• PDF

Berjalan Bersama Tuhan (Mazmur 121:1-8)

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 14:45
  • Ditulis oleh Saumiman Saud
  • Sudah dibaca: 3783 kali

Mazmur 121 ini merupakan "Nyanyian Ziarah". Salah satu Mazmur yang dipakai oleh para peziarah dalam perjalanan mendaki Gunung Sion selama pesta-pesta besar di Bait Suci. Hingga hari ini Mazmur ini juga dipakai sebagai mengawali sebuah perjalanan.

Dalam Mazmur sering disebutkan bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang hidup.

Ia Sempurna.

Kuasa-Nya dahsyat.

Kesucian-Nya teruji.

 

Kasih-Nya tak terukur.

Keadilan-Nya tak terkalahkan.

Di bagian lain Tuhan juga digambarkan sebagai Batu Karang yang Teguh. Menara pengharapan dan landasan yang kokoh. Inilah gambaran Tuhan kita. Bersyukurlah kita menyembah Tuhan yang demikian.

 

Tuhan juga Superior atas segalanya. Manusia tidak ada apa-apanya dihadapan-Nya. Tuhan tidak pernah gagal. Dia tidak pernah bersalah. Rencana-Nya Indah. Beda dengan manusia yang penuh dengan kesalahan. Apalagi kalau kita mencoba mencari-carinya, bisa bertubi-tubi dan bergudang-gudang. 

 

Pada saat akhir bulan seperti ini, Polisi sering mencari mangsa. Ketika kita melewari Free Way 880 South. Kemudian memotong Free Way 17, dan exit ke arah jalan San Tomas Epw, sering kali Polisi sudah menunggu di sana, sebab banyak pengendara mobil yang tanpa sadar masih mengendara dengan kecepatan tinggi. Apalagi perjalanannya seakan-akan seperti turun dari gunung. Pada saat itu Polisi banyak megedarkan tiket.

 

Teman saya yang kerja di perusahan Kartu Kredit juga pernah cerita bahwa dia tidak betah bekerja di sana , mengapa? Karena setiap hari pimpinannya meminta mereka memikirkan teknik menjebak nasabahnya. Dengan demikian keuntungan diharapkan dapat ditingkatkan khususnya dari  jebakan denda dan sebagainya.

 

Beda dengan Tuhan kita, Ia justru datang ke dunia ini MENGHAPUS segala kesalahan kita.  Sadarkah anda bahwa kita memiliki Tuhan yang luar biasa ini? Namun mengapa kadang-kala kita seakan-akan tidak mempedulikan-Nya? Mengapa kita mengabaikan-Nya?

 

Pemazmur sangat mengerti bahwa akan merupakan keuntungan besar bila kita memiliki Tuhan yang sempurna ini. Itu sebabnya di dalam Mazmur nomer 121 ini ia mengungkapkan pada kita bagaimana Tuhan yang sempurna itu? Apa saja yang dilakukan-Nya? Mazmur yang mengungkapkan pada kita bahwa Tuhan itu MENJAMIN seluruh perjalanan hidup kita.

 

1.     Tuhan sebagai Penjaga kita

     (The Lord Is your Keeper)

 

Tatkala Pemazmur melayangkan matanya ke arah bukit Sion selaku tempat yang dianggap Kudus, yakni bukit Tuhan, seperti yang tercatat di dalam Mazmur 3:5. Mereka percaya bahwa di sanalah bersemayam Tuhan sang Pencipta itu.  IA bertanya dari manakah Pertolongan itu?

 

Ayat 2 merupakan jawaban yang penuh pasti tentang Tuhan-Nya. Pemazmur ingin menyaksikan bahwa Tuhan-Nya beda dengan tuhan yang disembah oleh nabi Baal.  Dalam 1 Raja-raja 18:27,  pada waktu diadakan pertarungan antara Nabi Elia dengan nabi-nabi Baal, para nabi telah menari-nari capek dan lelah, namun api masih belum turun dari langit. Itu sebabnya Elia sempat mengenyek nabi Baal itu, katanya: "Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga."

 

Pemazmur hendak mengatakan bahwa Tuhan Allah yang dia sembah adalah Tuhan yang sepanjang sejarah terus-menerus memelihara. Ayat 4 muncul kata kembarnya yakni tidak terlelap dan tidak tertidur. Dengan demikian di sini ditegaskan lagi bahwa benar-benarlah Dialah  Tuhan yang tetap terjaga.

 

Tuhan yang sebagai penjaga manusia itu konsisten dan komitmennya melebihi  seorang ibu yang sedang menjaga anaknya.  Sering kali tatkala anaknya menangis ia langsung terjaga, namun tidak jarang karena capek seorang ibu juga tetap tidur terlelap walaupun anaknya menangis. Tahu-tahu sewaktu bangun anaknya sudah basah karena lupa diganti popoknya.

