuhkan adalah Tuhan (sampai
sekarang saya masih berpendapat seperti itu!) jadinya saya sempet
merasa, “Aduh kenapa gue begini?!?!!?”
Hiks.
Satu
bagian dari Passion and Purity menggambarkan dengan tepat apa yang
saya pikirkan
”I
was not strong in myself. If I had never known that before-but of
courser I had- I became acutely conscious of it through loving and
missing and desperately needing Jim. It
was a kind of weakness that surprised and humiliated me.
"Diriku tidak kuat. Jika aku tahu sebelumnya (iya tentu saya
tahu). Saya menjadi sadar tentang itu saat saya mencintai, kangen,
dan benar-benar membutuhkan Jim (suaminya). Itu
adalah semacam kelemahan yang mengejutkan dan sekaligus memalukan
aku. Kenapa aku sampai butuh dia?
Why
should I need him? *huaaa setuju sekali madam!!*
Got
along without him before I met him, gonna get along without him
now.”
Dulu saya tidak apa-apa tanpa dia sebelum ketemu dia. Jadi saya
seharusnya tidak apa-apa tanpa dia sekarang.
Heeemm
perasaan saya persis kayak gitu. Ngapain gue mikirin org ini? Muke
gileee. Gue dah idup cukup bahagia selama 22 taon tanpa saya tau orang ini exist di dunia ini. 22 taon
en saya baik-baik saja!! Kenapa
sekarang begini ... hiks huaaaa ... :S
Kalimat
berikutnya dari bagian di atas
”When
there is real weakness, especially of the kind that surprises and
humiliates us, it’s our
OPPORTUNITY
to learn what Paul had to learn through his ’thorn’: the grace
of God is all we need for “… power comes to its full strength in
weakness …”
…
Ketika
ada kelemahan yang sesungguhnya, terutama yang mengejutkan dan
memalukan kita, itu adalah kesempatan untuk belajar apa yang Paulus
pelajari dari 'duri dalam dagingnya'. Anugrah dari Tuhan adalah
satu-satunya yang kita butuhkan. Kekuatan yang penuh datang dalam
kelemahan.
Tuhan
dengan begitu baik dan murah hatinya kembali berbicara lewat sate
saya keesokkan harinya. Dari
Lukas 15. 1 pasal yang udeh teramat sangat tidak asing lagi, pasal
tentang perumpamaan domba yang hilang, dirham yang hilang, anak yang
hilang. Tadinya pas baca sempet males. ”Ya elah Tuhan, ini mah
udeh hapal ceritanye!!”
Tapi
itu hebatnya Firman Tuhan, ketika saya dateng dengan membawa
pergumulan, lewat pasal yang udeh rasanye ampe ’eneg bacanye,
sangking keseringan’ Tuhan tetap bukakan hal yang baru.
Pesan
yang Tuhan ungkapkan sederhana tapi sangat jelas dan menguatkan
saya.
”Nik,
Aku datang untuk siapa?”
”Orang
berdosa.”
Tiba-tiba
Roh Kudus membuat saya mengerti. Tuhan Yesus datang untuk
orang-orang seperti saya ... yang berdosa, punya kelemahan-kelemahan
yang memalukan, tersesat, gagal, bodoh, tolol.
Tuhan
tidak datang untuk orang-orang ’suci’.
Saya
rasanya ploooonggg banget. Tadinya saya merasa bersalah karena saya
kebanyakkan mikirin orang laen drpd mikirin Tuhan
:$ saya merasa ngga kudus, takut Tuhan marah. Jangan-jangan
ntar ngga dianggep anak lagii ...
Tapi
saya salah. Tuhan justru dateng untuk orang-orang berdosa!! Yang
Tuhan cari justru orang-orang yang lemah, yang tidak mampu
mengendalikan pikiran, yang mudah gagal, yang tidak bisa mengatasi
kebiasaan buruk, yang gampang tergoda. Orang-orang seperti itulah
yang Tuhan cari ...
Guys,
setiap orang punya kelemahan. Mungkin kelemahan kalian berbeda
dengan kelemahan saya. Ketika kita sadar bahwa diri kita begitu
bobrok, begitu lemah, begitu tidak berdaya, jangan kita merasa malu
justru menyembunyikan kelemahan kita.
Sebaliknya
guys, saat-saat dimana kita hancur, remuk, tidak berdaya justru saat
yang paling indah ... kenapa??
Karena
ketika kita mengakui ketidak berdayaan kita itulah, tangan Tuhan
bekerja dengan begitu luar biasa! Ketika kita tidak mampu, itu
adalah saat mukjizat Tuhan terjadi. Keajaiban kasih karunia Tuhan
tidak muncul ketika semua baik-baik saja ... God’s miracles muncul justru di tengah masalah dan konflik.
2
hal yang harus kita ingat.
-
Tuhan datang untuk menyelamatkan orang berdosa. Kalau
anda berdosa ... SELAMAT!! Anda orang yang dicari oleh Tuhan! :)
-
Justru lewat
kelemahan-kelemahan kita, kuasa Tuhan itu nyata. Bagaimana membuat
kuasa Tuhan nyata lewat kelemahan kita? Akui kelemahan kita di
hadapan Tuhan. Setelah kita akui, kita serahkan dan lakukan apa yang
Tuhan perintahkan. Kita akan melihat kemuliaan Tuhan nyata atas
hidup kita.
”I
can do all thing through Him who gave me strength” Paulus,
Phil 4:13
For my loneliness Lord – Your strength
For my temptation to self-pity, Lord- Your strength
… - Your Strength
Elisabeth Elliot
Jakarta, 11 November 2007
|