Aku, Tidak Bisa Bicara!
Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." Kel. 4:10 Apa yang ada di benak kita ketika kita membaca bagian ini? Apa kita bisa memberi komentar terhadap Musa, itu orang yang bagaimana?
Tentunya kita dapat memberikan komentar dan menilai bagaimana Musa itu! Bahkan kita bisa menjabarkan panjang lebar tentang pribadi Musa, kelemahan dan ketakutan Musa, atau karena tidak pengalaman atau memang tidak mau diajak melayani, dan sebagainya. Namun, kalau kita mau duduk dan merenung sejenak, maka sebenarnya kita ini tidak berbeda jauh, atau bahkan melebihi Musa! Banyak kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk melayani dan mengasihi DIA. Banyak sarana yang Tuhan tawarkan dalam hidup kita, agar kita bisa melayani DIA. Ada juga yang secara langsung kita diajak oleh orang lain, rekan dan sahabat kita untuk melayani Tuhan. Seperti Tuhan berkata kepada Musa: “Jadi sekarang pergilah AKU mengutus engkau”. Kej.3:10. Semua ajarakan baik secara langsung atau tidak, sebenarnya mempunyai nila yang sama ketika Tuhan berkata kepada Musa: “Sekarang pergilah AKU mengutus engkau”. Bukan besuk, bulan atau tahun depan, tetapi “sekarang”. Kebutuhan pelayanan bukan untuk hari esok, tetapi sekarang pergilah. Artinya, mulai hari ini, mulai saat AKU memanggil kamu, jangan ditunda lagi, karena AKU membutuhkan kamu sekarang juga! Maka mulailah Musa menghindar dengan berbagai seribu alasan, sampai akhirnya, alasan yang pasti Tuhan terima adalah “Aku tidak pandai berbicara”.
Sangat prinsip bagi Musa, karena utusan itu harus mampu berkomunikasi dengan baik. Dari alasan itu apakah Musa memang orang yang tidak pandai berbicara? Tidak jauh dari kita bukan? secara sederhana kalau kita tiba-tiba diminta memimpin berdoa di depan umum atau memimpin renungan singkat - bukankah secara spontan kita mengatakan “saya tidak bisa!” Atau ketika kita diminta untuk mengurus hal-hal yang bersifat rohani, reaksi apa yang muncul dalam pikiran kita? Padahal realita kita sehari-hari kita adalah seorang pemimpin di tempat kerja kita masing-masing. Kenyataan dalam pergaulan kita, sering kita menguasai seluruh percakapan dengan teman-teman kita, bahkan orang lain mengenal diri saya sebagai “orang bawel”. Namun, ketika panggilan pelayanan datang kepada kita, dengan mudah mengatakan “saya tidak pandai berbicara”, sema seperti Musa. Apa yang dilakukan Tuhan? DIA mengingatkan Musa, siapa yang membuat lidahmu? Dengan lain kata, secara prinsip Tuhan pasti memperlengkapi orang-orang yang mengatakan “Ya, ini aku, utuslah aku”. Jangan kuatir dengan kekurangan kita, karena DIA akan melengkapi kita. Amin. (NC).
Sangat prinsip bagi Musa, karena utusan itu harus mampu berkomunikasi dengan baik. Dari alasan itu apakah Musa memang orang yang tidak pandai berbicara? Tidak jauh dari kita bukan? secara sederhana kalau kita tiba-tiba diminta memimpin berdoa di depan umum atau memimpin renungan singkat - bukankah secara spontan kita mengatakan “saya tidak bisa!” Atau ketika kita diminta untuk mengurus hal-hal yang bersifat rohani, reaksi apa yang muncul dalam pikiran kita? Padahal realita kita sehari-hari kita adalah seorang pemimpin di tempat kerja kita masing-masing. Kenyataan dalam pergaulan kita, sering kita menguasai seluruh percakapan dengan teman-teman kita, bahkan orang lain mengenal diri saya sebagai “orang bawel”. Namun, ketika panggilan pelayanan datang kepada kita, dengan mudah mengatakan “saya tidak pandai berbicara”, sema seperti Musa. Apa yang dilakukan Tuhan? DIA mengingatkan Musa, siapa yang membuat lidahmu? Dengan lain kata, secara prinsip Tuhan pasti memperlengkapi orang-orang yang mengatakan “Ya, ini aku, utuslah aku”. Jangan kuatir dengan kekurangan kita, karena DIA akan melengkapi kita. Amin. (NC).
| Komentar-komentar |
|
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||



Setiap materi dalam situs ini boleh dipakai untuk pelayanan non-komersial, dengan mencantumkan: 


