|
Teologi Bahagia
Oleh: Grace Suryani
Guys,
pernah dengar kalimat seperti ini, "Tuhan ingin kamu
bahagia!". "Tuhan ingin kamu menikmati hidupmu!"
Mungkin sering. Kalimat tadi tidak salah, KALAU kita punya konsep
‘bahagia’ yang sama dengan Tuhan. :p
Kemaren malam, saya ngeluh (lagi) sama mama
saya. Saya bilang, saya ngga yakin ngajar jadi guru itu benar-benar
panggilan saya. Kenapa? Habis saya malasnya luar biasa kalau ada
undangan rapat, pembinaan, seminar … duh!! Sempet terpikir, apa
saya ini sombong banget sampe ngga mau dibina?! @#$%%$ Cuman asli
guys, males bangeeett. Yah setelah ngobrol-ngobrol sih nyokap ada
bilang mungkin itu karena hari-hari senin-jumat dah sibuk ngurusin
kerjaan, hari Sabtu-Minggu pengennya istirahat. Iya juga sih, saya
biasanya cuman punya waktu buat nulis itu hari Sabtu. Hari Sabtu
biasanya sekali bisa nulis, saya langsung nulis 2-3 artikel (luapan
dari 1 minggu!). Nah karena saya tidak suka rapat, pembinaan,
pelatihan, karena hal-hal itu membuat saya tidak ‘enjoy’, tidak
‘bahagia’, jadilah saya berpikir, erhm kayaknya saya salah deh.
Mestinya ngga jadi guru. Hehehe. Kalau panggilan saya emank guru
ngga semestinya gue menderita seperti ini! hu hu huuuu …
Tadi pagi ketika saya baru bangun tidur,
langsung di-smack down sama Tuhan. "Tujuan kamu hidup bukan
hidup bahagia tetapi menjadi serupa dengan Kristus." :S hiks.
En dapet 2 ayat sekaligus dari Mazmur 119.
"Sebelum aku tertindas,
aku menyimpang. Tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu",
Maz 119:67.
"Bahwa aku tertindas itu
baik bagiku supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu." Maz
119:71.
Huaaaa!!!!
Ayat-ayat yang tidak ‘enak’. Tapi saya tau
itu yang benar. Seringkali kita dinina bobokan, dengan pernyataan
Tuhan mau kamu menikmati hidup!! Ya, kalau kita benar-benar taat
pada Firman Tuhan, kita akan menikmati hidup. Contohnya: Firman
Tuhan bilang, jangan kuatir. Kalau kita tidak kuatir, hidup kita
lebih indah kan?!?! :p Firman Tuhan bilang, jangan berbohong. Kalau
kita tidak bohong, kita tidak perlu ketakutan orang akan menemukan
kebohongan kita kan? Firman Tuhan bilang, hormati ayah dan ibumu,
kalau kita menghormati mereka, kita akan punya hubungan yang baik
keluarga yang harmonis, bukankah artinya hidup kita bahagia? :)
Ini memang keliatannya berlawanan, tapi coba
pikirkan baik-baik.
Tuhan ingin kita bahagia dan menikmati hidup.
Tuhan tau kita baru akan benar-benar bahagia dan menikmati hidup
kita, persekutuan yang indah dengan Tuhan HANYA JIKA KITA TAAT 100%
pada Firman-Nya. Dan … ketaatan terhadap Firman biasanya tidak
enak bagi daging kita. Jadi, silahkan pilih, apakah kita mau
kebahagiaan yang ‘semu’, atau yang asli?
Guys dimana-mana barang asli harganya lebih
mahal dari yang bajakan. :p
Tuhan, aku mau yang asli bukan yang bajakan.
Jakarta, 16 Maret 2008
|