|
Takut Akan Tuhan
Oleh: Joshua Ivan Sudrajat Subiarto
Bahan Renungan:
Amsal 1:7, Amsal 8:13, Amsal 9:10
Ayat Hafalan:
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan,
kasih dan ketertiban.
II Timotius 1:7
Renungan:
Definisi Takut Akan Tuhan
Mazmur 25:11-14
Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan
perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
-
Menjaga lidahnya terhadap pembicaraan yang jahat
serta tidak mengeluarkan ucapan-ucapan yang menipu.
-
Menjauhi kelakuan yang jahat.
-
Melakukan hal-hal yang baik.
-
Mencari pendamaian dengan setiap orang.
-
Bersedia membayar harga untuk suatu pendamaian.
Dalam kehidupan ini seringkali kita menghadapi
ketakutan. Ketakutan yang tidak beralasan seringkali
menyerang hidup orang sebesar 80% dan 20% ketakutan yang beralasan. Takut akan Tuhan ada dua macam
pemakaian kalimat bahasa Inggris yaitu:
-
Afraid of God
-- Takut akan Tuhan karena kita berbuat dosa.
-
Fear of God
-- Takut akan Tuhan karena kita menghormati Tuhan dan melakukan segala
perintah-perintah Tuhan.
Pada saat ini kita akan membahas bagaimana
mengembangkan rasa Takut akan Tuhan. Ada 3 point yang kita akan pelajari,
yaitu:
-
Menyadari Kehadiran Tuhan (II Tawarikh 6:1-2)
Kalau kita ingin menghormati Tuhan maka kita harus menyadari kehadiran Tuhan. Berbahagialah setiap orang
yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya (Mazmur 128:1). Takut akan Tuhan
bermaksud menghormati atau respect terhadap Tuhan. Respect adalah mengerti dengan kerelaan akan tunduk
kepada seseorang. Respect adalah keputusan kita bukan perasaan atau emosi kita. Bagaimana kita bisa
menyadari kehadiran Tuhan?
Hidup Bergaul Karib dengan Tuhan: Kita harus tekun dalam doa dan saat teduh pribadi kita.
Menjadikan Yesus sebagai Tuhan dalam hidup kita; Kristus sebagai pusat kehidupan kita (Galatia 2:20);
Ijinkan Kristus menguasai pikiran kita (Filipi 2:5); Pembaharuan pikiran senantiasa (Roma 12:2 & II
Kor 10:5).
Ketika Saul sadar bahwa Tuhan tidak lagi hadir dalam hidupnya, sebab Saul hidup tidak berkenan pada Tuhan.
Rasa takut yang luar biasa membuat ia panik dan ambil keputusan yang salah (I Samuel 28).
-
Percaya Kepada Tuhan (Amsal 3:5-6)
Percaya kepada Tuhan dengan segenap hati, jangan bersandar kepada pengertian kita sendiri. Kita harus
selalu berkomunikasi dengan Roh Kudus. Usaha manusia untuk melakukan apa yang menjadi pengertian kita
sendiri akan menjadi sia-sia, kita harus percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Kalau kita percaya
kepada Tuhan dengan sepenuh hati maka kita akan
menghormati Tuhan dan melakukan setiap kehendak-Nya.
-
Hidup dalam Kasih Tuhan (I Yohanes 4:16)
Kita harus menuruti Firman Tuhan, kalau kita ingin hidup dalam kasih Tuhan (I Yohanes 1:5). Kita juga
harus mengasihi sesama kita kalau kita ingin hidup dalam kasih Tuhan (I Yohanes 4:21).
Cirebon, 5 Oktober 2006
|