Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 







Mau Jadi Cantik Ah!
Oleh: Grace Suryani 

“Guys, just imagine that God has it in His mind to bring into your life someday a precious and lovely wife who will make your heart skip a beat every time you look at her”

kalimat di atas saya kutip dari buku ‘when God writes you love story” karangan Eric dan Leslie Ludy. Pas saya baca, saya pikir ‘waow’ en ngga cumin ‘waow’ tapi WAOW!! Gimana caranya supaya bisa begitu yah!

Otak saya berpikir dan hati saya melonjak. Saya langsung mikir, ‘waow, gimana caranya bisa kayak begitu?! Gimana caranya supaya saya bisa bikin hati my future husband bergetar tiap kali dia liat saya? Bukan bergetar karena takut saya omelin (hehehe, saya emank galak banget!) but bergetar karena seneng donk!

Dan ketika hati saya sibuk berpikir, saya ingat kalimat di salah satu kaset khotbah Paul G Caram. ‘Di dalam hubungan kita dengan Tuhan kita harus bersikap seperti seorang wanita yang berusaha menarik hati seorang pria yang dikasihinya’ en saya tersentak. Sebagai ce, saya tau di dalam diri saya secara otomatis itu ada dorongan buat keliatan menarik di hadapan co (apalagi kalau gue suka ama itu co! kagak usah ngomong dah. segala cara buat bikin dia bertekuk lutut di hadapan saya, I will do that! Hehehe). Saya tersentak. Kenapa saya ngga merasakan gairah yang sama dengan Tuhan?!

Kenapa keinginan saya utk keliatan cantik di hadapan Tuhan jauh lebih rendah daripada keinginan saya utk cantik di hadapan co?!?! kenapa keinginan saya untuk menarik di hadapan Tuhan itu rendah sekali?!?!

Saya kembali diingatkan akan komitmen saya selama 1 thn utk ngga berusaha narik perhatian co manapun en memusatkan hati saya ama Tuhan. Saya lalu mikir, apakah selama saya jalanin komitmen saya, saya udeh bener2 memusatkan hati sama Tuhan or saya masih flirting kanan kiri?

En jawaban, saya masih belon sungguh2 dalam komitmen saya.

Seorang teman saya yang pernah ambil komtimen yang sama ama saya, bilang gini, “grace, komitmen ituadalah sebuah keputusan, bukan berjalan dengan perasaan”

Deg!!

Saya sadar selama ini beberapa kali saya mengkompromikan komitmen saya. saya punya 1 kelemahan yang cukup fatal. Suka ingkar janji. Temen2 saya di China beberapa kali sempet komplain. ‘grace elu kok suka berubah-ubah sih! Sekarang bilang A, besok bilang B’. harus saya akui, saya sering begitu en tanpa saya sadari itu melukai hati teman-teman saya.

Begitu juga halnya dengan komitmen saya dgn Tuhan. sering banget komitmen saya itu berubah ketika perasaan saya berubah. Contoh simple, tadinya saya udeh janji ngga telpon si A, tapi karena saya ngebet mau telpon itu co, akhirnya saya kompromi dengan hati saya. ngga papa-lah. En itu kejadian berulang kali.

Ketika saya ngetik kata2 ini, saya baru sadar … Tuhan pun terluka dengan sikap saya. teman2 saya terluka ketika saya batalin janji, apalagi Tuhan?! Guys, saya ngerasa ketika saya batalin janji, terkadang itu karena saya ngga menganggap mereka penting. Demikian juga dengan komitmen saya dgn Tuhan, seringkali saya memandang rendah janji2 yang saya bikin dengan Tuhan. dan saya ngga pernah peduli, apakah Ia sakit … apakah Ia TERLUKA dengan itu semua … apakah Ia menangis?! Saya rasa IYA.

Ia begitu setia. Tapi saya tidak setia. Saya seenaknya mengucapkan janji-janji, dan ketika perasaan saya berubah dengan cepat saya melupakan komitmen saya. Guys, kalau Tuhan masih mengasihi seseorang yang seperti saya … itu betul2 cuman karena kasih karunia. Saya ngga layak menerima kasih sebesar …



Dearest JC,

Aku tau aku terlalu sering mengecewakan. Aku lebih tertarik menjadi cantik di hadapan manusia daripada di hadapan-Mu. Aku memfokuskan seluruh hati dan perasaanku pada manusia dan bukan pada Engkau. Aku lebih ingin membuat hati my future husband berdebar daripada menyenangkan-Mu.

Padahal Tuhan, aku tau. Aku ngga akan bisa sungguh2 mengasihi seseorang tanpa terlebih dahulu aku sungguh2 mengasihi-Mu. Ampuni aku yang tau banyak, tapi sedikit melakukan …

Tuhan aku mau ubah fokusku. Aku ingin tiap kali Engkau melihatku, hati-Mu melonjak kegirangan, karena aku menyenangkan hati-Mu. Aku ingin ketika Engkau melihatku, Engkau bisa tersenyum dan bukan menangis. Aku ingin Kau tertawa dan bukan kecewa …

Tuhan aku mau membuat Engkau penting, membuat Kau nomor 1. Tuhan, uji aku. Aku ngga mau hanya ngomong yang manis tapi ngga melakukan itu. Ujilah aku Tuhan. kalau aku salah, tegor aku. Kalau aku menyimpang, hajar aku.

Ps. Tuhan, aku tau Kau berikan kesempatan kedua utk-ku. Waktu itu aku gagal, but sekarang aku ngga mau gagal lagi! Aku ngga akan telpon cowok itu, Tuhan!! sekalipun perasaanku berubah, tapi aku memegang komitmenku. Aku mau belajar dari Engkau, Engkau Allah yang memegang janji, dan aku juga mau seperti Engkau! Aku mau jadi cantik di hadapan-Mu.

China, 21 Juli 2004