• PDF

Pemulihan Gambar Diri (3)

Penilaian Pengunjung: / 6
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 02 Mei 2009 11:06
  • Ditulis oleh Sunanto
  • Sudah dibaca: 2015 kali
I Yohanes 2:16 “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.”

C.S Lewis dalam ceramahnya di King’s College pada tahun 1944 pernah mengatakan bahwa adanya sebuah unsur paling dominan dalam diri manusia yaitu hasrat untuk masuk ke dalam sebuah kelompok elit dan ketakutan bila berada di luarnya. Hasrat ini adalah salah satu sumber permanen dalam tindakan manusia, kecuali anda mencegahnya maka hasrat tersebut akan menjadi motivasi utama dalam hidup anda, lanjut Lewis. Sejak manusia memutuskan untuk jatuh ke dalam dosa maka dosa telah memenuhi dirinya sehingga segala tingkah lakunya berakar pada kesombongan (keangkuhan hidup). Salah satu contoh yang paling mudah untuk menggambarkan keangkuhan hidup adalah gonta ganti handphone yang dikarenakan takut kehilangan gengsi jika handphone yang dimiliki kalah muktahir dibanding milik orang lain. Tentu tidak salah untuk mengganti handphone bila memang yang lama rusak atau perubahan keadaan (kondisi) sehingga membutuhkan yang lebih canggih namun jika motivasinya hanya sekedar untuk pamer (gengsi) maka itu sudah menggambarkan keangkuhan hidup. Sekitar delapan puluh persen dosa manusia berakar pada keangkuhan hidup sedangkan sisanya berakar pada keinginan mata dan daging.

Dalam bukunya ‘Haus Akan Allah (Sacred Quest)’ Dr. Doug Banister memaparkan dengan begitu jujur masalah kecanduan untuk berada dalam kelompok elit yang pernah terjadi dalam hidupnya. Sejak masih duduk di bangku SMP (junior school) beliau selalu berambisi untuk menjadi yang terbaik sehingga giat belajar agar bisa menjadi juara pertama. Dia begitu kuatir untuk tidak menjadi yang terbaik sehingga diam-diam menemukan siap diantara para pesaingnya yang belajar paling lama dan dia akan belajar lebih lama satu jam dari orang yang paling lama belajar. Hasrat untuk menjadi yang terbaik ini terbawa ketika dia melayani di campus crusade for christ (pelayanan kampus yang mirip perkantas). Di sini dia melayani Tuhan dengan sangat giat sehingga berhasil menduduki jabatan yang tinggi dalam pelayanan. Dr. Doug menuturkan waktu itu saya memiliki sebuah keyakinan yaitu bekerja keraslah dalam pelayanan maka Tuhan dan orang lain akan menyukaimu; gagal dalam pelayanan maka orang tidak akan mengasihimu ; Allah hanya akan mencintaimu jika kamu melayani dengan baik. Saya telah menemukan sebuah strategi hidup yang berhasil yaitu temukan pelayanan, bekerja keras, mengerjakan lebih baik dibanding orang lain maka saya akan mendapatkan pujian dari para figur ayah dalam pelayanan tersebut demikian ungkap Dr. Doug.

Setelah lulus dari sebuah seminari dengan nilai baik dan meraih penghargaan, lalu dia mulai merintis sebuah gereja. Hanya dalam beberapa tahun gereja yang dia gembalakan bertumbuh sangat pesat hingga mencapai dua ribu jemaat. Gerejanya dihormati sebagai salah satu gereja Amerika yang paling pesat berkembang sehingga dikutip dalam buku-buku pertumbuhan gereja. Dia menjadi salah satu orang yang berpengaruh dalam denominasi dimana gerejanya bergabung. Setelah itu permintaan pelayanan kotbah datang dari berbagai tempat di dalam dan luar negeri. Kemudian dia menyelesaikan pendidikan tingkat doktoral dan menerbitkan bukunya yang pertama. Sepertinya bila dilihat dari luar, dia sudah mendapatkan apa yang paling diidam-idamkan oleh seorang Pendeta.
Akan tetapi penampilan luar adalah sesuatu yang seringkali menipu. Apa yang telah saya dapatkan sementara pelayanan saya terus berkembang adalah semuanya kecuali kebahagiaan ungkap Dr. Doug Banister. Karier kependetaannya memang meningkat dengan pesat tetapi kondisi batiniahnya perlahan-lahan terurai (menurun). Tanpa sadar dia telah terjebak dengan jerat keberhasilan dimana tidak sedikit para hamba Tuhan yang telah terjerat ke dalam jebakan ini. Prestasi pelayanan meningkat tajam tetapi kondisi rohani justru menurun sehingga bila tidak dipulihkan biasanya akan mengakibatkan kejatuhan yang parah.

