• PDF

Tetap Bersukacita Di Tengah Bencana

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 02 Mei 2009 10:06
  • Ditulis oleh Sunanto
  • Sudah dibaca: 652 kali
Hab 3:17-18 “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”

Doa yang ditulis oleh Nabi Habakuk ini kelihatannya tidak lazim dan agak janggal isinya.
Habakuk bukan saja mengalami sudah jatuh tertimpa tangga namun juga tertabrak mobil dan ditambah lagi yang nabrak melarikan diri. Bagaimana mungkin seseorang yang mengalami kesulitan bertubi-tubi seperti ini bisa berkata akan bersorak-sorak dan beria-ria di dalam Tuhan? Umumnya orang akan bersukacita di dalam Tuhan bila mengalami berkat atau mujizat dari Tuhan. Bila hari ini anda kehilangan pekerjaan, rumah terbakar, mobil hilang dan tabungan lenyap. Dapatkah anda menaikkan doa seperti doa Habakuk? Bila anda dapat tetap bersyukur dan bersukacita walaupun mengalami bencana demi bencana maka itulah tanda anda memiliki iman yang sejati.

Bersyukur dan bersukacita ketika mendapat berkat itu mudah tetapi ketika mengalami bencana maka itu tidak mudah. Dibutuhkan penyangkalan diri untuk tetap bersyukur dan bersukacita ditengah penderitaan. Mengapa Habakuk memutuskan untuk tetap bersyukur dan bersukacita di tengah bencana demi bencana yang sedang menimpanya? Sebab Habakuk mengetahui bahwa bila ia tetap bergembira dan bersukacita maka Tuhan akan membalikkan dan memulihkan keadaan menjadi baik.
Musuh bisa saja mencuri berkat-berkat yang kita miliki tetapi bila kita tetap bersyukurdan bersukacita di dalam Tuhan maka Tuhan akan memerintahkan berkat-berkat yang dicuri musuh untuk dikembalikan kepada kita. Bahkan berkat yang dikembalikan kepada kita akan lebih besar dari yang telah dicuri oleh musuh.

Selama setahun belakangan ini, saya mengalami banyak kesulitan yang datang bertubi-tubi. Dari mulai usaha yang saya rintis tidak berkembang, ayah saya terkena kanker (stadium 3), usaha orang tua saya bermasalah dan ditambah kegagalan membangun hubungan yang telah saya gumulkan bertahun-tahun. Jujur saja, saya tidak pernah membayangkan hal-hal buruk tersebut akan terjadi.
Ketika Tuhan memimpin saya keluar dari pekerjaan untuk merintis usaha sendiri, saya mengira Dia akan membukakan jalan sehingga semuanya berjalan dengan mudah. Akan tetapi, nyatanya hambatan begitu banyak sehingga pendapatan saya tidak ada setengahnya dari pekerjaan yang saya tinggalkan. Banyak alasan untuk saya mengeluh kepada Tuhan namun saya memutuskan untuk tetap bersyukur dan bersukacita ditengah kesulitan demi kesulitan yang sedang dihadapi. Saya belajar dari Habakuk untuk tetap memiliki iman yang positif ditengah keadaan yang negatif. Sejujurnya, adakalanya saya ingin menyerah dan lari dari keadaan yang menekan tersebut. Hanya oleh karena anugerahNya saja maka aku bisa bertahan sampai saat ini.

Saya bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia mengijinkan semuanya itu terjadi? Apakah aku berjalan di luar kehendakMu Tuhan? Bukankah anda sering bertanya hal yang sama kala sedang mengalami kesusahan? Satu hal yang saya pelajari bahwa setiap masalah yang Tuhan ijinkan terjadi akan membawa saya semakin dekat dan mengenalNya. Malahan setiap hari saya semakin diyakinkan bahwa saya ada di dalam kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan adalah agar kita semakin dekat dan mengenalnya serta bertumbuh semakin serupa dengan Kristus. Tuhan akan mengijinkan apapun terjadi termasuk penderitaan/bencana supaya hidup kita bisa mengalami kepenuhan Kristus.

Setelah proses itu selesai saya mengalami bagaimana Tuhan memulihkan setiap hal yang telah musuh curi. Tuhan mulai memberkati usaha yang saya rintis sehingga mulai ada kemajuan.
Ayah saya sembuh dari kanker dan bahkan kondisi kesehatannya lebih baik dari sebelumnya.
Sayapun mulai membangun hubungan dengan seseorang yang lebih baik dari sebelumnya.
Sama seperti Ayub saya berani bekata bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencanaNya yang gagal.

Cukup banyak krisis dan penderitaan yang Tuhan ijinkan selama saya mengikut Dia terutama sejak menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan di tahun 1998. Dari mulai hampir mati kelaparan, penghinaan , penolakan, sakit penyakit, krisis keuangan, krisis keluarga dan krisis-krisis lainnya.
Penderitaan yang telah saya alami ini tidak ada artinya dibandingkan dengan penderitaan yang telah Kristus alami. Dalam semuanya itu saya memutuskan untuk tetap bersyukur dan memujiNya.
Senantiasa bersyukur dan memuji Tuhan di tengah masalah merupakan kunci untuk mengalami kemenangan.

Bukan sebuah kebetulan bila ada diantara anda yang membaca artikel ini sedang mengalami pergumulan. Saya percaya Roh Kudus yang mendorong anda sebab Tuhan ingin menguatkan anda lewat tulisan ini. Percayalah Tuhan sanggup menolong dan memberi jalan keluar seberat apapun persoalan yang sedang engkau hadapi. Maukah anda tetap bersyukur dan memuji Tuhan di tengah pergumulan? Bila anda mau, saya percaya kemenangan pasti akan anda raih. Kita telah diciptakan dan dilahirkan di dalam Kristus sebagai pemenang!

Jakarta, 04 May 2005

Sunanto


 

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."