• PDF

Penyertaan Allah

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 27 April 2009 23:19
  • Ditulis oleh Manati I. Zega
  • Sudah dibaca: 1534 kali
Imanuel, Allah beserta kita. Ungkapan ini merupakan janji-Nya kepada umat-Nya, anak-anak pilihan-Nya. Tetapi, sebagai anak-anak Tuhan seringkali bertanya, jikalau Tuhan memang menyertai kita, mengapa tetap saja dirongrong oleh kesulitan-kesulitan. Bukanlah seharusnya penyertaan Tuhan, Oknum yang Maha Kuasa, menjamin kedamaian dan ketentraman di dalam hidup kita? Bukankah seharusnya penyertaan Tuhan, Pencipta alam semesta  dan segala isinya, menjamin hidup yang tidak berkekurangan? Bukankah seharusnya penyertaan Tuhan, sumber kasih dan selamat, menjamin hidup sehat dan bahagia? Tetapi kenyataannya, banyak orang Kristen tidak terlepas dari ketakutan, kekurangan, sakit penyakit, kekecewaaan, percekcokan, pertengkaran, dan lain sebagainya. Seolah olah tidak ada bedanya dengan yang tidak mengenal Tuhan. Bahkan kadangkala keadaan mereka yang di luar sana kelihatannya jauh lebih baik.

Keadaan seperti itu, dialami oleh bangsa Israel, sebagai bangsa pilihan Tuhan. Pada waktu mereka berada dalam kesesakan, di bawah penindasan raja Firaun di tanah perantauan Mesir, mereka berseru kepada Yahweh, Allah nenek moyang mereka, yang juga adalah Allah kita. Allah mendengar seruan mereka dan mengutus Musa untuk membawa mereka keluar dari Mesir. Dengan susah payah melalui mujizat yang sungguh hebat, mereka akhirnya berhasil keluar dari Mesir dengan pimpinan tangan-Nya menuju ke tanah perjanjian. 

Namun meskipun Allah telah berjanji akan menyertai mereka sampai di tanah perjanjian, mereka tidak luput dari berbagai kesulitan hidup, yang kemudian menimbulkan ketidak percayaan mereka terhadap janji serta penyertaan Tuhan dan pada akhirnya mengakibatkan mereka harus mengembara di padang gurun selama 40 tahun. Sesungguhnya kesulitan yang mereka temui selama pengembaraannya itu Tuhan berikan untuk mengajar mereka bersandar penuh akan penyertaan kasih-Nya.

Kitapun dapat belajar mengenai penyertaan Tuhan melalui pengalaman umat Israel, salah satunya melalui pengalaman di Masa dan Elim yang tertulis dalam Kitab Keluaran 15:22-27. Melalui pengalaman mereka tersebut, kita dapat belajar beberapa hal mengenai penyertaan Tuhan.

Pertama, Penyertaan Tuhan  bukan berarti  hidup terbebas dari masalah (Kel 15:22-24).
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, bangsa Israel menghadapi peristiwa yang kontras. Baru saja mereka dilepaskan dari penjajahan Mesir, bahkan melewati laut Teberau yang terbelah. Tetapi sekarang mereka menghadapi persoalan  ketersediaan air. Selama tiga hari mereka berjalan di padang gurun Syur dengan tidak mendapatkan air dan setelah mereka sampai di Mara mereka mendapatkan air pahit. Dapatlah dibayangkan apa artinya air bagi mereka yang hidup di padang gurun.

Dalam keadaan tertentu, air akan lebih berharga dibandingkan emas.

Demikian juga dengan anak-anak Tuhan pada masa kini. Meskipun kita tetap setia mengikut Dia, melayani Dia, serta melakukan segala titah-Nya, kita tetap tidak terlepas dari masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan kita sehari hari, ada yang sepele, ada yang serius; ada yang ringan ada yang berat; ada yang bersangkutan dengan kesehatan atau dengan uang; masalah dalam keluarga dan masalah di tempat kerja; dengan teman atau tetangga, bahkan di dalam pelayanan Tuhanpun kita tidak luput masalah.

Tidak mengherankan jikalau ada orang yang menjadi mundur bahkan meninggalkan Tuhan karena sebelumnya "terlalu giat" melayani Tuhan dan setelah muncul masalah menjadi kecewa.