 

Suatu hari seorang penjaga malam menceritakan sebuah mimpi yang indah kepada tuannya. Ia mengatakan bahwa di dalam mimpinya sang tuan segera mendapat rejeki besar dan sukses. Sang tuan gembira sekali, dan benar hasil mimpinya dalam waktu yang singkat dia sukses besar. Penjaga malam itu diberikan hadiah, namun pada waktu yang sama juga ia diminta supaya berhenti bekerja. Kenapa? Karena ternyata pegawai ini tidak bertanggung-jawab. Tugasnya adalah sebagai penjaga malam, namun ia tidur dan bermimpi.

 

Tuhan kita adalah adalah Tuhan yang tidak pernah tertidur. Dengan demikian sudah tentu Ia memelihara kita sepanjang sejarah.  Ada hal yang sangat penting yang harus kita lakukan  karena Ia adalah Tuhan Allah yang tidak pernah tertidur.  Ia tahu segala sesuatu yang kita perbuat. Sadarkah bahwa apa saja yang kita lakukan secara langsung di bawah pemantauan Allah? Kalau di kantor, para bos memasang Kamera Tersembunyi di sana-sini, para pegawai tidak dapat berkutik. Mereka tidak berani ngobrol, chatting juga berhenti, apalagi ngemil-ngemil makanan. Kalau bos saja kita begitu takut, mengapa kita tidak takut pada Tuhan?

 

2.     Tuhan sebagai Penaung kita 

      (The Lord Is Your Shade)

 

Selain sebagai Penjaga, Tuhan juga sebagai Penaung kita. Tempat kita berteduh. Seperti tatkala panas terik matahari atau hujan deras terjadi,  lalu kita memiliki sebuah payung untuk tempat berteduh. Sungguh nyaman sekali.  Mazmur  37:23-24 " TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;  apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya"

 

Tuhan sebagai Naungan kita juga ibaratnya kita memiliki backing yang senantiasa menjaga kita. Yang perlu kita ingat adalah, walaupun Tuhan itu sebagai Penjaga dan Penaung,  bukan berarti bahaya di sana sini tidak pernah mengancam. Kalau ada pendeta yang mengajarkan bahwa orang percaya itu bebas dari bahaya dan ancaman, berarti itu pengajaran yang salah. Justru karena banyak bahaya yang mengancam maka kita memerlukan Penjaga dan Penaung (Pelindung) itu.

 

Ketika Komunis  menyerang Korea, mereka berusaha menghapus kekristenan. Dengan darah dingin mereka membunuh 500 orang pendeta dan membakar 2000 gereja. Banyak pendeta berusaha melarikan diri. Tetapi ada seorang pendeta yang mengambil keputusan untuk tetap melayani jemaatnya.

 

Pada siang hari ia bersembunyi di sebuah gua di lereng gunung, dan malam hari ia kembali ke kota melayani jemaatnya. Pada suatu malam dimusim dingin, terjadilah badai salju yang hebat sehingga ia kehilangan arah. Dengan sekuat tenaga ia mencari jalan menuju ke kota kecil itu, tetapi ia tetap saja kehilangan arah. Namun ketika malam sudah larut ia merasa kedinginan, lapar dan lelah. Tetapi ia maish belum dapat menemukan kota itu.

 

Pendeta itu kemudian berlutut dan berdoa. "Tuhan Yesus, hidup dan matiku ada di tangan-Mu, kuserahkan diriku ke tangan-Mu. Aku percaya pada janji-Mu untuk menjaga dan melindungiku. Aku tidak sanggup berbuat apa-apa selain berbaring di atas salju dan tidur".  Datanglah dan selimutilah aku, lindungilah aku sepanjang malam ini." Lalu ia pun tertidur.

 

Ketika paginya ia bangun ia merasa hangat dan enak. Dan tatkala ia mebuka matanya , ia melihat seekor macan  yang besar tidur bersamanya sepanjang malam. Pada saat itu ia penuh dengan Roh Tuhan dan kuasa janji Tuhan. Harimu yang besar itu seakan-akan menjadi seekor Kucing yang manis."

 

Ceritanya stop di sini. Yang menjadi pokok persoalannya adalah bukan bagaimana cara Allah melindungi umut-Nya, tetapi SIAPA ALLAH yang menjaga dan melindungi Umat-Nya. Dengan demikian kita dapat menyerhakan segala pengharapan kepad Allah kita.

 

Apa yang men jadi  backing anda hari ini? Apakah perusahaan tempat anda bekerja saat ini? Deposito anda di Bank?  Stock anda yang banyak itu? Semua itu akan berubah setiap saat.  Tetapi Allah, dalam Maleakhi 3:6  "Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah

 

3.     Tuhan sebagai Penjaga dan Penaung kita yang kekal (The Lord Is your  Keeper and Shade, yesterday, today , tomorrow and Forever)

 

Di dalam Alkitab kita dikatakan bahwa Tuhan Allah  akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan. Ia juga menjaga nyawamu. Dan bahkan Ia menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya.

