Home
Halaman Depan
Profil
Tentang KAMBIUM
Pola
Pelayanan Amanat
Sejarah KAMBIUM
Pengurus KAMBIUM
Layanan KAMBIUM
Materi
Fitur Materi
Berakar dalam Kristus
Bertumbuh dalam Kristus
Berbuah dalam Kristus
Metode
Fitur Metode
Pertemuan KAMBIUM
Pengenalan
KAMBIUM
Penerapan KAMBIUM
Bahan
Download
Bacaan
Store
Interaktif
Test Online Karunia RohPOLA PELAYANAN AMANAT AGUNG
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu
pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah
Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
kepada akhir zaman.”
(Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, Matius 28:19-20)
SASARAN PELAYANAN
Amanat ini disebut sebagai Amanat Agung (The Great Commission)
karena besarnya otoritas yang memerintahkannya (segala kuasa di sorga
dan di bumi), luasnya lingkup yang dicakup (semua bangsa), tingginya standar
yang dicapai (murid Kristus), menyeluruhnya proses yang dikerjakan (baptis,
ajar segala sesuatu yang diperintahkan, pergi), panjangnya janji penyertaan
yang mengikutinya (sampai kepada akhir zaman). Adakah amanat yang lebih
besar dari Amanat Agung ini?
Sesuai struktur tata bahasa aslinya (Yunani), kalimat induk dalam amanat
ini adalah "Jadikanlah semua bangsa murid-Ku". Di sini kita dihadapkan
dengan standar kuantitas dan kualitas hasil pelayanan yang diinginkan
Tuhan Yesus. Kuantitas merujuk pada berapa murid yang dihasilkan. Kualitas
merujuk pada bagaimana murid yang dihasilkan.
|
Sasaran kuantitas: Semua Bangsa
Sasaran Tuhan Yesus tidak kurang dari mencapai semua bangsa. Kata yang
diterjemahkan sebagai "bangsa" di sini adalah ethne. Dari akar
kata ini kita memperoleh kata ethnic dalam bahasa Inggris atau
etnis dalam bahasa Indonesia. Kata ethne berarti adalah
“sekelompok orang yang memiliki kesamaan ciri-ciri tertentu”. Dalam hal
ini ethne bisa diartikan sebagai kelompok orang dalam suatu bangsa
secara demografis, dalam suatu negara secara politis, atau dalam suatu
suku-bahasa secara kultural. Lebih jauh lagi kita dapat mengaplikasikan
ayat ini pada kelompok orang secara lokasi (urban, sub-urban, rural, dll.),
kelompok orang secara usia (anak, kaum muda, dewasa, lanjut usia), kelompok
orang secara profesi (dokter, akuntan, buruh, pengusaha, dll.). Dalam
format yang berbeda, Loren Cunningham, pendiri dan presiden Youth With
A Mission (YWAM), mengemukakan tujuh bidang ethne yang memerlukan pengaruh
Kristen: (1) Rumah Tangga, (2) Gereja, (3) Sekolah, (4) Pemerintahan dan
Politik, (5) Media, (6) Seni, Hiburan, dan Olah Raga, (7) Bisnis, Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi. Kepada semua kelompok orang kita diutus untuk
pergi, menghasilkan murid Kristus.
Sasaran Kualitas: Murid Kristus
Tuhan Yesus bukan hanya menjelaskan ke mana kita perlu pergi, tetapi
juga apa yang harus kita hasilkan di sana. Dia menghendaki kuantitas yang
berkualitas, dengan kualifikasi murid Kristus. Siapakah murid Kristus?
Murid Kristus adalah pelajar dan pengikut Kristus yang hidupnya mencerminkan
pengajaran dan kehidupan Kristus. Bagian-bagian lain dalam Alkitab menegaskan
sasaran kualitas pertumbuhan yang sama melalui ungkapan “menjadi serupa
dengan gambaran Anak-Nya” (Rom 8:29), “diubah serupa dengan gambar-Nya"
(2 Kor 3:18), “mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan
Kristus” (Ef 4:13).
Ini adalah sasaran dari suatu pelayanan yang mengikuti tuntutan amanat
agung: mentransformasikan seseorang menjadi pelajar dan pegikut Kristus
yang hidupnya mencerminkan pengajaran dan kehidupan Kristus (kualitas:
murid Kristus) serta secara aktif berusaha membangun karakteristik tersebut
pada orang lain di mana dia berada dan ditempatkan (kuantitas: semua ethne).

STRATEGI PELAYANAN
Kalimat induk "Jadikanlah semua bangsa murid-Ku" merupakan satu amanat
dengan tiga karakteristik, sebagaimana diketahui dari tiga kata kerja
dalam anak kalimat yang menerangkannya: baptislah, ajarlah, pergilah.
Amanat Agung dalam Matius 28:18-20 ini berbicara tentang suatu proses
transformasi. Proses untuk menjadikan seorang murid Kristus terdiri dari
membagikan khabar baik (baptislah - sebagai pernyataan dari pengalaman
pertobatan), membina iman mereka (ajarlah), dan mengutus mereka ke dalam
dunia (pergilah). Murid yang diutus pergi ini kemudian memulai lingkaran
proses penginjilan, pembinaan, dan pengutusan yang sudah dialaminya. Demikianlah
mereka berlipatganda.
Kualitas dan efektivitas sebuah persekutuan sangat ditentukan oleh bagaimana
persekutuan tersebut menjalankan masing-masing mata rantai proses transformasi
(Penjangkauan & Penginjilan, Pembinaan & Pemerlengkapan, Pengutusan &
Pelipatgandaan) dengan baik. Jika gereja dan persekutuan kita mau menghasilkan
murid Kristus yang bertumbuh, melayani, dan menjalankan misinya, maka
seluruh proses ini harus dilalui.
Dalam penerapannya, proses transformasi menjadi murid Kristus tersebut
dapat diterjemahkan sebagai sasaran bertahap
![]() |