Untitled Document
FITUR METODE
Metode-metode yang dipakai dalam KAMBIUM untuk memberi dorongan dan dukungan bagi perubahan dan pertumbuhan :
- Multiple-reinforcement (penguatan pembelajaran)
KAMBIUM menggunakan berbagai bentuk pertemuan untuk memaksilmalkan efektivitas pembelajaran. Kelompok besar untuk menerima pengajaran, kelompok kecil untuk mempercakapkan perenungan-penerapan, pribadi-ke-pribadi untuk menangani kebutuhan khusus, dan tugas belajar mandiri untuk melatih disiplin rohani. Selama suatu tahap berlangsung, pengajar dan pembimbing terus menjaga hati yang terbuka pada pimpinan Roh Kudus dalam melayani dan mendoakan peserta/anggota. Kita menanam dan menyiran, tetapi yang terpenting adalah Tuhan yang memberi pertumbuhan! Ketika salah satu dari komponen pembelajaran ini ditiadakan maka kemungkinan besar perubahan yang diharapkan tidak terjadi.
- Eksperiensial (melakukan, mengalami)
KAMBIUM adalah tentang proses pemuridan yang dilakukan secara intensional hingga terjadi perubahan pola pikir dan gaya hidup yang berjangka panjang. Selama pembinaan berjalan, peserta didorong dan dilatih untuk melakukan dan mengalami materi-materi pembelajaran serta mengevaluasi dan memertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan. Jika proses ini berlangsung terus maka akan membentuk kebiasaan pertumbuhan. Beberapa sarana, panduan, dan latihan dipersiapkan untuk memaksimalkan proses belajar selama pembinaan maupun selama tahun-tahun pertumbuhan berikutnya. Perubahan pola pikir dan gaya hidup kadang terjadi dalam satu momen kesadaran tertentu, tetapi seringkali baru benar-benar dialami dalam suatu proses pertumbuhan seiring berjalannya waktu. Kuncinya adalah terus memersiapkan peserta untuk menjaga agar proses ini terus berjalan.
- Eksponensial (menularkan, melipatgandakan)
KAMBIUM ditujukan untuk diikuti oleh dan ditularkan kepada semua orang kristiani dalam semua tingkat kedewasaan rohani, bukan sekadar untuk suatu kelompok minat tertentu. Jemaat umum (bukan hanya lulusan sekolah teologia) yang sudah menyelesaikan KAMBIUM akan menjadi sumber daya yang sangat berguna bagi tubuh Kristus, karena mereka telah didorong dan dilatih untuk dapat memulai dan menyelenggarakan KAMBIUM di mana pun mereka berada. Pembinaan dan pelatihan ini baru benar-benar lengkap jika setelah mengikuti semua tahap KAMBIUM sebagai peserta, mereka kemudian mengikuti semua tahap untuk kedua kalinya sebagai pembimbing. Berbagai media sudah dikembangkan untuk mendukung dan memudahkan transfer: buku peserta (kelas), buku panduan penerapan, bahan bacaan, slide presentasi, video, audio.
KAMBIUM lebih merupakan suatu filosofi daripada suatu program. Tujuannya bukanlah terselenggaranya KAMBIUM, melainkan apakah KAMBIUM ini telah menjadi sarana terjadinya transformasi kehidupan rohani. Kita perlu selalu mengevaluasi apakah kehidupan orang yang mengikuti KAMBIUM telah benar-benar berubah. Jika perubahan tidak terjadi, maka kita tidak sedang memenuhi tujuan kita. KAMBIUM adalah sarana, transformasi adalah tujuannya.
F.A.Q. Metode
Mengapa komitmen peserta dan pembimbing hanya diminta selama tiga bulan saja? Apa pertimbangannya?
- Tuntutan komitmen sebagai peserta atau pembimbing dapat diperbaharui setiap 12 pertemuan atau 3 bulan, sehingga lebih memungkinkan fleksibilitas (“kalau sekadar mencoba tiga bulan saya bisa, kalau lebih dari itu nanti dulu.”), otentisitas (“apakah saya bisa ganti rekan/pembimbing kalau merasa tidak cocok?”), dan closure (“saya sudah menyelesaikan sesuatu yang penting di dalam komitmen iman saya kepada Tuhan”). Biasanya jika suasana kelompok kondusif, kelompok yang sama akan terus bertahan hingga semua tahap selesai, bahkan tidak jarang yang berlanjut dalam hubungan mentoring pasca KAMBIUM.
Kalau semua kelompok bertemu lebih dahulu dalam kelompok besar, bukankah itu akan mengurangi fleksibilitas pertemuan kelompok kecil? Apa keuntungan dan kerugiannya?
- Pertemuan dalam kelompok besar memang akan mengurangi fleksibilitas waktu
pertemuan dari masing-masing kelompok kecil, tetapi berkurangnya fleksibilitas
waktu pertemuan ini justru akan meningkatkan konsistensi pertemuan (banyak
kelompok kecil yang frekuensi pertemuannya berkurang hingga akhirnya tidak
saling bertemu lagi karena menjadi ‘terlalu fleksibel'). Kebersamaan
dalam kelompok besar juga menciptakan suasana komunitas pertumbuhan yang akan
memberi semangat kepada peserta untuk mengikuti proses pembelajaran. Penyampaian
pengajaran dilakukan dalam kelompok besar oleh orang-orang yang memiliki spesialisasi
dalam topik yang diajarkan akan menolong peserta untuk mendapat masukan dari
berbagai narasumber. Hal ini juga menolong mengurangi tuntutan dan beban dari
para pembimbing kelompok kecil untuk menguasai dan menyampaikan semua topik.
Lebih dari itu, pertemuan kelompok atau pertemuan pribadi di luar pertemuan
regular sangat disarankan.
Bagaimana menempatkan KAMBIUM di antara beberapa program pembinaan yang sudah berlangsung di gereja/persekutuan/lembaga?
- KAMBIUM akan sangat mendukung dan menguatkan pelayanan-pelayanan lain yang
sudah ada di dalam gereja/persekutuan/lembaga pelayanan, misalnya sebagai
tindak lanjut dari program penginjilan (EE, KKR, KPI, PIPA, dll.), sebagai
rangkaian katekisasi yang berkelanjutan (katekisasi kelas 1, kelas 2, dst.),
sebagai kelas pembelajaran dasar-umum (wajib) sebelum diarahkan pada suatu
kelas pembelajaran spesifik (pilihan), sebagai sarana mobilisasi dan pemerlengkapan
jemaat untuk terlibat dalam pelayanan, sebagai prasyarat untuk memegang suatu
tanggung jawab pelayanan tertentu, sebagai bagian dari pelatihan karyawan
selama masa orientasi, dll.
Copyright © 2006 KAMBIUM
Grha Gloria Lt. 3, Jl. F.M. Noto 19 Kotabaru, Yogyakarta 55224, Indonesia