Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Kolom Kita adalah Kolom Bersama Milik Kita Semua. Kolom ini sifatnya terbuka untuk semua netters. 

Kirimkanlah Artikel/tulisan Anda untuk Kami muat dalam page ini. 

Kirimkan ke gcm@glorianet.org dengan subject: kolom kita.

Ke Arsip Kolom Kita







Hidup menjadi hamba Tuhan
Oleh: Putra Hulu


"Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus,.." Filipi 1:27a
"Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." I Yohanes 2:6

Tuhan Yesus sudah menebus kita di kayu salib. DIA menebus semua dosa beserta cara hidup kita yang bergelimang dosa. Allah sangat mengasihi manusia. Dan manusia harus ditebus karena manusia telah menjadi hamba dosa semenjak manusia pertama Adam jatuh ke dalam dosa. Seorang hamba hanya bisa menjadi manusia merdeka bila ada seseorang yang mau membayar tebusan kepada tuannya. Ketika manusia masih menjadi hamba dosa maka tuannya adalah "si pendosa" yaitu iblis sendiri. Tuhan Yesus, oleh karena kasih Allah, sudah mati di kayu salib dengan memberikan nyawa-Nya ganti kita. Tuhan Yesus memberikan tebusan berupa nyawa-Nya dan darah-Nya sendiri.

Tetapi walaupun Tuhan Yesus sudah menebus manusia dari perhambaan dosa, DIA masih menghargai kehendak bebas manusia. Allah yang kita sembah adalah Allah Yang Maha Adil. DIA tak pernah memaksakan kehendak-Nya. Sebagai contoh: Allah mendesak Yunus pergi ke Niniwe untuk menyerukan pertobatan; tetapi Allah tak pernah memaksanya. Keputusan tetap ada di tangan Yunus. Contoh lain: Allah meminta Musa pulang ke Mesir untuk membebaskan bangsa Israel. Ketika Musa berdalih bahwa dia tak pandai bicara, maka Allah mengutus Harun untuk membantu Musa.
Di dalam Tuhan Yesus, manusia itu bebas memilih:
- menjadi hamba Tuhan, atau
- menjadi tuan bagi dirinya sendiri.
Setiap pilihan yang dipilih manusia memiliki konsekuensi yang harus dipikul oleh manusia itu sendiri.

Mari kita bahas kedua pilihan ini.

SEMUA orang yang telah menerima karya penebusan Yesus Kristus, adalah hamba Allah. Ditebus oleh darah Tuhan Yesus berarti Allah memiliki hak penuh atas diri kita: DIA menjadi Tuan sementara kita menjadi hamba-Nya. Menjadi hamba Tuhan tidak berarti harus menjadi pendeta atau penginjil. Seorang hamba hidup bagi kepentingan tuannya. Jadi, menjadi hamba Tuhan artinya hidup bagi kepentingan Tuhan Yesus yang menjadi Tuan yang menguasai diri kita.

Manusia boleh dan dianjurkan untuk memiliki dan mencapai cita-cita hidupnya. Sebagai hamba Tuhan semua hal dilakukan semata-mata untuk kepentingan Tuhan. Anda yang pelajar/mahasiswa jadilah hamba Tuhan di sekolah/universitas itu. Anda yang pekerja jadilah hamba Tuhan di perusahaan itu. Anda yang pengusaha/direktur jadilah hamba Tuhan bagi karyawan di perusahaan itu. Menjadi hamba Tuhan: kita mempraktekkan Firman Tuhan di lingkungan dimana kita berada, kita bertindak menurut dasar Firman serta mengijinkan Tuhan bekerja melalui kita bagi orang lain yang ada di tempat itu. Tuhan telah menjadi tujuan dari segala pengambilan keputusan.

Dan Tuhan menawarkan perlindungan dan penyertaan bila anda hidup sebagai hamba-Nya:
"janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."
Yesaya 41:10

TAPI ada satu pilihan lain yang dapat dipilih yaitu: menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Saat ini kita melihat bagaimana paham humanis berkembang dengan pesat. Saya tidak akan membahas secara detil definisi dari humanisme. Tetapi pada dasarnya humanisme menempatkan manusia pada posisi penguasa bagi dirinya sendiri. Dalam humanisme, manusia menjadi tuan bagi dirinya sendiri: pilihan hidup yang diambil semata-mata berpusat pada kepentingan dirinya.

Menjadi tuan atas dirinya sendiri adalah bentuk lain dari godaan iblis di Taman Eden. Perhatikan ayat berikut:
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
Kejadian 3:4-5

Iblis menggoda Hawa untuk menjadi seperti Allah, menjadi seperti si "Penguasa Alam Semesta". Godaan menjadi seperti Allah, menjadi "si penguasa", telah menggerogoti pikiran manusia selama beribu-ribu tahun lamanya. Keinginan manusia untuk menjadi "si penguasa", tanpa disadari telah memberi jalan lebar bagi iblis untuk menguasai manusia dan mengarahkannya jauh dari Allah si Penguasa Yang Sejati. Manusia menjadi hamba iblis ketika manusia sedang berusaha menjadi tuan atas dirinya sendiri. Ketika manusia "menyingkirkan" penguasaan Allah atas dirinya, maka dengan cepat iblis mengisi kekosongan itu. Dan hanya anugerah Allah di dalam Tuhan Yesus yang sanggup memerdekakan manusia.

Sekali lagi, pilihan ada dalam tangan kita: hidup menjadi hamba Tuhan atau berusaha menjadi tuan atas diri sendiri. Tetapi dengan tegas saya menyarankan agar saudara memilih untuk hidup menjadi hamba Tuhan.

"namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." Galatia 2:20a

Haleluya

putra hulu
email: putra.hulu[at]yahoo.co.id
website: www.putrahulu.multiply.com