Kedua, Penyertaan Tuhan  berarti Tuhan hadir dalam hidup kita (Kel 15:25-26).
Pada waktu orang Israel bersungut-sungut karena air yang sangat dibutuhkannya, ternyata tidak dapat diminum. Musa berseru-seru kepada Tuhan dan Ia menyatakan penyertaan-Nya, kehadiran-Nya dengan menjadikan air pahit itu menjadi manis. Ini adalah mujizat. Kemudian Tuhan memberikan ketetapan-ketetapan dan peraturan kepada mereka untuk menyatakan penyertaan-Nya itu.

Tuhan hadir dalam hidup kita untuk mengajar, mendidik, menghibur, memberi kita kekuatan dan menolong kita melalui firman-Nya pada saat kita bersaat teduh, mendengarkan khotbah, berdoa dan sebagainya. Sesungguhnya firman Tuhan itu sumber kekuatan kita. 

Banyak orang dunia yang menjadi terganggu jiwanya dan bahkan sampai berani menghabisi nyawanya sendiri karena tidak kuat menahan tekanan hidup di zaman yang sedang berkembang ini, di zaman kejahatan yang semakin merajalela, sampai anak kecilpun berani melakukan pembunuhan  karena tidak tahu kemana harus mencari perlindungan. Akhirnya, jiwa mereka terguncang dan tidak sedikit yang memilih mengakhirinya saja.

Tetapi seharusnya orang-orang Kristen mengetahui bahwa mereka tidak sendirian dalam menjalani kehidupan ini. Ada kuasa yang menyertai, melindungi, dan menghiburnya. Sehingga mereka tetap dapat bersukacita walaupun menghadapi sakit penyakit yang fatal, meskipun mereka diperlakukan dengan tidak adil, meskipun masa depan mereka di mata dunia hanyalah bayang-bayang gelap dan meskipun kejahatan mengelilinginya.

Namun, penyertaan Tuhan juga adakalanya tidak dapat dirasakan oleh sebagian anak-anak Tuhan. Itu disebabkan karena tidak mau mendengarkan firman-Nya, menutup hati terhadap ajaran-Nya, tidak mau menurut didikan-Nya. Berapa banyak anak Tuhan yang menderita dalam rumah tangganya karena  ia telah mengabaikan nasehat firman Tuhan  untuk tidak menikah dengan orang yang tidak seiman?  Berapa banyak anak Tuhan yang tidak dapat merasakan damai sejahtera dalam hidupnya karena ia lebih mengutamakan harta daripada Tuhan? Dan, masih banyak contoh lain dalam realita dunia ini.

Ketiga, Penyertaan Tuhan berarti Allah telah menyediakan jalan keluar  (Kel 15:27)
Dari Mara Tuhan memimpin umat Israel ke Elim, tempat yang berlimpah dengan air dan pohon korma. Di Elim ini mereka dapat beristirahat dengan tenang. 

Memang hidup ini tidak terpisahkan  dari kesesakan-kesesakan, tetapi Tuhan yang menyertai kita telah menyediakan jalan ke luar. Yang harus kita lakukan adalah berserah sepenuhnya kepada-Nya,  mengingat janji-Nya bahwa Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan kita (I Kor 10:13) dan segala hajaran-Nya untuk kebaikan kita juga  (Ibrani 12:10).

Marilah kita membawa seluruh kesusahan kita kepada-Nya, karena Ia, sumber berkat akan memberikan kelepasan.

Dari perjalan hidup umat Israel tersebut dapatlah disimpulkan bahwa penyertaan Tuhan bukan berarti umat-Nya selalu bebas dari persoalan tetapi penyertaan Tuhan berarti Dia selalu hadir dalam hidup umat-Nya dan siap sedia memberikan jalan keluar dalam setiap persoalan kita. 

Berserahlah kepada-Nya, menengadahlah dan lihat tangan berlubang paku akan melawat kita. 

Solo, 14 Oktober 2002
Manati I Zega
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Yoel Wenda  - Mantap     |114.79.19.xxx |31-12-2011 16:22:02
Lewat tulisan-tulisan saya sangat di berkati. Tetap maju terus ya....JBU
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."