Gloria Cyber Ministries

-->
  • PDF

PASRAH DALAM GENDONGAN SANG WAKTU

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 18 April 2009 14:21
  • Ditulis oleh Krismariana
  • Sudah dibaca: 165 kali
Bagi saya, waktu adalah sebuah perjalanan linier. Selalu maju dan tak pernah berjalan mundur. Kalau pun toh ingin mengulang suatu kejadian, pastilah ada sisi-sisi yang baru. 

Belakangan ini waktu terasa lambat sekali jalannya. Entah mengapa saya merasakan hal itu. Mungkin karena melihat beberapa teman sudah "berjalan melampaui saya." Ada yang melanjutkan kuliah ke luar negeri, ada yang bekerja di perusahaanbesar dengan karir yang menjanjikan, ada pula yang sudah menikah dan punya anak. Sementara saya? Saya masih begini-begini saja. Belum banyak yang saya raih dan kerjakan.

Melihat hal itu, rasa-rasanya saya ingin berlari sekuat tenaga. Aku ingin melampaui waktu. Aku ingin berkuasa atas waktu. Jadi kalau saat ini saya ingin jadi ratu, cling ...! Saya akan langsung berada di sebuah istana dengan dayang-dayang yang siap melayani saya. Atau kalau saat ini saya ingin jadi jutawan, saya akan akan langsung berada di sebuah gudang uang dan saya dapat membeli barang-barang yang saya inginkan.

Namun waktu tetap berjalan dengan kecepatan biasa. Perjalanannya menunjukkan adanya suatu proses. Suatu proses yang tak terbeli. Ada kejadian-kejadian kecil yang menyelimuti kita yang akhirnya membentuk kita pada suatu wujud tertentu. 

Kita tak pernah tahu kemana waktu akan membawa diri kita. Pernah saya bertanya pada sang waktu, "Waktu, besok kita kemana?" Tapi jawabannya tak kunjung tiba. Seolah telinganya tuli dan ia menyibukkan diri dengan langkahnya yang pelan namun pasti. Ketidaksabaran yang meletup-letup dalam hati saya akhirnya redam begitu saja. Saya pasrah dalam gendongan sang waktu. 

Kini waktu pun terus berjalan. Dan saya masih tak kuasa mengajaknya berlari kencang agar saya bisa "segera sampai pada cita-cita dan harapan saya." "Kita kemana waktu," saya bertanya lagi. Tapi ia masih diam. Dalam kediamannya ia seolah-olah berbisik ... "Sudah, ikut saja. Kau diam-diam saja dalam gendonganku. Jangan rewel! Tapi teruslah berbuat baik. Nanti perbuatanmu itu akan kau petik sendiri hasilnya di saat yang tepat."
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
fitri  - benar sekali   |182.1.157.xxx |28-07-2010 21:49:06
betul2... tidak ada yg bisa berkuasa atas waktu... tidak ada yg dapat
dilakukan...
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."