Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Kolom Kita adalah Kolom Bersama Milik Kita Semua. Kolom ini sifatnya terbuka untuk semua netters. 

Kirimkanlah Artikel/tulisan Anda untuk Kami muat dalam page ini. 

Kirimkan ke gcm@glorianet.org dengan subject: kolom kita.

Ke Arsip Kolom Kita







Karakter Berakar Dari Kebiasaan
Oleh: Febe Kurniasari W


Sejak manusia ditakdirkan untuk lahir ke dunia kita memang sudah memiliki karakter sifat dasar yang merupakan warisan bawaan dari orang tua. Karakter setiap individu tidaklah sama antara yang satu dengan yang lainya. Ada org yang mempunyai karakter baik seperti: lembut, penyayang, jujur, tekun, dan lain-lain. Tapi ada juga orang yang memiliki karakter yang kurang baik seperti keras kepala, pemarah, pembohong, penakut, dan sebagainya.

Memang manusia memiliki karakter atau sifat dasar yang dibawanya sejak lahir. Namun banyak orang berpola pikir bahwa karena karakter itu merupakan bawaan secara kodrati sehingga karakter itu tidak bisa dirubah atau diperkuat lagi. Apakah pendapat ini sepenuhnya benar? Dari kecil saya hidup di tengah-tengah keluarga yang serba berkecukupan dari segi ekonomi sehingga banyak fasilitas dan pelayanan-pelayanan yang dapat saya nikmati. Salah satu pelayanan yang saya dapatkan adalah pelayanan oleh pembantu yang ada di rumah. Dia menyediakan segala apa yang saya perlukan, memenuhi segala permintaan yang saya inginkan seperti: mengambilkan saya segelas air keika saya haus, menyiapkan baju jika saya mau mandi, membukakan pintu ketika saya masuk ke pintu rumah. Jika ia tidak melaksanakan tugasnya dengan baik maka ia pasti akan dipecat. Oleh karena saya biasa dilayani oleh pembantu tersebut maka saya tumbuh menjadi manusia yang pemalas dan suka memerintah. Saya menjadi terlena oleh pelayanan itu sehingga tidak pernah mau belajar membiasakan diri untuk bekerja.

Namun berbeda halnya dengan ketika saya duduk di bangku SMP dimana saya tidak lagi di rumah tetapi tinggal di sebuah asrama putri. Di sana tidak ada lagi pembantu yang bisa selalu melayani semua kebutuhan saya. Di sana saya dituntut untuk bisa hidup mandiri. Kondisi yang saya hadapi di rumah menjadi berlawanan dengan ketika saya di asrama. Di lingkungan yang baru saya dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan segala peraturan yang ada di sana, jika tidak saya akan ditolak oleh lingkungan dan dikeluarkan dari asrama. Pada mulanya sulit bagi saya untuk membiasakan diri hidup tanpa pelayanan. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya saya menjadi terbiasa dengan pola kehidupan tanpa pelayanan. Dan karena itu sekarang saya menjadi pribadi yang berkarakter mandiri dan rajin. Mengapa karakter saya bisa berubah?

Pada awalnya segala sesuatu yang saya kerjakan adalah karena keterpaksaan. Saya terpaksa memutuskan untuk merubah pola hidup saya yang suka menggantungkan diri pada orang lain menjadi orang yang mandiri agar tidak ditolak oleh lingkungan dan bisa menyelesaikan sekolah tingkat SMP dengan baik demi tercapainya masa depan yang cerah dengan cara membiasakan diri untuk melakukan segala sesuatunya sendiri.

Karakter adalah merupakan hasil dari cara kita berpikir dan berperilaku. Karakterter dimulai dari pola pikir yang kemudian diwujudkan dalam tindakan, yang bila dilakukan secara terus-menerus akan menjadi suatu kebiasaan. 

Karakter yang baik tidak timbul dengan sendirinya. Untuk dapat mempertahankan dan mengembangkan karakter, yang harus kita lakukan adalah membentuk pola pikir, tingkah laku, dan kebiasaan pribadi kita. Dan untuk dapat melakukan pembentukan pribadi agar berkarakter baik, kita harus berani menentukan pilihan untuk mau berubah dimana pilihan itu benar-benar berasal dari dalam diri kita. Dan perlu diingat bahwa proses pembentukan ini berlangsung seumur hidup.

Dengan demikian karakter itu berakar dari kebiasaan. Hanya saja sekarang yang perlu ditanyakan pada diri setiap individu bukanlah bisa atau tidak bisa tetapi mau atau tidak Anda untuk merubah, mempertahankan, mengembangkan karakter yang ada pada diri anda saat ini?