![]() |
|
|
|
|
|
KESAKSIAN Saya ingin berbagi pengalaman kepada saudara/i di manapun. Saya sekarang kuliah di Jepang. Tapi sebelum saya datang ke Jepang saya tibaČ sakit typus parah dan DBD positif. 10 Maret 2007 saya berencana berangkat ke Jepang dan sudah beli tiket dan persiapan sudah matang. Semua saya lakukan sendiri tanpa minta persetujuan dari orang tua dan keluarga lainnya. Karena saya sudah terbiasa hidup mandiri dan mengambil keputusan sendiri pula. Tapi kali ini saya benarČ kena batunya. Disamping itu saya juga tidak memohon petunjuk dari Tuhan. Tanggal 9 malam saya tibaČ demam tinggi dan batal berangkat ke Jepang tanggal 10. Akhirnya ditunda. Karena panas tidak turunČ juga saya periksa darah. Hasilnya typus dan DBD positif. Saya benarČ ketakutan. Ternyata Tuhan sedang menunjukkan kasih sayangnya kepada saya. Di saat saya sakit semua keluarga datang dengan kasih sayang dan memberi support. Akhirnya setelah 1 minggu dirawat saya kembali ke rumah dan dirawat di rumah oleh keluarga tante dan om di Jakarta. Karena mama tinggal di daerah lain. Di saat saya sakit saya baru merasakan bahwa ternyata Tuhan sedang berencana mendekatkan saya dengan keluarga. Bahwa keluarga juga menyayangi saya. Dan saya akhirnya dengan tepat waktu bisa berangkat ke Jepang diantar oleh keluarga. Padahal sebelumnya saya sangat kuatir tidak jadi berangkat ke Jepang karena kata dokter typusnya sangat parah dan trombosit terus menurun dan dalam 1/2 minggu tidak mungkin sembuh benar. Saya sangat putus asa mendengar hal itu. Ternyata rencana Tuhan lebih indah dan sangat tepat. Sebelumnya saya berencana berangkat 3 minggu lebih awal ke Jepang. Tapi Tuhanlah yang lebih tahu apa yang terbaik buat kita semua. Hikmah yang dapat saya petik adalah jangan mengandalkan kekuatan diri sendiri. Karena Tuhan lebih tahu apa yang terbaik buat kita. Sekarang saya di Jepang dalam keadaan sehat dan tidak kurang suatu apapun. Di kampus saya sendiri orang Indonesia dan semua dosenČ sangat perhatian kepada saya. Dan temanČ juga semua baikČ walaupun beda negara. Terima kasih TUHAN.
|