|
|
KESAKSIAN
Apakah Anda terbeban untuk saling memberkati saudara seiman kita?
Tulislah pengalaman rohani Anda untuk saling membangun dan memberkati.
Melalui rubrik kesaksian ini diharapkan saudara seiman kita yang membaca
akan dapat semakin dikuatkan dan saling meneguhkan.
Kirimkanlah kesaksian Anda ke kami untuk dimasukkan dalam web ini.
Klik sini untuk kirim kesaksian
---------------------------------------------------------------------
Kesaksian: Ev. Leo Nazara, S.Th.
- Guru/Hamba Tuhan, Batam
Dibalik sebuah kesulitan, Tuhan memang selalu memiliki rencana yang indah.
Ketika baru tiba di Batam, kehidupan saya dan isteri masih serba sulit terutama untuk makan. Pernah suatu waktu disaat uang yang kami punya hanya tinggal 2000 rupiah, sementara kami belum memiliki pekerjaan sebagai sumber mata pencaharian, Tuhan menunjukkan kekayaannya dalam hidup kami
Malam itu sebelum berangkat ibadah, isteri saya berkata kalau uang hanya tinggal 2000 rupiah. Kami kemudian berdoa, kiranya Tuhan menolong kami dalam kesulitan ini. Setelah berdoa kami pun berangkat untuk ibadah.
Dengan menggunakan motor butut pinjaman dari abang ipar, kami pergi ke gereja. Seribu rupiah kami jadikan persembahan.
Sepulang ibadah ada razia umum dan kami terkena razia karena tidak memiliki surat-surat. Dengan sedikit kekhawatiran, saya menelepon abang ipar untuk memberitahu kami kena razia. Abang ipar yang adalah seorang polisi segera menemui kami di tempat razia. Untuk menghormati kinerja
"temannya" kami pun dibawa ke kantor polisi. Di kantor polisi saya berkenalan dengan seorang pemuda. Dia seorang muslim. Saya bertanya kepadanya mengapa dia sampai dibawa ke kantor polisi. Ternyata dia ditangkap tidak hanya karena surat-surat tak lengkap tetapi juga karena di motornya didapati beberapa keping VCD porno. Setelah berbincang dan memberi sedikit nasehat, saya katakan
padanya, "jika kamu berdoa dan percaya, maka malam ini juga kamu akan
dibebaskan". Ketika saya dan isteri akan pulang, si pemuda itu memberikan HP Nokia 6600nya kepada saya. Katanya,
"Bang, daripada hp ini ditahan polisi, lebih baik saya berikan pada abang
saja." Saya seakan tak percaya dengan perkataan pemuda itu, saya menolak tetapi pemuda itu tetap saja memasukkan hp itu ke kantong jaket saya.
Karena motor abang masih ditahan, kami disuruh polisi (teman abang) itu pulang saja karena waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Kami kebingungan, bagaimana ini? Kami hanya punya uang 1000 rupiah? Saya ajak isteri untuk berdoa mohon pertolongan Tuhan...dan...entah darimana asal muasalnya, di depan simpang kantor polisi ada sebuah taxi sedang menunggu. Kami dengan iman mendekati supir itu.
"Pak kami tidak punya uang. Kami tinggal di Legenda Malaka, apakah bapak mau mengantar
kami?" Tanpa banyak cincong, bapak itu mengangguk...
Malam itu merupakan pengalaman yang luar biasa bagi kami. Pukul 3 pagi ada telepon dari pemuda itu mengatakan kalau ia sudah dibebaskan. Dan dia sangat berterimakasih karena sudah mendoakannya.
Keesokan harinya, kami menjual hp yang diberikan pemuda itu. Dan puji Tuhan, hp itu bisa terjual walaupun tanpa surat-surat seharga Rp.1,2 jt
Tuhan memang luar biasa!!!!
|