Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 943 kali
Rp 40.000,-
Buku ini berkisah tentang pengalaman Grace suryani selama studi di Cina. Ia studi bahasa Mandarin di sana. 

Selama di sana, Grace mengalami banyak hal, suka-duka datang silih berganti. Permasalahan terjadi ketika dia harus mengalami masa-masa penyesuaian dengan teman, sekolah, ataupun gaya hidup di sana. 

Persoalan demi persoalan menyertainya selama studi untuk membuat-Nya semakin mengenal Tuhan dan rencana-Nya. Tuhan banyak membentuk wataknya melalu teman, peristiwa, dan apa pun yang bersentuhan dengannya setiap hari.







Akhirnya … Buku Ketiga Datang Juga!
Oleh: Grace Suryani


Hehehe. Yah saya rasa judulnya sudah cukup memberi gambaran akan isi tulisan ini. :p Akhirnya buku ketiga terbit juga. Judulnya “Tuhan Mengapa Aku Harus ke China?”. Perjalanan ‘mengandung’ dan ‘melahirkan’ buku ini mungkin yang terlama dibanding dengan buku-buku yang sebelumnya.

Proses mengandungnya itu 3 tahun. :p Gile kalo bayi beneran dah dipaksa Ceaser kali gue. Wakkaka. Dari awal saya sudah tau bahwa one day saya akan nulis tentang pengalaman perjalanan saya di China. Saya sudah menyimpan benih-benih yang akan ditulis.

Proses melahirkannya tidak kalah seru … Pertama kali back for good, saya stress. Abis jobless … no income!! Huaaaa. Trus sempet jadi guru pengganti selama 3 minggu yang membuat saya luar biasa sibuk. But setelah itu, Tuhan kasih kesempatan untuk saya break en kembali menulis. Proses melahirkannya dibantu oleh banyak ahli, rekan-rekan di Gloria. *Yang tentunya lebih pusink daripada saya hehehe.* Soal cover yang akhirnya digambar sendiri :O, lay out delele.

Untungnya selama proses mengandung sampe melahirkan en buku itu tiba di tangan saya, Bapak dari buku saya tidak ongkang-ongkang kaki. Dia mendampingi saya terus. Dalam proses pergulatan, proses editing, yang dibuat di sela-sela masukkin raport mid semester :S, Dia selalu ada. He’s really a perfect Husband. :)

Ketika buku itu pertama kali sampai ke tangan saya. Saya kaget … tebel sekali!! Ini baby paling bongsor dibandingkan dengan kakak-kakaknya! Pikiran pertama saya langsung, waduhhh … ini harganya pasti mahal! Ngga mungkin buku setebal ini dijual 15 ribu!! Yang muncul pertama adalah kekuatiran. Mateng kon, ada yang mau beli kah?? Di tengah situasi ekonomi yang begitu tidak menentu, semua ongkos naek, termasuk ongkos KWK hiks huh u hu … Ada yang mau beli kah? Hati saya sempat ketar ketir.

Tapi lagi-lagi … Bapaknya anak-anak memang yang paling baik. Keesokkan paginya, ketika saya lagi saat teduh, hari itu dari Mazmur 71. Pas baca ayat-ayat itu, entah kenapa saya merasa ayat-ayat ini begitu familiar. Tiba-tiba saya baru ‘ngeh’, ini ayat yang pertama kali saya dapet sebelum saya mulai proses penulisan buku ini.

“I’ll write the book on Your righteousness, talk up Your salvation the livelong day. Never run out of good things to write or say” Psalms 71, The Message

Hehehe. Saya cuman nyengar-nyengir sendiri. Saya inget ketika saya menulis buku ini, saya tau buku ini jauh dari sempurna, tapi ini buku yang saya tulis dengan cinta. Menandai perjalanan cinta saya dengan Bapa. Dari segi teknis penulisan, pemilihan kata, saya masih harus banyak belajar. Saya berharap bisa makin baik lagi di buku keempat, kelima, dstnya. *Ssstt … saya tidak berencana KB untuk anak-anak yang satu ini. :p*

Tuhan,

Terimalah persembahanku. Tanda cinta dan ucapan terima kasih untuk 3 tahun yang luar biasa … Masih menanti tahun-tahun luar biasa yang akan dan sedang aku jalani.

Jakarta, 2 Juni 2008