|
Karakter Berakar Dari Kebiasaan
Oleh: Febe Kurniasari W
Sejak manusia
ditakdirkan untuk lahir ke dunia kita memang sudah memiliki
karakter sifat dasar yang merupakan warisan bawaan dari orang
tua. Karakter setiap individu tidaklah sama antara yang satu dengan
yang lainya. Ada org yang mempunyai karakter baik seperti: lembut,
penyayang, jujur, tekun, dan lain-lain. Tapi ada juga orang yang
memiliki karakter yang kurang baik seperti keras kepala, pemarah,
pembohong, penakut, dan sebagainya.
Memang
manusia memiliki karakter atau sifat dasar yang dibawanya sejak
lahir. Namun banyak orang berpola pikir bahwa karena karakter itu
merupakan bawaan secara kodrati sehingga karakter itu tidak bisa
dirubah atau diperkuat lagi. Apakah pendapat ini sepenuhnya benar?
Dari kecil saya hidup di tengah-tengah keluarga yang serba
berkecukupan dari segi ekonomi sehingga banyak fasilitas dan
pelayanan-pelayanan yang dapat saya nikmati. Salah satu pelayanan
yang saya dapatkan adalah pelayanan oleh pembantu yang ada di rumah.
Dia menyediakan segala apa yang saya perlukan, memenuhi segala
permintaan yang saya inginkan seperti: mengambilkan saya segelas air
keika saya haus, menyiapkan baju jika saya mau mandi, membukakan
pintu ketika saya masuk ke pintu rumah. Jika ia tidak
melaksanakan tugasnya dengan baik maka ia pasti akan dipecat. Oleh
karena saya biasa dilayani oleh pembantu tersebut maka saya
tumbuh menjadi manusia yang pemalas dan suka memerintah. Saya
menjadi terlena oleh pelayanan itu sehingga tidak pernah mau belajar
membiasakan diri untuk bekerja.
Namun
berbeda halnya dengan ketika saya duduk di bangku SMP dimana saya
tidak lagi di rumah tetapi tinggal di sebuah asrama putri. Di sana
tidak ada lagi pembantu yang bisa selalu melayani semua kebutuhan
saya. Di sana saya dituntut untuk bisa hidup mandiri. Kondisi
yang saya hadapi di rumah menjadi berlawanan dengan ketika saya
di asrama. Di lingkungan yang baru saya dituntut untuk dapat
menyesuaikan diri dengan segala peraturan yang ada di sana, jika
tidak saya akan ditolak oleh lingkungan dan dikeluarkan dari asrama.
Pada mulanya sulit bagi saya untuk membiasakan diri hidup tanpa
pelayanan. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya saya
menjadi terbiasa dengan pola kehidupan tanpa pelayanan. Dan karena
itu sekarang saya menjadi pribadi yang berkarakter mandiri dan
rajin. Mengapa karakter saya bisa berubah?
Pada
awalnya segala sesuatu yang saya kerjakan adalah karena
keterpaksaan. Saya terpaksa memutuskan untuk merubah pola hidup saya
yang suka menggantungkan diri pada orang lain menjadi orang yang
mandiri agar tidak ditolak oleh lingkungan dan bisa menyelesaikan
sekolah tingkat SMP dengan baik demi tercapainya masa depan yang
cerah dengan cara membiasakan diri untuk melakukan segala sesuatunya
sendiri.
Karakter
adalah merupakan hasil dari cara kita berpikir dan berperilaku.
Karakterter dimulai dari pola pikir yang kemudian diwujudkan
dalam tindakan, yang bila dilakukan secara terus-menerus akan
menjadi suatu kebiasaan.
Karakter
yang baik tidak timbul dengan sendirinya. Untuk dapat mempertahankan
dan mengembangkan karakter, yang harus kita lakukan adalah membentuk
pola pikir, tingkah laku, dan kebiasaan pribadi kita. Dan untuk
dapat melakukan pembentukan pribadi agar berkarakter baik, kita
harus berani menentukan pilihan untuk mau berubah dimana pilihan itu
benar-benar berasal dari dalam diri kita. Dan perlu diingat bahwa
proses pembentukan ini berlangsung seumur hidup.
Dengan
demikian karakter itu berakar dari kebiasaan. Hanya saja sekarang yang
perlu ditanyakan pada diri setiap individu bukanlah bisa atau
tidak bisa tetapi mau atau tidak Anda untuk merubah,
mempertahankan, mengembangkan karakter yang ada pada diri anda saat
ini?
|