Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Kolom Kita adalah Kolom Bersama Milik Kita Semua. Kolom ini sifatnya terbuka untuk semua netters. 

Kirimkanlah Artikel/tulisan Anda untuk Kami muat dalam page ini. 

Kirimkan ke gcm@glorianet.org dengan subject: kolom kita.

Ke Arsip Kolom Kita







Hidup dalam pimpinan Roh Kudus
Oleh: Heni Maria


Kita telah membahas tentang hidup dalam terang Tuhan dan mengasihi kebenaran. Langkah pertama untuk kita hidup dalam terang-Nya dan mengasihi kebenaran adalah dengan mengerti kehendak Tuhan bagi kita. Bagaimana kita dapat hidup dalam terang-Nya dan mengasihi kebenaran-Nya jika kita tidak mengerti kehendak Tuhan.

Dalam Yohanes 10 dikatakan bahwa domba-domba-Nya mengenal suara-Nya dan mengikuti Dia. Jadi setiap umat Tuhan harus dapat mendengar dan mengenali suara Tuhan. Berbicara tentang kehendak Tuhan selalu berhubungan dengan suara Tuhan. Lalu seperti apakah suara Tuhan itu? Banyak orang Kristen bingung bahkan ada yang frustasi karena selalu gagal/tidak dapat mendengar suara-Nya atau tidak dapat mengerti tentang suara Tuhan ini. Suara Tuhan yang berbicara adalah suara dari Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, Roh Kudus kita undang masuk ke dalam hati kita. Suara Roh Kudus yang akan memimpin kita. Pimpinan-Nya dapat kita terima melalui pembacaan Firman Tuhan (Alkitab), melalui hamba Tuhan, mimpi penglihatan, atau pengantara yang lain yang bisa Tuhan pakai, misalnya dari situasi atau orang-orang sekitar kita, Roh Kudus memberi impress kepada hati kita. Suara Tuhan tentu saja dapat didengar audible/nyata, hanya tidak semua orang dapat menerimanya, karena ini anugrah-Nya.

Langkah-langkah untuk kita dapat mendengar suara-Nya adalah dengan melatih diri kita untuk selalu bercakap-cakap, bertanya, meminta pimpinan Roh Kudus dalam segala hal. (Amsal berkata akuilah Dia dalam segala lakumu). Dan juga ketekunan dalam membaca Alkitab dan melakukan Firman Tuhan. Karena dengan pengetahuan Firman Tuhan yang kita pelajari melalui membaca, mendengar dan melakukannya akan membuat kita dapat menyelaraskan perintah/kehendak yang kita terima apakah sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak. Kehendak Allah tidak mungkin bertentangan dengan Firman-Nya. Permulaan ini dapat membuat kita dipimpin Roh Kudus ke dalam seluruh kebenaran-Nya. Roh Kudus akan memimpin, menuntun kita dengan pewahyuan-pewahyuan, pengertian-pengertian tentang Firman Tuhan dan jalan-jalan-Nya. Bahkan yang terindah dan hal yang sangat menggairahkan ketika Roh Kudus mengajarkan dan memberikan pengertian-pengertian kepada kita tentang Diri-Nya sendiri, tentang rahasia-rahasia kehidupan dan memberitahukan janji-janji-Nya kepada kita. Kita akan belajar tentang pengenalan akan Tuhan, pribadi Roh Kudus, penebusan dosa, keselamatan dan kasih karunia-Nya. Bahkan rencana agung Tuhan buat kita bahkan dunia ini.
Landasan untuk dapat belajar mendengar dan mengenal suara-Nya hanya satu: Keintiman.
Jika kita ingin mengenal suara-Nya dan dapat membedakan antara suara-Nya atau suara hati kita bahkan suara iblis. Kita harus memiliki hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan. Panggilan tertinggi kita adalah hidup bersama Allah. Mulailah menjalani kehidupan ini dengan berjalan bersama Allah dalam hari-hari kita.

Hal yang perlu kita lakukan dan miliki selain keintiman adalah kesungguhan hati (komitmen) dan kerendahan hati (ketulusan hati) untuk datang mendekat kepada-Nya. Komitmen menentukan keberhasilan kita dalam perjalanan pengenalan kita akan Tuhan.
Dan sesungguhnya seberapa pun besarnya kerinduan hati kita untuk mengenal-Nya tidak dapat menandingi kerinduan hati Tuhan sendiri yang selalu ingin bersekutu dengan kita, seperti kebersamaan Allah dengan Adam dan Hawa di taman Eden. Oleh karena itu sekiranya saat ini ada di antara Saudara yang masih terus belajar mendengar suara-Nya dan mengerti kehendak Tuhan, janganlah berhenti ketika mendapati diri Saudara "salah mengerti akan kehendak-Nya" yang sepertinya tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, benar tetapi tidak tepat caranya.
Latihlah terus pendengaran Saudara, pertajam terus dan Saudara akan mendapatkan-Nya yaitu Diri-Nya sendiri bukan hanya suara-Nya.

"Carilah maka kamu mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan."