Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 1253 kali
Rp 40.000,-
Buku ini berkisah tentang pengalaman Grace suryani selama studi di Cina. Ia studi bahasa Mandarin di sana. 

Selama di sana, Grace mengalami banyak hal, suka-duka datang silih berganti. Permasalahan terjadi ketika dia harus mengalami masa-masa penyesuaian dengan teman, sekolah, ataupun gaya hidup di sana. 

Persoalan demi persoalan menyertainya selama studi untuk membuat-Nya semakin mengenal Tuhan dan rencana-Nya. Tuhan banyak membentuk wataknya melalu teman, peristiwa, dan apa pun yang bersentuhan dengannya setiap hari.







Teologi Bahagia
Oleh: Grace Suryani


Guys, pernah dengar kalimat seperti ini, "Tuhan ingin kamu bahagia!". "Tuhan ingin kamu menikmati hidupmu!" Mungkin sering. Kalimat tadi tidak salah, KALAU kita punya konsep ‘bahagia’ yang sama dengan Tuhan. :p

Kemaren malam, saya ngeluh (lagi) sama mama saya. Saya bilang, saya ngga yakin ngajar jadi guru itu benar-benar panggilan saya. Kenapa? Habis saya malasnya luar biasa kalau ada undangan rapat, pembinaan, seminar … duh!! Sempet terpikir, apa saya ini sombong banget sampe ngga mau dibina?! @#$%%$ Cuman asli guys, males bangeeett. Yah setelah ngobrol-ngobrol sih nyokap ada bilang mungkin itu karena hari-hari senin-jumat dah sibuk ngurusin kerjaan, hari Sabtu-Minggu pengennya istirahat. Iya juga sih, saya biasanya cuman punya waktu buat nulis itu hari Sabtu. Hari Sabtu biasanya sekali bisa nulis, saya langsung nulis 2-3 artikel (luapan dari 1 minggu!). Nah karena saya tidak suka rapat, pembinaan, pelatihan, karena hal-hal itu membuat saya tidak ‘enjoy’, tidak ‘bahagia’, jadilah saya berpikir, erhm kayaknya saya salah deh. Mestinya ngga jadi guru. Hehehe. Kalau panggilan saya emank guru ngga semestinya gue menderita seperti ini! hu hu huuuu …

Tadi pagi ketika saya baru bangun tidur, langsung di-smack down sama Tuhan. "Tujuan kamu hidup bukan hidup bahagia tetapi menjadi serupa dengan Kristus." :S hiks. En dapet 2 ayat sekaligus dari Mazmur 119.

"Sebelum aku tertindas, aku menyimpang. Tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu", Maz 119:67.

"Bahwa aku tertindas itu baik bagiku supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu." Maz 119:71.

Huaaaa!!!!

Ayat-ayat yang tidak ‘enak’. Tapi saya tau itu yang benar. Seringkali kita dinina bobokan, dengan pernyataan Tuhan mau kamu menikmati hidup!! Ya, kalau kita benar-benar taat pada Firman Tuhan, kita akan menikmati hidup. Contohnya: Firman Tuhan bilang, jangan kuatir. Kalau kita tidak kuatir, hidup kita lebih indah kan?!?! :p Firman Tuhan bilang, jangan berbohong. Kalau kita tidak bohong, kita tidak perlu ketakutan orang akan menemukan kebohongan kita kan? Firman Tuhan bilang, hormati ayah dan ibumu, kalau kita menghormati mereka, kita akan punya hubungan yang baik keluarga yang harmonis, bukankah artinya hidup kita bahagia? :)

Ini memang keliatannya berlawanan, tapi coba pikirkan baik-baik.

Tuhan ingin kita bahagia dan menikmati hidup. Tuhan tau kita baru akan benar-benar bahagia dan menikmati hidup kita, persekutuan yang indah dengan Tuhan HANYA JIKA KITA TAAT 100% pada Firman-Nya. Dan … ketaatan terhadap Firman biasanya tidak enak bagi daging kita. Jadi, silahkan pilih, apakah kita mau kebahagiaan yang ‘semu’, atau yang asli?

Guys dimana-mana barang asli harganya lebih mahal dari yang bajakan. :p

Tuhan, aku mau yang asli bukan yang bajakan.

Jakarta, 16 Maret 2008