• PDF

Aku, Bersyukur…

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 26 Oktober 2009 14:24
  • Ditulis oleh Nathanael Channing
  • Sudah dibaca: 1706 kali

Mana yang lebih banyak dijalani,… bersyukur atau mengomel? Berterima kasih atau sambatan? Bersukacita atau mengeluh? Coba renungkan sejenak.. Dalam satu hari atau satu Minggu yang lalu, banyak yang mana? Tentu, bisa mudah dijawab dan juga bisa rumit…. Ada orang yang mengatakan, tergantung orangnya! Jika saya orang yang optimis dan periang, walaupun keadaannya susah payah, lalu bertemu dengan orang-orang yang meremehkan, merendahkan, mengejek… dan sebagainya… saya cuek saja… dan tetap enjoy… hidup itu harus dijalani dengan enjoy… tiap orang mempunyai kesusahannya masing-masing… dan memang hidup ini susah, tidak perlu disangkal dan dipungkiri. Semua harus dijalani dan dihadapi dengan hati yang penuh sukacita… jangan menambah susah lagi! Hidup sudah susah dijalani dengan susah, maka tambah susah! Lebih baik hidup susah dijalani dengan penuh sukacita, maka susahnya pasti akan berkurang. Yaa, itu tipe orang yang optimis dan periang! Berbeda dengan orang yang pesimis dan pemurung! Walaupun keadaannya mapan, enak dan berkecukupan, dia tetap saja menampilkan diri sebagai orang yang selalu kuatir, takut, selalu merasa cemas. Tidak ada sukacita dalam hidupnya; dia merasa lebih aman kalau bertemu dengan orang lain selalu sambatan, mengeluh dan membagikan rasa kuatirnya. Jadi masalah bersyukur, berterima kasih, selalu bersuka cita, itu sangat tergantung dengan kepribadian masing-masing orang, di mana setiap orang sudah membawa temperamennya masing-masing. Apakah memang demikian? Apa yang dimaksudkan hidup penuh syukur itu?

Paulus mengatakan kepada Timotius, anaknya yang dikasihinya: “Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku…” 1 Tim.1:12. Apa yang dimaksudkan oleh Paulus “aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku…” Jelas syukur di sini adalah syukur yang keluar dari hati yang terdalam! Syukur yang karena mempunyai pengalaman hidup bersama dengan Tuhan secara nyata; bukan ceritera atau menurut kata orang. Tetapi Paulus mempunyai pengalaman sendiri bersama dengan Tuhan yang menguatkan dia. Dalam seluruh pelayanannya baik suka maupun duka, senang ataupun kesusahan, sehat maupun kesakitan, semua itu benar-benar dirasakan dan dialami, karena kekuatan Tuhan saja. Maka dia sungguh bersyukur. Syukur yang keluar dari hati yang mendapatkan kekuatan untuk menjalani kehidupan dengan tegar! Maka syukur yang demikian adalah syukur yang berlaku untuk semua orang dengan segala karakter, temperamen dan sifat apapun. Semua orang bisa menjalani hidup dengan rasa syukur, karena hanya dengan kekuatan Tuhan saja yang terjadi. Amin.

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Anonymous  - Selalu Bersyukurlah!!..   |114.125.155.xxx |27-10-2009 16:21:11
Amen..
GOD BLESS YOU ALL..
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."