The Lord will Protect you

The Lord will keep your soul

The Lord will Guard your going out and your coming in

From this time forth and Forevermore

 

            Pemazmur mengatakan bahwa sebagai Penjaga dan Penaung kita yang kekal, Tuhan Allah bukan hanya menjaga kita dari para musuh  yang hendak mencelakakan kita. Tetapi Ia juga menjaga kita   dari segala macam kesukaran dan problema hidup kita. Kalau kita percaya bahwa Allah kita itu sempurna, itu berati bahwa  segala rencana dan rancangannya sempurna. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk cemberut akan kejadian yang tidak menguntungkan.

 

            Tuhan Allah tidak pernah merancangkan kecelakaan bagi kita, namun tidak menutup kemungkinan besar kecelakaan itu terjadi dalam hidup kita. Itu artinya apa? Artinya kalaupun terjadi kecelakaan itu bukan dari Allah. Permasalahannya adalah Allah sering dijadikan "Kambing Hitam"   Allah sering dituduh. Kita sering memfitnah Allah.

 

            Rabi Harold Kushner menulis sebuah buku yang sangat laris tentang penderitaan , ia berikan judul "When Bad Thing Happen to Good People". Buku ini ditulis karena pengalaman pribadinya menyaksikan anak lelakinya yang bernama Harun berjuang melawan penyakit ketuaan yang dideritanya. Tubuhnya masih muda tetapi ia menjadi tua dalam waktu singkat, botak , keriput dan akhirnya meninggal dunia.

 

            Kushner menjelaskan bahwa ia telah belajar banyak tentang kasih Tuhan, namun ia mempertanyakan kuasa Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan itu baik, ia tidak suka melihat kita menderita, namun bagi Kusher sayangnya Tuhan itu tidak mempunayi kuasa yang cukup untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di dunia ini, terutama masalah yang dialami anaknya. Ia mengatakan bahwa jika kita mengharapkan Tuhan menolong kita keluar dari penderitaan, sepertinya terlalu banyak yang kita tuntut dari Dia. Lebih lanjut Kushner mengatakan  Tuhan itu tidak mampu, maka jangan paksakan Dia. Pendapat Kushner sepertinya benar? Itu sebabnya bukunya menjadi laris bagi orang-orang yang sedang mengalami penderitaan dan kecewa pada Tuhan. Namun apakah hal ini benar?

 

            Tatkala Ayub menderita, Tuhan Allah tidak mengatakan pada Ayub, maaf atau sorry Ayub; ini adalah masalah dirimu sendiri, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan Aku. Atau Tuhan juga tidak katakan "Aku ingin sekali membantumu, namun Aku tidak mampu"  Oh,  Tuhan tidak berkata demikian.

 

            Tetapi Ia justru berkata pada Ayub dalam pasal 38-41, bahwa segala Kuasa ada pada-Nya, panjang lebar Tuhan Allah menguraikan nya pada Ayub. Hingga akhirnya Ayub berkata. Lihat Ayub 42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal"  Ayub 42:5 " Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau, Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku, dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu"

 

            Philip Yance bertanya, jika Tuhan itu memang terbatas kemampuan-Nya, mengapa Ia memilih situasi yang terburuk di mana kuasa-Nya diperlukan untuk menjelaskan tentang kuasa-Nya? Elie Wiesel seorang Yahudi yang lahir di Rumania, ia juga seorang pemenang Nobel thn 1986 berkomentar demikian, "Jika benar Tuhan yang digambarkan Kushner seperti itu, maka saya pikir Ia harus mengundurkan diri dan membiarkan seseorang yang lain menggantiakn posisi-Nya sebagai Tuhan."

 

Tuhan Allah yang kita sembah tidak seperti yang  digambarkan Kushner, bukan? Ia Tuhan yang kekal. Ia yang menjaga dan menaungi kita untuk selama-lamanya.  Bagi orang yang berjalan bersama Tuhan, tidak ada keraguan jika ia gagal. Tidak ada kecemasan kalau kita tidak berhasil. Tidak ada penyesalan kalaupun kita susah. Karena rancangan Allah selalu indah pada waktunya.  Rom 8:28  Kita tahu bahwa Allah mengatur segala hal, sehingga menghasilkan yang baik untuk orang-orang yang mengasihi Dia dan yang dipanggil-Nya sesuai dengan rencana-Nya. (BIS)



--------------------------------------
Rom 8:28 "And we know that to them that love God all things work together for good, even to them that are called according to his purpose".

Kunjungi juga situs :
http://www.gii-usa.org atau
http://www.glorianet.org/


Bagi anda yang hendak join dengan milis 5MENIT2AYAT silahkan kirim email kosong ke: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya Please doakan untuk rencana menerbitkan buku-buku via Lentera Kehidupan literatur, ada satu judul Di Balik Topeng Orang Percaya sedang proses.

Oh ya, jika anda kebetulan berkunjung/sekolah/pindah di San Francisco or San Jose; jangan sungkan mampir ke Gereja Injili Indonesia San Jose. Atau supaya lebih jelas email ke: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya . Kebaktian di dalam Bahasa Indonesia hari Minggu jam 10.00 am

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."