NOT A FAN: MATI SETIAP HARI

notafanYesus mengundang Anda untuk "memikul salib…" Di sinilah seringkali kita memutus kalimat ajakan-Nya. Padahal frasa berikutnya justru membuat segalanya berbeda. Frasa itu adalah "setiap hari." "Memikul salibmu setiap hari…” setiap hari kita memutuskan untuk mematikan keakuan kita dan hidup bagi Kristus. Mati terhadap diri sendiri bukanlah keputusan sekali seumur hidup. Keputusan ini diambil setiap hari. Itulah bagian yang paling menantang dari kematian.

Bayangkan bahwa hidup Anda seperti sebuah tagihan senilai satu juta rupiah. Kebanyakan dari kita mengira, mati terhadap diri kita sendiri dalah satu momen besar di mana kita menyerahkan semua tagihan senilai satu juta rupiah itu. Saya tidak ingin meremehkan pentingnya momen itu, momen keselamatan adalah momen terpenting dalam hidup Anda. Namun memandang “mengikut Yesus” sebagai keputusan sekali seumur hidup ibarat menikah dan kemudian berkata,

"Karena sekarang aku sudah menikah, aku bisa kembali menjalani hidup seperti biasa." Menjadi suami atau istri menuntut lebih dari sekadar upacara pernikahan. Alih-alih memandang hidup sebagai tagihan senilai satu juta rupiah yang kita berikan kepada Allah dan hanya berakhir sampai di situ saja, tetapi kita diajar untuk menyerahkan tagihan tersebut kepada Allah dan Ia menerimanya namun juga berkata, "Tagihan ini milikku, tapi Aku ingin kau menguangkan tagihan ini dalam satuan seratus rupiah dan memberiku seratus rupiah setiap harinya." Inilah yang dimaksud dengan mati setiap hari.

Seperti apa wujudnya mati setiap hari? …


Disadur dari

Buku: NOT A FAN (Bukan Seorang Penggemar), halaman 188.

Penulis: Kyle Idleman

Penerbit: Literatur Perkantas Jatim

Info Buku: Not a Fan