Orang-orang yang kecanduan menemukan kemampuan yang aneh untuk menemukan pijakannya tanpa memperdulikan kemana kehidupan membawa mereka. Sebelum bertobat saya dulunya adalah seorang pecandu rokok, pornografi dan obat tertentu. Pada waktu mengenal Yesus, saya memang meninggalkan semua hal yang tidak berkenan pada Tuhan itu. Tetapi sebenarnya akar kecanduan saya belum disembuhkan sepenuhnya sehingga saya beralih kecanduan pada hal lain. Yang gawatnya kecanduan itu merupakan kecanduan yang kelihatan ‘rohani’ yaitu hasrat untuk menjadi berhasil dan menjadi yang terbaik dalam pelayanan. Saya selalu berusaha untuk melayani dengan giat agar mendapatkan penghargaan dari figur bapa dalam pelayanan sebab saya tidak mendapatkan penghargaan dan dukungan dari ayah saya. Saya akan merasa sangat kecewa bila para figur bapa itu tidak puas atas hasil pelayanan saya sehingga saya berjuang sekuat tenaga agar pelayanan yang saya kerjakan berhasil. Pada awalnya saya merasa hal ini bukanlah dosa atau sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan malah saya mengira Tuhan ‘senang’ karena saya telah melayaniNya dengan giat. Namun Tuhan selalu melihat (menilai) seseorang dari motivasinya bukan dari luarnya.
Sekalipun kita giat melayani pekerjaan Tuhan namun bila motivasinya untuk memuaskan keegoan kita maka Tuhan tidaklah berkenan akan hal itu. Oleh anugerahnya, Tuhan akhinya memulihkan kecanduan saya ini dengan cara mengeluarkan saya dari pelayanan yang berorientasi pada hasil.
Proses penyembuhan dari kecanduan ini memang sangat menyakitkan dan hanya karena kasih karuniaNya yang besar maka saya bisa bertahan sehingga berhasil untuk disembuhkan. Pelayanan yang sejati harus lahir dari hubungan dan kasih kepada Tuhan bukan untuk memuaskan hasrat kita untuk menjadi golongan elit.

Akar dari semua kecanduan baik itu yang jasmani seperti kecanduan rokok, narkoba, pornografi, makanan, dan lainnya atau yang jiwani seperti kecanduan karier, pelayanan, jabatan, dan lainnya berakar dari rusaknya gambar diri manusia akibat dosa. Saya percaya hal ini juga yang merupakan akar dari konflik dan peperangan yang terjadi antar umat manusia sejak berabad-abad lalu. Konflik dalam rumah tangga yang mengakibatkan perceraian sebagian besar disebabkan rusaknya gambar diri dari pasangan tersebut. Semakin hari angka perceraian kelihatannya semakin tinggi bahkan juga di kalangan keluarga Kristen. Musuh sepertinya berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan keluarga sebab dia mengetahui bila keluarga hancur maka masyarakat akan hancur, bila masyarakat hancur maka bangsa akan hancur. Saya percaya pemulihan gambar diri merupakan salah satu kunci untuk terjadinya sebuah transformasi di bangsa ini.

Dr. Doug Banister akhirnya berhasil menemukan jawaban untuk kesembuhan dari kecanduannya yaitu dengan cara mendekatkan diri pada Tuhan. Namun proses penyembuhan yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya tidaklah instan dan mudah. Tuhan mengijinkan dia mengalami krisis yang begitu berat sehingga pelayanannya mengalami banyak masalah. Tuhan juga mengijinkan anak perempuannya sakit kanker sehingga melalui penderitaan-penderitaan yang berat itu Tuhan memulihkan hidupnya dari kecanduan. Tidak ada jalan yang mudah untuk mengalami pemulihan, hanya jalan salib yang dapat membawa kita pada pemulihan yang sejati. Krisis demi krisis berat juga saya alami ketika Tuhan mulai membongkar, membedah dan memulihkan hidup saya dari segala kerusakannya.

Manusia telah dirancang sedemikian rupa dari awalnya untuk berhubungan intim dengan Allah.
Kita semua perlu diisi oleh kasih Tuhan dan bila tidak maka pasti ada sesuatu yang lain akan mengisi kita. Orang yang kecanduan pornografi sebenarnya memiliki kekosongan dalam dirinya yang seharusnya diisi oleh kasih Allah. Marilah kita menjadi seperti Daud yang berhasil menang atas kerusakan gambar dirinya akibat penolakan demi penolakan yang dia alami dengan cara mendekatkan diri pada Tuhan. Anda dapat menjadi salah satu orang yang berkenan di hati Allah seperti Daud bila anda mau memiliki hati yang selalu ingin dekat dan menyenangkan Tuhan.
Biarlah hati kita selalu dipuaskan oleh air kehidupan yang mengalir dari sungai Allah. Hanya Yesus satu-satunya pribadi yang dapat memuaskan kedahagaan jiwa kita yang kering. Datanglah pada Yesus, nikmati kasihNya dan temukan kepuasan yang sejati! Saya berdoa agar kiranya tulisan ini dapat membantu anda untuk mengalami pemulihan terutama bagi yang sedang bergumul dengan masalah gambar diri (Yak 5:16).


Sunanto
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Dimas Maslan nainggolan  - ingin meminta doa.   |110.137.36.xxx |20-06-2010 23:16:32
saya mengalami jatuhnya kerohanian,, karna maslah Fornogarafi,, jadi,, saya
mohon dukungan Doa dari para hamba Tuhan yang ikut bergabung di website ini,,
agung  - re: ingin meminta doa.   |202.65.115.xxx |11-10-2012 22:16:41
semngat dimas..pokonya jangan merasa minder dan terintimidasi. Dulu saya juga
seperti Dimas bertahun-tahun tidak bisa lepas. Tetapi perlahan dengan anugrah
Tuhan saya bisa dibebaskan. Sekrang saya menjadi pekerja di Gereja Keluarga
Allah di bagian anak-anak muda di sana. Kuncinya adalah jangan lelah untuk
bangkit sekalipun terjatuh. Tidak ada pilihan lain selain bangkit dan mencoba
hidup kudus lagi. Komunitas dan keluarga rohani serta kelompok sel juga sangat
membantu saya untuk menjagai hidup saya=)
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."